SMA Kusuma Bangsa Palembang Ngobrolin Iklim Bareng Green Youth Movement dan Generasi Hijau Sriwijaya
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Peningkatan suhu rata-rata bumi telah menyebabkan dampak serius, seperti hilangnya gletser, kepunahan hewan, dan penurunan hasil pertanian. Dampak ini sangat terasa di beberapa negara, seperti gelombang panas ekstrem. Pada Kamis, (5/12/2024) SMA Kusuma Bangsa berlokasi di Jalan H. Abdul Rozak, 8 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan mengadakan kegiatan Ngobrolin Iklim Bareng Green Youth Movement dan Generasi Hijau Sriwijaya dengan pembawa acara Veroline Florensia Fasilitator M. Wahyu Hytriawan dan M. Revan
Green Youth Movement dan Generasi Hijau Sriwijaya merupakan Program Pendidikan Institute Hijau Indonesia dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program yang dilaksanakan adalah Goes To School di 10 sekolah di sumsel di mana kegiatan tersebut merupakan aksi, edukasi dan campain terhadap perubahan iklim yang terjadi di indonesia.
Lanang Sedayu Koordinator Green Youth Movement Wilayah Sumatera Selatan kepada awak media menjelaskan bahwa kegiatan Goes To School ini telah dilaksanakan di 2 sekolah yaitu SMA Negeri 13 Palembang dan SMA Kusuma Bangsa. Masih ada 8 sekolah lagi yang akan dikunjungi. Tujuan Green Youth Movemment dan Generasi Hijau Sriwijaya sebagai Forum edukator yang berperspektif lingkungan pada Tingkat Pelajar SMA dan Mahasiswa.
Petrus Lilik guru pendamping SMA Kusuma Bangsa menjelaskan bahwa berbagai negara telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, peran generasi muda menjadi semakin krusial, bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Siswa SMA Kusuma Bangsa Palembang sebagai Generasi milenial dan gen Z memiliki idealisme, mobilitas tinggi, kepedulian sosial, inovasi, dan kreativitas yang dapat menjadi modal untuk menyelamatkan lingkungan. “ Mereka dapat menyebarkan berbagai pesan kelestarian kepada khalayak umum melalui berbagai cara dan kanal komunikasi, seperti aksi langsung, video, dan foto di media sosial. Kesadaran lingkungan di kalangan remaja pun dinilai semakin meningkat. Mereka tidak hanya menunjukkan perhatian, tetapi juga aktif mengambil tindakan untuk menghasilkan perubahan.” Kata Petrus.
Menggerakkan generasi hijau bukan tanpa tantangan. Hambatan struktural dan budaya sering kali menghalangi upaya keberlanjutan. Dukungan yang tepat dapat menjadikan remaja agen perubahan yang kuat dalam upaya global untuk keberlanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan yang diambil oleh generasi muda, kita dapat berharap untuk melihat dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.(daris)






