HeadlineNasional

Sumsel Zero Komplik, Namun Harus Tetap Waspada Terutama Pengaruh Dunia Digital

 

  • Webinar Gerakan Literasi Digotal 2021 di Kota Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sumsel masuk dalam kategori wilayah Zero Komplik namun bukan berarti kita lengah. Justru selalu waspada terutama dengan pengaruh dunia digital saat ini. Demikian catatan yang disampaikan salah satu narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang yang dilaksanakan Jumat (8/7) dengan tema “LITERASI DIGITAL BEKAL MELAWAN KEJAHATAN RADIKAL”.

Webinar yang digelar gratis ini juga menghadirkan voucher menarik untuk 10 orang penanya dan mendapatkan E-sertifikat dari Kementerian Kominfo. Kegiatan berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB ini menghadirkan empat narasumber di antaranya Khairul Fahmi, S.IP (Direktur Eksekutif Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)), Azwin Hamdani (Praktisi Keamanan Media Digital (Founder kicknews.today), Kolonel Inf. Heni Setyono, S. Psi., M.Si (Komandan Kodim 0418 Kota Palembang) yang dalam hal ini diwakil Kasi Intel Kodim 0418 Palembang Kapten Infanteri Winarto. Serta pembicara keempat yaitu Dr.Periansya,S.E.,M.M (Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan).

Dr Periansyah yang selain mengingatkan warga Sumsel agar waspada juga memaparkan berbagai hal terkait bahaya radikalisme, terorisme dan pada kesempatan ini juga menyebutkan beberapa hasil studi penelitian yang dilakukannya.

Moderator Irman Heryana yang dalam hal ini menyelingi situasi dengan menghadirkan Key Opinion Leader, Fikri Haikal @fikrihkl (Komedian & Konten Kreator).

Pelaksanaan webinar literasi digital yang diselenggarakan Kementerian kominfo yang dilaksanakan hari Jumat tanggal 9 Juli 2021 dimulai dengan narasumber Fikri Haikal yang pada kesempatan ini menyebutkan bahwa terkait dengan adanya PPKM Mikro di berbagai tempat di Indonesia dalam perkembangan covid 19 dirinya yang bergerak di bidang Entertainment harus jeli melihat situasi terkait pandemi ini. Untuk itu dia harus memutar otak bagaimana caranya agar bisa eksis salah satu yang dilakukannya adalah dengan ikut join pada kegiatan webinar literasi digital ini karena bisa sharing. Fikri mengakui bahwa dengan berbagai pengalaman yang dimiliki sebagai presenter di salah satu TV lokal TV nasional dirinya berkreasi dengan gadget yang dimilikinya. Menurut dia cukup mudah dengan modal HP Android, kuota dan atau wi-fi dirinya  membuat konten dengan menyesuaikan dengan keadaan apa yang yang sekarang lagi diminati dan sesuai dengan kondisi dirinya. Menurutnya tipsnya ikhlas saja karena dengan ikhlas apapun konten yang dibuat Insya Allah diterima oleh masyarakat.

Khairul Fahmi narasumber pertama dari Universitas Airlangga yang juga sebagai eksekutif editor majalah nasional dengan berbagai kiprahnya menyebutkan bahwa masyarakat lebih mudah mengakses informasi melalui internet. Tapi sayangnya ada yang negatif atau salah dalam menyebarkan konten-konten yaitu misalnya ujaran kebencian. Karena itu jadi penting untuk ditingkatkan kecakapan kita agar mampu dan memiliki respon untuk untuk menangkal ancaman radikalisme atau berita-berita hoax yang di medsos. Pada kesempatan ini narasumber memperkenalkan apa itu radikalisme, terorisme dan ekstrimisme. Lalu apa kaitannya dengan internet? Menurutnya ternyata internet memiliki kemudahan bagi oknum yang akan menjalankan aksi radikalisme. Dalam aksinya, oknum ini  memperoleh dan menyebarkan pesan-pesan secara aktif termasuk propaganda kebencian melalui situs-situs tertentu video bahkan streaming. Untuk menanggapi adanya ancaman radikalisme dan terorisme ini maka narasumber menyarankan pemerintah melakukan dua pendekatan, yang pertama pendekatan ekstrem yaitu dengan melakukan penutupan situs-situs yang mengancam dan berbau radikalisme namun ini tidak cukup efektif. Menurut narasumber selanjutnya pendekatan lunak yaitu dengan melakukan literasi digital jadi alternatif untuk sumber-sumber yang negatif itu untuk mengantisipasinya. Lalu bagaimana literasi itu dapat dicegah menurut narasumber di satu sisi kita bisa menyebarkan konten-konten positif di sisi lain konten-konten negatif juga harus dikendalikan dengan kemampuan literasi digital. Literasi digital akan cukup dengan cakap membaca, cakap olah informasi, cakap membaca situasi dan lain-lain itu yang perlu kita lakukan menurut narasumber penyebaran konten positif perlu didorong untuk menjaga segala tindakan dalam mengatasi segala macam hal-hal yang merusak.

Narasumber kedua pengamat keamanan media digital. Narasumber ini memaparkan apa yang harus kita lakukan untuk melawan radikalisme. Beliau menyebutkan selain ilmu juga Iman. Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu itu dalam hal ini disinkronkan dengan literasi digital. “Bagaimana menganalisa tentang propaganda? Propaganda digital dengan tujuan buat persepsi bawa apa-apa yang mereka lakukan itu adalah benar,” ujarnya seraya pada kesempatan ini juga menjelaskan sebagai pengamat dirinya menganalisa bagaimana oknum tersebut melakukan kemungkinan misalnya dampaknya, tingkat audiensinya, temanya dan lain-lain. Selanjutnya respon apa yang dilakukan untuk mengatasi pihak-pihak ini.

 

Narasumber ketiga,  juga memberikan tips untuk mengetahui ciri-ciri konten yang berbau radikalisme atau hoax. Menurutnya, perhatikan tema yang diangkat oleh narasumber tersebut serta simbol-simbol yang selalu dimunculkan berulang.

Narasumber Dandim 0418 yang dalam hal ini diwakili Kasi Intel Kodim 0418 Palembang Kapten Infanteri Winarto menyebutkan dirinya mewakili Dandim yang saat ini sedang kunjungan kerja ke Lampung sebagai aparat TNI tugas pokok TNI selain perang mengatasi teroris juga memberdayakan wilayah pertahanan dan mitra karib. Disebutkan narasumber bahwa radikalisme akar permasalahan terorisme potensi radikalisme dan terorisme di Indonesia kemungkinan yang selalu ada di setiap tempat untuk itulah masyarakat harus selalu waspada dengan kondisi ini. Narasumber pada kesempatan ini juga memaparkan tentang apa itu radikalisme, apa itu terorisme dan apa upaya-upaya untuk menangkalnya.

selanjutnya kegiatan webinar ini sendiri di oleh moderator dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang di antaranya ada 6 penanya yang intinya mempertanyakan apa ciri-ciri dari berita hoax berita yang berbau radikalisme dan terorisme dan bagaimana upaya untuk mencegahnya

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 dibuka oleh moderator Irman Heryana.Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti 141  orang peserta dari kalangan TNI , Polri, mahasiswa dan masyarakat umum. Selanjutnya untuk webinar selanjutnya diselenggarakan Sabtu , 10 Juli 2021 dengan tema “Membangun Demokrasi di Media Sosial”  yang tentunya bakal kembali menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Dr. Gushevinalti, M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital), Cecep Nurul Alam, S.T, M.T (Bidang Ahli ICT Kopertais II Jabar, Kepala Divisi e-Learning), Dr. Meita Istianda, S.IP, M.Si (Direktur Universitas Terbuka Palembang) dan Firdaus Komar, M.AP (Ketua PWI Sumatera Selatan). (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *