HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

Tahun 2024, UPGRIP Sudah Persiapkan Kembali Mahasiswa Program Magang ke Jerman, Wisuda 1099 Sarjana Baru Termasuk Bupati dan Kepala Diknas Bangka Tengah

Keterangan foto: Rektor memindahkan kuncir salah satu peserta wisuda yaitu Algafry Rahman, ST yang merupakan Bupati Bangka Tengah Program Pascasarjana  pada wisuda, Rabu (11/10).

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Setelah sukses memberangkatkan 23 mahasiswa Magang di Jerman, Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) untuk tahun 2024 sudah mempersiapkan keberangkatan kembali mahasiswanya ke Jerman. “Tahun ini kami sudah memberangkatkan 23 mahasiswa magang ke Jerman dengan beberapa sesi atau kloter keberangkatan. Selanjutnya, untuk Gelombang kedua, mahasiswa ke Jerman karena 20 SKS MBKM sudah dipersiapkan. Tahun ini sudah dipersiapkan edaraan bahwa tahun 2024 kita juga akan memberangkatkan ke Jerman. Dengan persiapan- persiapan seperti penguasaan bahasa Inggris, bahasa Jerman dan tingkat kompetensi/skill. Kami kirim mahasiswa yang sudah memiliki kemampuan-kemampuan khusus termasuk soft skills. Lalu dikawal oleh lembaga secara resmi dan dibantu disiapkan dan dipastikan lembaga dan kerjasama atas nama lembaga. Yang terpenting, sudah terdaftar di Anabin sehingga bisa masuk ke Jerman,” ujar Rektor UPGRIP, Assoc. Dr. H. Bukman Lian, M.M.,M.Si., CIQaR di sela Wisuda Magister Program S2 ( S2) ke 35, Sarjana S1 (S1) ke 61 dan  Diploma III (DIII) ke 21 di Ballroom Wyndham OPI Hotel Palembang, Rabu (11/10).

Keterangan foto: (dok humasupgrip) – Sambutan Pj Gubernur Sumsel yang diwakili Kadiknas Sumsel Drs H Sutoko, MSi.

Menyikapi MBKM, magang mandiri 23 mahasiswa di Jerman. Perguruan Tinggi terbanyak di Indonesia yang mengirim fereinjob ke Jerman.

Keterangan foto: (dok humasupgrip) – Sambutan Kepala LLDikti II 

Dalam sambutannya, Rektor juga menyebutkan bahwa berbagai perkembangan, kemajuan dan prestasi UPGRIP disyukuri namun tidak membuat berpuas diri justru sebaliknya dijadikan pemacu untuk bekerja lebih keras dengan terus melakukan terobosan dan inovasi serta perubahan ke arah yang lebih baik sehingga mampu mewujudkan UPGRIP yang unggul, berdaya saing, berkarakter dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan  seni berbasis mutu di Indonesia. “Saat ini kami sedang mengkuliahkan 104 Dosen untuk program S3 di berbagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia. Saat ini ada 68 orang Doktor di UPGRIP dari berbagai lulusan baik dalam negeri maupun dari luar negeri. Target 2025 jumlah Dosen S3 meningkat 55 persen dengan total sebanyak 310 orang. Sehingga  kualitas mutu SDM UPGRIP akan jauh lebih baik  dari standar wajib 40 persen setiap prodi berdasarkan PERBANPT No 5 Tahun  2023.

Keterangan foto: (dokhumasupgrip) – Sambutan Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, SPd.,MM.

Bulan lalu, UPGRIP meraih Peringkat I dari LLDikti II yaitu Kategori Karya Ilmiah, Seni Teknologi,  dan Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Universitas di wilayah LLDikti II. Selain itu mendapat Peringkat 3 Kategori  Kemitraan Perguruan Tinggi Tingkat Universitas di wilayah LLDikti II.

Program Kampus Mengajar ada 53 mahasiswa yang mengajar di sekolah baik di tingkat SD, SMP, SMK dan SMA di Sumsel. Untuk Program Magang dan Studi Independen di berbagai lembaga dan perusahaan sebanyak 43 mahasiswa dan Program UMKM Mandiri diikuti sebanyak 10 mahasiswa yang berkesempatan mendapatkan pengalaman dan wawasan bekerjasama  dengan berbagai lembaga UMKM di Sumsel. Untuk Program MBKM pertukaran mahasiswa Merdeka pada tahun ini UPGRIP mengirimkan  25 mahasiswa mengikuti perkuliahan selama satu semester di berbagai  perguruan tinggi di Indonesia.

Keterangan foto: (dokhumasupgrip) – Rektor UPGRIP saat sambutan.

Khusus Magang Mandiri ke Jerman yang diikuti 23 mahasiswa selama lebih kurang 3 bulan atas rekomendasi dari Kepala LLDikti II. Mereka sudah dibekali softskill dan hardskill yang mereka dapat dari kampus maupun dari  mitra kerja Bright Education Indonesia sehingga akan mempermudah  mahasiswa saat tiba di Jerman untuk beradaptasi menyerap pengetahuan dan pengalaman  bermakna untuk  dibawa kembali ke Indonesia.

Menurutnya, wisuda kali ini  dibagi menjadi dua sesi dengan jumlah peserta 1.099 orang peserta wisuda sesi pertama, pagi sebanyak 550  peserta dan sesi kedua , siang sebanyak 549 peserta yang di antaranya Algafry Rahman, ST yang merupakan Bupati Bangka Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah. “Dari seluruh ini semua Program Studi dari lima Fakultas dan 1 Program Pascasarjana. Dominan dari FKIP  (Akreditasi Unggul A) dan Prodi PGSD. UPGRIP sudah siapkan kekurangan guru di Sumsel terutama di kalangan guru SD. Tugas kami sebagai Perguruan Tinggi penyelenggara LPTK menyiapkan tenaga guru yang siap disebar di Sumsel dan Babel. Harapan kami ke depan semakin diyakini dan dipercaya. Sekarang kami dapatkan mahasiswa baru di atas 2000-an dari berbagai Provinsi, Aceh NTT termasuk dari Korea untuk mahasiswa S1 dan S2,” kata Rektor.

Ketua PGRI Sumsel, H Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M mengatakan bersyukur setiap tahun jumlah mahasiswa UPGRIP meningkat. Ini indikator bahwa UPGRIP dengan motto “Melaju Dengan Mutu” sudah terbukti. Antara input dan output sudah signifikan. “Magang ke Jerman, kita sangat mendukung. PGRI Prov. Sumsel berharap dari BPH, Rektor dan Dosen serta berbagai pihak berkolaborasi, bersinergi dan harus berinovasi. Adanya mahasiswa yang praktek ke luar negeri karena adanya jaringan yang bagus. Untuk ke luar negeri, harus mampu berbahasa asing dan itu artinya UPGRIP sudah ke situ. Kami dorong agar UPGRIP terus dorong kerjasama di luar negeri,” katanya.

.

Keterangan foto: Kepala LLDikti Wilayah II saat diwawancarai awak media didampingi Rektor UPGRIP.

Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP, Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H, M.H. mengatakan support dari BPH khusus tahun ini UPGRIP mendapat kepercayaan yang sangat meningkat. “Kami menerima 2000 lebih mahasiswa baru. Itu suatu kepercayaan yang sangat besar. Tentu itu didasari atas kesiapan  kami menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai.  BPH selalu dukung dan support serta ikut serta sosialisasikan UPGRIP ini kepada masyarakat. Ini salah satu upaya kami. Kerjasama BPH dan Universitas selalu kami jalankan. Sarana dan prasarana sudah dipersiapkan dengan pertimbangan seperti ruang belajar dengan IT kami sudah laksanakan blended learning.  Kami ada 3 kampus yang dipergunakan sebaik mungkin. Terobosan mendirikan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Tahun ini kami selesai untuk persiapan, ajukan usulan FKIK sarana dan prasarana sudah dipersiapkan. Progres lain kami untuk menunjang FKIK akan membuka beberapa Prodi baru untuk dukung itu di Fakultas Saintek.  Yang lain, kami tetap bekerjasama dengan Rektor dan jajaran. Tahun ini kami konsentrasi dengan FKIK,” ujarnya.

Keterangan foto: (dokhumasupgrip) – Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, S.Pd.,M.M saat diwawancarai awak media.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. mengatakan UPGRIP masuk terkemuka di LLDIKTI II Sumbagsel. Sebanyak 178 Perguruan Tinggi dari 4 Provinsi dan Perguruan Tinggi yang terakreditasi baru 60 persen UPGRIP yangnmasuk Akreditasi baik sekali. “Dengan demikian masuk dalam jajaran terkemuka di LLDikti II. Sekarang kita inginkan mahasiswa punya pengalaman di luar kampus baik di perguruan tinggi lain atau di luar kampus di dunia industri. Saya bangga UPGRIP satu-satunya kirim mahasiswwa ke Jerman. Artinya UPGRIP respon perubahan yang terjadi dari kebijakan pemerintah dari MBKM dan itu patut dicontoh Perguruan Tinggi lain di Indonesia,” katanya.

Keterangan foto: Ketua BPH PB PGRI pada UPGRIP, Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H.  didampingi Pengurus BPH PB PGRI pada UPGRIP.

Salah satu peserta wisuda, Algafry Rahman, ST  yang juga sebagai Bupati Bangka Tengah mengatakan dirinya puas kuliah di UPGRIP. ” UPGRIP memiliki keistimewaan dan kemampuan yang bisa memberikan kontribusi banyak bagi mahasiswa yang kuliah di sini. Magang ke Jerman ini bentuk nyata bagi masyarakat bahwa UPGRIP sudah bisa melakukan itu dan tidak semua Perguruan Tinggi bisa melakukan itu,” katanya seraya mengatakan tantangan ke depan luar biasa di tengah tantangan perkembangan dunia yang sangat pesat. Kita memberikan yang terbaik untuk bisa bersaing. Bagaimana Sarjana mampu membaca apa yang dibutuhkan ke depan. “Tidak  perlu mencari kerja tapi bisa menciptakan kerja sendiri itu lebih baik menurut saya,” tambahnya. (*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *