HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Sosok Pemimpin Milenial di Era Digital, Kemenkominfo Ajak Cari Tahu Karakternya

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia untuk cerdas di segala lini kehidupan. Termasuk mencari sosok pemimpin di era milenial seperti sekarang ini.

Dengan adanya teknologi yang semakin maju dengan pesat, sudah bukan lagi kerja keras tapi bekerja pintar. Maka pemimpin di generasi milenial lebih digerakkan di cita-cita, mimpi dan harapan untuk bisa membawa kehidupan yang lebih nyaman lagi. Untuk mengulas lebih dalam terkait tantangan menjadi pemimpin di era digital. Alasan inilah, Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang mengangkat temanya dengan judul “Kepemimpinan Milenial : Peluang dan Tantangan dalam Menghadapi Era Digital”, Senin (13/9).

H Ahmad Zulinto, SPd, MM yang pada kesempatan menjadi pembicara ketiga menjelaskan panjang lebar kepada 1214 peserta webinar tentang sosok dan karakter pemimpin di era digital saat ini. Menurutnya, semua orang bisa jadi pemimpin. Baik guru maupun siapa pun. “Pemimpin di zaman digital harus disadari bahwa banyak hadapi orang milenial namun ini bagaimana seorang pemimpin bisa memberi contoh menjadi lebih baik,” ujar Ketua PGRI Sumsel dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang ini.

Zulinto juga memaparkan perkembangan dari berbagai generasi mulai dari generasi era tahun 90-an sampai generasi z saat ini. “Tantangan Generasi Milenial Menjadi Pemimpin di Era Digital”. Ketua Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PD PGRI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) materi yang diuraikannya selama 20 menit. Menurutnya, karakter kepemimpinan yang mencakup digital mindset, pemanfaatan teknologi dalam rangka efektivitas dan efisiensi, berani untuk berinovasi baik dalam berpikir, membuat kebijakan maupun penampilan.

“Karakter lainnya yaitu punya kedekatan dengan milenial secara langsung maupun tidak melalui media sosial (medsos). Tidak berperan sebagai seorang ‘Boss’ melainkan dapat berperan sebagai leader, mentor dan teman. Cepat beradaptasi dan responsif terhadap perubahaan, serta pantang menyerah,” ulasnya.

Menurutnya, era revolusi 4.0 memberikan peluang untuk survive dari perkembangan zaman yang sangat pesat. Adapun peluang tersebut antara lain menjadikan teknologi sebagai peluang promosi dan sebagai alat untuk bertukar fikiran. “Di balik peluang tersebut terdapat pula banyak tantangan di antaranya Generasi Y atau Milenial yang punya semangat tinggi atau optimis, open-minded, cepat belajar, melek teknologi, mudah bergaul, suka bekerja dalam tim, siap melompat ke kesempatan yang lebih baik, cenderung tidak fokus dan pragmatis atau tertarik pada uang.Untuk menghadapi tantangan ini, dituntut kontribusi pemimpin meliputi kemampuan berkomunikasi dengan baik lintas generasi, memahami karakter tiap-tiap generasi, lebih menguasai teknologi informasi untuk peningkatan kinerja,” ujarnya.

Pembicara pertama, Dian Ikha Pramayanti SPt MSi., Dosen dan Penulis yang mendapat kesempatan pertama menjadi narasumber pada webinar ini menjelaskan tentang Tantangan Generasi Milenial Menjadi Pemimpin  di Era Milenial. Narsum yang mempunyai seabrek aktivitas seperti sebagai entrepreneur, konsultan publisher, penulis dan pengiat literasi ini juga sudah menulis 5 buku dan 40 orang yang membuat buku yang dibimbingnya. Ia juga sebagai petani hidropolic, punya farm dan saat ini sedang kuliah di S3 di Malaysia. “Kelebihan era digital.kita sudah bisa komunikasi lintas waktu, tempat dan batasan. Tapi dampak negatif banyak yang tutup seperti mal, sekolah, dll. Jadi, luring lebih praktis dengan menggunakan perangkat digital seperti supermarket amazone go yang bayarnya dengan e money,” ujarnya.

Diah juga menyarankan agar masyarakat era digital harus selalu meningkatkan kemampuan intelektual sehingga tidak mudah tergerus dengan pengaruh informasi yang sifatnya netagif, hoaks dan sebagainya. “Mau tak mau kita harus bisa punya jejaring sosial sehingga mudah mendapat akses informasi yang luas. Harus berpikir fleksibel. Managemen waktu perlu dibuat supaya dalam kondisi apapun bisa mengatasinya.

Selanjutnya, pembicara kedua, Ardi Lunardi STP, Praktisi Expert E-Commerce dan Fotograper kali ini pun tak kalah serunya menjadikan materi selama 20 menit. Ardi yang membawakan materi tentang “Keamanan Digital” ini menjelaskan bahwa di dunia kerja sangat penting diperhatikan jejak digital kita. “Misalnya sering menshare ujaran-ujaran kebencian bagi calon pencari kerja. Hati-hati, ini masuk penilaian bagi perusahan ternama dan berkelas baik nasional maupun internasional. Bukan hanya pintar secara ilmu teori, tapi yang jadi penilaian selain kemampuan skill atau kualitas ilmu juga karakter. Jejak digital kalian akan terekam di dunia maya. Jadi barang bukti ujaran kebencian atau hoaks akan mengurangi penilaian atau bahkan justru ditolak sama sekali ketika Anda melamar pekerjaan di sana (perusahaan, red),” ujar Ardi.

Selanjutnya pembicara keempat, Fir Azwar SPd MM, Kepala SMA Negeri 6 Palembang yang juga memaparkan kiat menyiasati tantangan di era digital saat ini.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Ayu Irti Batul Qolby. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Erisa Fadhilla (MC, Conten Creator IG dan TikTok) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1214 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Selasa (14/9) dengan tema “Lindungi Diri dari Bahaya Pornografi” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Muhamad Arif Rahmat SHI (Certified Life Coach), Dr (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi MPd (Akademisi Bidang Pendididikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak), Prof Joni Emirzon SH MHum (Guru Besar Fakultas Hukum Unsri/Ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Palembang), Dra Hj Darmawati MM (Kepala SMA Negeri 15 Palembang). Link Zoom:

https://us02web.zoom.us/j/4209362077.  (sf)

 

Keterangan foto: H Ahmad Zulinto, SPd, MM saat memaparkan materi.

Keterangan foto: Pemateri keempat, Fir Azwar SPd MM, Kepala SMA Negeri 6 Palembang yang juga memaparkan kiat menyiasati tantangan di era digital saat ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *