HeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Rukyatul Hilal Awal Zulhijjah 1447 H di Palembang, Dukung Penetapan Awal Zulhijjah 1447H

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) menggelar kegiatan Rukyatul Hilal untuk mendukung penetapan awal bulan Zulhijjah 1447 H. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Taufiq, di Markaz Observasi Hilal Helipad Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (17/05/2026) sore.

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat penting dan lintas instansi, di antaranya Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Efriyansa, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, perwakilan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Graha Teknologi Sumsel, perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, serta awak media cetak dan elektronik yang siap mengabarkan hasil pengamatan kepada masyarakat.

Berdasarkan data hisab yang dirilis oleh Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sumsel pada sore hari pelaksanaan, posisi hilal di Kota Palembang dilaporkan sudah berada di atas ufuk dengan detail teknis sebagai berikut:

Matahari Terbenam: Pukul 17:57:39 WIB.

Hilal Terbenam: Pukul 18:28:53 WIB.

Ketinggian Hilal: 6 derajat 6 menit 20 detik di atas Ufuk Mar’i.

Sudut Elongasi: 9,61 derajat.

Azimut Matahari: 289 derajat 21 menit 30 detik dari Utara ke Timur.

Azimut Bulan: 296 derajat 41 menit 4 detik dari Utara ke Timur.

Dalam keterangannya, Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel, Taufiq, didampingi pejabat teknis menjelaskan bahwa posisi hilal di Palembang secara teoretis (hisab) sudah melampaui kriteria minimal Imkanurrukyah yang disepakati oleh MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).”Berdasarkan Kriteria MABIMS yang baru, hilal dinyatakan memenuhi syarat minimal jika ketinggiannya berada pada 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Mengacu pada data sore ini, ketinggian hilal kita sudah mencapai 6 derajat lebih dan elongasi 9,61 derajat. Oleh karena itu, secara matematis hilal di atas kertas sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Namun, pada saat pelaksanaan pemantauan langsung di lapangan, Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sumsel melaporkan bahwa hilal tidak terlihat dari titik pemantauan Helipad Hotel Aryaduta Palembang.

Meskipun hasil rukyat di Palembang tidak terlihat, Taufiq menegaskan bahwa keputusan resmi tetap berada di tangan pemerintah pusat. Hasil pemantauan langsung (rukyat) dari Palembang ini langsung dikirimkan kepada Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag RI di Jakarta. Data tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan bersama data dari titik-titik rukyat lainnya di seluruh Indonesia dalam Sidang Isbat.”Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi mengenai ketetapan awal Zulhijjah serta Hari Raya Idul Adha 1447 H yang akan disampaikan secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia,” tutup Taufiq di akhir kegiatan.

Jika hasil Sidang Isbat secara nasional menetapkan awal Zulhijjah jatuh pada hari esok, Senin, 18 Mei 2026 M, maka perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *