SMPK Frater Xaverius 1 Palembang dan SMA Xaverius 2 Palembang Gelar Pembinaan Kegiatan Awal Tahun Pelajaran 2021/2022

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Mengawali Tahun Pembelajaran 2021/2022 demi tercipta sesuai harapan Pendidikan Nasional menyongsong masa depan Indonesia lewat pendidikan berkualitas, melalui visi Indonesia Maju pasti dalam genggaman. SMPK Frater Xaverius 1 Palembang Yayasan Mardi Wiyata yang terletak di Jalan Kapten Marzuki 513 Ilir Timur 1 Kamboja Palembang pada Kamis 22 Juli 2022 melaksanakan kegiatan pembinaan, sedangkan SMA Xaverius 2 Palembang Yayasan Santo Louis yang berlokasi di Jalan Sukabangun 1 Km 6,5 Palembang pada Senin, 19 Juli 2021. Kegiatan pembinakan kepada pendidik dan tenaga kependidikan sebagai wujud tercipta sesuai harapan Pendidikan Nasional dengan narasumber ibu Yustinawati, M.Pd selaku Pengawas SMP Disdik Kota mewakili Kepala Diknas Kota Palembang dengan tema materi Transformasi Pendidikan di Era Merdeka Belajar.
Program Merdeka Belajar yang digelontorkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengn tujuan menyikapi perubahan dan adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Virus Covid-19 dan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Merdeka Belajar adalah terobosan untuk mentransformasi pendidikan Indonesia menuju terciptanya sumber daya manusia (SDM) unggul melalui kebijakan yang menguatkan peran seluruh insan pendidikan. Pendidikan yang berkualitas jadi sebuah keniscayaan untuk membangun bangsa yang maju. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui terobosan Merdeka Belajar. Transformasi dilakukan melalui upaya perbaikan. yaitu, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya, dan , melakukan perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen.
“ Guru diharapkan dapat erkonsentrsi kepada mata pelajaran yang memiliki esensi paling besar dalam proses belajar. Guru-guru hanya fokus kepada yang esensi dan kompetensi-kompetensi inti saja, sehingga akan menurunkan ketertingalan.” Ungkap Yustinawati dalam materinya. Pendidikan berkualitas adalah syarat mutlak untuk membangun bangsa dan negara agar maju. Karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan. Salah satunya melalui terobosan Merdeka Belajar, kebijakan baru Kemendikbudristek yang menekankan kemerdekaan berpikir dan belajar. Dalam memajukan pendidikan di Indonesia, tentu saja Kemendikbudristek tidak bisa sendirian. Pendidikan di Indonesia adalah tanggung jawab bersama, melalui kegiatan gotong royong dari semua pihak akan sangat mendukung transformasi dan perbaikan kualitas pendidikan.

Kegiatan pembinaan awal tahun ajaran di ke dua sekolah tersebut baik SMA Xaverius 2 maupun SMP Xaverius 1 diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan agar para guru ini memiliki ciri Jiwa nasionalisme Indonesia, bernalar kritis, profesional dan berorientasi pada peserta didik dan bertujuan guru memperoleh informasi kebijakan Kemendikbudristek terkait merdeka belajar dan implementasi di sekolah atau kelas. “ Guru diharapkan melakukan perubahan paradigma pendidikan implementasinya pada tupoksi guru dan tenaga pendidikan, menyelenggarakan pembelajaran berdiferensiasi dan menyelenggaran kegiatan sekolah yang berpihak pada murid.” Kata Y.Subardan selaku kepala SMA Xaverius 2 saat dibincangi media sriwijaya. “ Kegiatan pembelajaran seperti guru menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran bermutu menilai dan mengevaluasi pembelajaran serta melaksanakan program perbaikan, pengayaan terhadap peerta didik “ harap Fr Faustinus Kepala SMP Xaverius 1 kepada para guru. (daris)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *