Story’ of Kiran Sumbangsih Pemuda Daerah untuk Tanah Kelahiran
PAGARALAM, MEDIASRIWIJAYA – – Kota Pagaralam tak hanya memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang indah saja, juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai kreatifitas tinggi untuk membangun serta mengedukasi daerahnya sendiri. Termasuk didalam karya tulis atau sastra, terbukti dengan apa yang telah diciptakan oleh Imam Nur Akbar salah satu pemuda Kota Pagaralam dalam karyanya yang berjudul ‘Story Of Kiran’. “Tak ingin berhenti membuat gebrakan bersama rekan-rekan pemuda dan mahasiswa malalui berbagai kegiatan saja, Kali ini sebagai akademisi saya bergerak dalam dunia tulis menulis (sastra),” ucap penulis buku Story Of Kiran, Imam Nur Akbar saat dibincangi media ini, Senin (26/7).
Ia juga berusaha menunjukan bahwa pemuda daerah juga bisa berkarya baik indipenden ataupun bekerja sama dengan penerbit, “kali ini di usung oleh perbit lokal yaitu LD Media yang menjadi penerbit pertama yang ada di Kota Pagaralam,”jelas Imam.
Tambah Imam, ia berusaha untuk memberi inspirasi bagi semua pembaca bukunya tentang filosofi perjuangan, beberapa konflik dalam hidup dan semangat untuk mengatasinya, merubah problem menjadi problem solving. “Tahun 2019 karena banyaknya teman-teman yang senang dengan tulisan saya, buku yang awalnya hanya berisi frasa dan cerita pendek mulai saya buat menjadi alur sebuah kisah hingga menjadi Story of Kiran, buku dengan tagline, selamanya manusia akan belajar tentang sabar,”jelasnya.
“Persembahkan untuk setiap orang yang sedang berjuang dalam hidupnya, baik itu memperjuangkan mimpinya, memperjuangkan cintanya ataupun sedang menelaah apa arti dari perjuangan itu sendiri. Buku ini diselesaikan selama lebih dari 2 tahun dan mengandung banyak harapan orang orang didalamnya, mulai dari para pembaca yang dari 2019 dulu saat pertama kali saya menulis, mereka dengan setia “memaksa” saya untuk segera menyelesaikan, dan rekan-rekan terdekat yang membantu membuat design dan sketsa buku ini agar lebih menarik tampilannya serta membantu para pembaca untuk mengerti makana yang disampaikan didalamnya,”katanya.
Disinggung apakah buku Story of Kiran itu berdasakan kisah nyata? Ia hanya menjawab sebagian, “sebagian lainnya adalah bentuk harapan yang saya tuang ke dalam tulisan, lalu sebagian kecil datang sebagai bumbu. Semoga buku ini dapat menjadi trigger budaya literasi, baik keinginan untuk berkarya dalam bidang sastra ataupun meningkatkan budaya baca di Kota Pagaralam. Bahwa kita pemuda juga bisa berkarya dan di Pagaralam sudah ada wadahnya yang siap mendukung. Sudah ada penerbit dan berbagai komunitas literasi,”pungkasnya.(Rep)




