Sepuluh Hari Menikah, Pengantin Wanita Hilang dari Rumah
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Baru 10 hari menikah, alasan hendak mengambil pakaian di rumah, pengantin wanita Verawati (27) hilang selama 3 hari dari rumahnya di Jalan Bali Makmur Rt 002 Rw 001 Desa Merah Mata Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel). Selama 3 hari melakukan pencarian, dan tidak menemukan keberadaan sang istri Verawati (27). Akhirnya Sutanto (45) warga Desa Sri Mulya Rt 001 Rw 002 Desa Madang Suku II Kabupaten OKU Timur Sumsel, didampingi Kuasa Hukumnya Rudi Hartanto,SH dan Tommy Umbara Putra,SH mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, melaporkan hilangnya sang istri, Selasa (18/7) pukul 15.00 Wib.
Laporan sang suami, Sutanto diterima petugas jaga SPKT Polda Sumsel, dengan Surat Tanda Penerima Laporan Nomor : STTLP /12/VII/2023/SPKT Polda Sumsel, tertanggal 18 Juli 2023.
Sutanto, menunjukan inai merah masih melekat di 10 jarinya, sambil menunjukan video prosesi akad nikah dengan sang istri di tempat tinggalnya di OKU Timur, usai membuat laporan polisi di SPKT Polda Sumsel.

Sutanto, yang sehari -hari pembisnis telur bebek ini mengaku kenal dengan Verawati satu tahun yang lalu, dikenalkan oleh kerabatnya, gayung bersambut mereka pun menikah dengan persetujuan dari keluarga pihak perempuan. Pesta pernikahan pun berlangsung meriah di rumah pihak laki- laki, pada hari Kamis tanggal 6 Juli 2023, dengan mahar 1,5 suku emas dan uang tunai Rp 15 juta tunai. Dan tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Madang Suku II Kabupaten OKU Timur. “Saya nikah tanggal 6 Juli kemarin, hilangnya hari Sabtu kemarin, kami kenal di tempat adik saja satu tahun lalu, rencana awal memang kita akan tinggal di dusun, karena emak saya sendirian, dan saya sudah bicara dengannya,” ungkap Sutanto.
Usai pernikahan di OKU Timur, sang istri Verawati, mengajak Sutanto untuk ke Merah Mata Banyuasin (perbatasan Palembang – red), sementara Verawati pulang ke rumah orang tuanya hanya untuk mengambil pakaian. “Dari dusun tu dia mengajak ke Palembang, alasannya itu mengambil baju, sesampai di Palembang aturan 2 hari rupanya sampai 5 hari, diajak balek katanya masih rindu, waktu itu dia ngomong kalau mau duluan lajulah duluan, waktu itu pergi main ke rumah kakak di Talang Kelapa, balek (pulang) dia (istri) sudah tidak ada lagi,” ujar Sutanto.

Dijelaskan Sutanto, dirinya bersama istri, Verawati tiba di rumah orang tua istrinya di Merah Mata (11/7). Sutanto pada Jumat (15/7) bersilaturahmi dengan kakaknya di Talang Kelapa tanpa ditemani sang istri, baru esoknya Sabtu (16/7) sekitar pukul 13.30 Wib pulang rumah orang tua istrinya di Merah Mata, langsung mencari keberadaan sang istrinya.
Berbagai upaya sudah dilakukan Sutanto, mencari keberadaan sang istri, dari bertanya kepada kedua orang tua istrinya, sanak dan kerabat sang istri, tapi jawaban sama tidak tahu. Dan akhirnya melapor ke polisi. “Tanggapan orang tuanya, dijawab tidak tahu, Vera sebelum nikah sempat cerita sering kena pukul, sering kena anu sama orang tua. Maka itu kedatangan saya ke sini melaporkan bahwa istri saya hilang, teleponnya sudah tidak aktif,” ujarnya.
Sutanto, berharap sang istri pulang, untuk menjelaskan kelangsungan rumah tangga mereka yang baru beberapa hari dibina. “Untuk Vera, kalau masih ada niat balek kami tunggu. Kalau tidak ada niat baik cepat pulang kita selesaikan, bagaimana baiknya,” harapnya. (Ly).




