Sumsel, Tuan Rumah Seminar Nasional dan Kongres IX Peripi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sumatera Selatan (Sumsel) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional dan Kongres IX Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (Peripi) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel The Arya Duta Palembang, Senin (28/11).
Ketua Umum Peripi, Prof. Dr. Muhammad Syukur membenarkan bahwa Seminar Nasional dan Kongres IX Peripi kali ini dilaksanakan di luar Jawa, tepatnya di Sumsel. Menurutnya, selain Sumsel sudah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah juga karena ada banyak alasan lain di antaranya banyak perusahaan-perusahaan yang menghasilkan benih seperti Sampoerna Agro, Wilmar dan beberapa perusahaan yang kantornya ada di Sumsel. “Sumsel atau Palembang sebagai tuan rumah dengan alasan karena akan ada kongres ke 9 dengan pemilihan ketua umum. Selama periode Peripi di Indonesia, Kongres 1 sampai 8 di Jawa dan yang sekarang di luar Jawa. Selanjutnya dari segi kesiapan bahwa di luar Jawa, bahwa Provinsi Sumsel yang siap maka Sumsel didaulat menjadi tuan rumah. Selain itu, di Sumsel banyak perusahaan-perusahaan yang menghasilkan benih seperti Sampurna Agro, Wilmar dan beberapa perusahaan yang kantornya ada di Sumsel sehingga kita menyerap inspirasi dan memberikan contoh. Besok field trip besok nanti melihat dari dekat seperti apa perusahaan -perusahan itu untuk menghasilkan benih bisa dilihat secara nyata. Kongres baru tahun lalu baru dilakukan Komda Sumsel sehingga memberikan kesempatan bagi pengurus untuk berkiprah dengan menggelar acara ini,” ujar Ketua Umum yang berasal dari IPB namun asli Wong Ogan Ilir ini ketika diwawancarai di sela kegiatan Seminar Nasional.
Menurutnya, Peripi Komda Sumsel menggelar Seminar Nasional dan Kongres IX dengan tema “Link-Match” Ilmu Pemuliaan untuk Peningkatan Daya Saing Agro Industri Indonesia. Disebutkannya pihaknya memberikan tugas kepada Peripi Komda Sumsel untuk melakukan seminar dan kongres ke IX. Menghimpun dan mendesiminasikan temuan-temuan para pemulia di seluruh Indonesia berupa informasi dan juga kesempatan untuk kolaborasi antar pemulia Indonesia. Kesempatan kolaboarasi dan sampaikan temuan-temuan kepada masyarakat pengguna baik perusahaan maupun petani atau masyarakat pengguna baik hasil temuan-temuan. Tema Link dan Match Pemuliaan untuk Agro Industri Indonesia. Tema ini sangat penting karena tantangan pemuliaan saat ini dan ke depan semakin berat. Kita tahu perubahan iklim dan musim yang tidak bisa lagi diprediksi. Selain itu lahan untuk pertanian yang semakin menyempit serta ancaman krisis pangan. Peneliti dunia kita harus hati-hati di masa-masa mendatang dan permintaan konsumen yang semakin tinggi kualitasnya yang harus disikapi. Ini tidak bisa sendiri tapi kolaborasi dengan seluruh stakeholders apa-apa yang diperoleh perguruan tinggi, lembaga penelitian dan peneliti harus didiskusikan bersama-sama. Sehingga kita menghadirkan narasumber yang berkompeten baik bicara pangan, perkebunan dan bagaimana kebutuhan konsumen ekspor dan sebagainya,” katanya.
Prof. Muhammad Syukur menambahkan bahwa jika dulu masyarakat dunia mengenal hasil rekayasa pertanian dengan sebutan “Bangkok-bangkok itu, sekarang itu adalah gawean para pemulia ini. Kalau dulu kita kenal semua serba Bangkok, maka sekarang peran para pemulia inilah menemukan dan menciptakan yang unggul-unggul atau menjadi sesuatu yang lebih baik atau mulia, itulah pemulia. Para pemulia seluruh Indonesia bersama dalam Peripi memberikan kontribusi kepada negara ini dalam bentuk penemuan-penemuan bibit unggul atau varietas baru yang bisa diberdayakan untuk sumbangsih pertanian, perkebunan dan pangan Indonesia. Meski belum banyak anggota Peripi di seluruh Indonesia sekitar 1000 orang namun sudah berkontribusi banyak. Alhamdulilah sudah ada peningkatan sekarang. Khusus Sumsel, Kontribusi Sumsel di organisasi Sumsel, Ketua II dari Sampoerna Agro yang berperan besar terhadap varietas unggul sawit. Dan ada sekitar 10 varietas yang dihasilkan Sampoerna Agro,” tambah pria yang mengaku sekolah di SD Muara Kuang dan SMP di Tanjung Raja ini dengan ramah.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Seminar dan Kongres IX Peripi Indonesia, Dr.Ir. Karlin Agustina, M.Si dalam sambutannya mengatakan Seminar dan Kongres IX Peripi ini menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Mr Enrique Ritter, Prof Totok Agung, Prof. Kukuh Setiawan, Karen Tambayong, Dwi Asmono dan para anggota Peripi se-Indonesia. “Peripi secara nasional di tahun ke 9 ini baru pertama kali menyelenggarakan kongres di luar Pulau Jawa. Komda Sumsel mendapat kehormatan dan kepercayaan menjadi tuan rumah acara ini. Adapun tujuan kegiatan ini adalah menghimpun pemikiran antara pemangku kepentingan termasuk akademisi, peneliti, swasta dan masyarakat di bidang penyediaan benih bermutu tinggi di sektor pertanian dan peternakan untuk kesejahteraan petani. Selain itu, meraih ketahanan pangan dan pencapaian nutrisi. Dan yang tak kalah pentingnya, kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun hasil-hasil penelitian dari anggota Peripi untuk didesiminasikan dalam bentuk posiding seminar. Meningkatkan jejaring kerjasama antara pengurus Peripi serta konsolidasi organisasi, pemilihan pengurus sekaligus memperkuat kerjasama multipihak,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Dr Karlin juga melaporkan bahwa ada 73 karya ilmiah yang akan dipresentasikan secara oral yang dibagi dalam tiga bidang yaitu bidang tanaman pangan dan hortikultura, bidang tanaman perkebunan dan kehitanan serta bidang peternakan dan perikanan. Adapun para peserta dari berbagai profesi di antaranya dari dosen/peneliti, akademisi (staf pengajar dan mahasiswa) dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, lembaga-lembaga peneliti (BRIN), perusahaan swasta, BUMN, praktisi, pengambil kebijakan (stakeholders) serta pihak yang berminat pada bidang pemuliaan. “ada 15 provinsi yang mendatangkan pesertanya pada kegiatan ini di antarannya Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Banten, Jateng, DIY, Jatim, Kalbar, Sulbar dengan total peserta sebanyak 153 orang. Adapun rangkaian kegiatan acara dimulai dengan seminar nasional, dilanjutkan dengan kongres nanti malam dan besok melakukan kegiatan field trip ke Kebun Surya Adi PT Bina Sawit Makmur.
Adapun para sponsor yang sudah turut serta menyukseskan acara ini disebutkan Dr Karlin di antaranya PT Sampoerna Agro Tbk selaku sponsor utama, PT Roesli Taher, PT Tania Selatan (Wilmar Plantation), PT Pinago Utama, dan PT Sentosa Mulya Bahagia. (iah)

Keterangan foto: Suasana diskusi dan seminar dengan menghadirkan para narasumber.

Keterangan foto: Ketua Umum Peripi, Prof Dr Muhammad Syukur saat memberikan sambutan






