Serbuan Vaksin TNI bersama Walubi dan Unika Musi Charitas
PALEMBANG MEDIASRIWIJAYA – Universitas Katolik Musi Charitas ( UKMC ) bekerjasama dengan TNI Kodam Sriwijaya Cq Korem 044 Garuda Dempo / Kodim 0148 Palembang dan Walubi Sumatera Selatan melaksanakan vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat sekitar kampus, alumni, dan mahasiswa Unika Musi Charitas. Sebanyak 1100 orang sejak pagi pukul 08.00 WIB sudah antri di lingkungan Unika Musi Charitas Jalan Bangau No 60 Palembang pada Sabtu ( 3/7/2021). Dengan tetap melaksanakan prokes yang ketat mereka terbagi dalam tiga kelompok ruangan pelaksanaan vaksin, dibantu Tenaga Kesehatan dari Kesdam Sriwijaya dan tenaga Fakultas Kesehatan UKMC. Hadir pada kesempatan pelaksanaan Vaksinasi tersebut adalah Brigjen TNI Muhammad Zamroni, SIP, Kasdam Sriwijaya, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP, S.Sos Danrem 044 Garuda Dempo, Kol Herry Setyono, S.Psi Dandim 0418 Palembang, Cek Harun, SE, SH,MH Ketua Walubi Sum Sel, DR Antonius Singgih Setiawan, SE, M.Si Rektor Unika Musi Charitas dan Okta Priyadi, ST Ketua IKA Alumni UKMC.
Bersamaan acara Vaksinasi tersebut dilakukan video konfrensi dengan Panglima TNI Hadi Tjahyanto, Marsekal TNI Dr (H.C) SIP yang dipusatkan di GBK Jakarta beserta jajaran Kodam, Korem, Kodim seluruh Indonesia dan pemantauan pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Indonesia. Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP Danrem 044 Garuda Dempo melakukan konferensi di ruang Fakultas Bisnis dan akutansi UKMC Jalan Bangau Palembang didampingi beberapa staffnya. Saat di bincangi awak media dikatakan oleh beliau “ Itu memang kerja sama antara TNI , Walubi dan UKMC, untuk wilayah Sumatera Selatan mndapat jatah 31.696 dan setiap harinya disalurkan 4.966 vaksin. Untuk sasaran target di Unika Musi Charitas sebanyak 1100 vaksin. Beberapa hari ini target kita sudah terpenuhi sesuai arahan diberikan Pak Menkes (Menteri Kesehatan, Red) adalah satu hari TNI harus mampu melaksanakan vaksinasi sebanyak 200.000 di seluruh wilayah. Polri juga demikian 200.000 sehingga 400.000 dikerjakan oleh TNI Polri setiap hari. 600.000 nanti akan dikerjakan gabungan antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, dan juga target 1 juta vaksin per hari secara Nasioanal yang di sampaikan Presiden RI Ir Joko Widodo.” Kata Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP, S.Sos Danrem 044 Garuda Dempo
TNI mengerahkan puluhan anggota dan ratusan tenaga kesehatannya untuk membantu pelaksanaan vaksinasi yang digelar bersama-sama oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Lembaga atau ornasisasi yang peduli mendukung program Pemerintah untuk percepatan penanganan Covid-19 dan memutus rantai penyebaran Covid-19 salah satunya Unika Musi Charitas (UKMC) saat ini. Salah satunya dengan kekebalan kelompok terbangun untuk semakin baik dan mengeluarkan kita dari kondisi keterpurukan. Peserta Vaksinasi akan dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih dulu sebelum divaksinasi. Namun, jika dalam keadaan tidak sehat, maka petugas tidak akan menyarankannya untuk dilakukan vaksinasi. Untuk peserta di UKMC sebelumnya telah mendaftar melalui link yang dibagikan oleh panitia dengan target 1000 peserta, namun belum batas akhir pendaftaran sudah melebihi kapasitas kuota menjadi 1100. “ Kita batasi jumlah sampai 1100 peserta vaksinasi demi ketertiban dan keamanan.” Kata Singgih Setiawan Rektor UKMC saat dibincangi awak Media Sriwijaya.
Kol Herry Setyono, S.Psi Dandim 0418 Palembang mengatakan bahwa TNI tidak hanya mengerahkan tenaga kesehatannya, TNI juga membantu pengamanan serta proses pelaksanaan vaksinasi, termasuk di antaranya pengaturan antrean warga yang akan menerima vaksin Covid-19. Vaksin yang digunakan adalah vaksin jenis Sinovac. Vaksinasi dosis kedua di lingkungan UKMC nantinya akan dilakukan kembali tanggal 31 Juli 2021. Herry Setyono mengaku, vaksinasi yang dilakukan sampai hari ini berlangsung dengan aman dan lancar, tanpa terjadi hal-hal di luar dugaan. Juga tidak ada keluhan sama sekali dari beberapa warga yang ikut divaksin. Herry menambahkan, “Kita juga menghimbau, walaupun sudah divaksin sampai dua kali pun, prokes tetap harus dijaga, sesuai pesan bapak Panglima juga. Jadi jangan anggap yang sudah vaksin bisa sebebas-bebasnya, itu juga tidak baik.” ( daris )









