EkonomiHeadlineNasionalPalembang

Revitalisasi Rusun 26 Ilir Tersendat

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Keberadaan Rumah Susun (Rusun) 26 Ilir Palembang yang merupakan rusun pertama berdiri di kota Palembang tahun 80-an tampaknya perlu menjadi perhatian khusus. Rusun yang berdiri di lokasi eks kebakaran hebat pada masa itu, seyogianya sudah menjadi cling kembali pasca revitalisasi yang sudah diprogramkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Namun ternyata program revitalisasi tersendat. “Kami merespon terhadap Laporan tersendatnya revitalisasi Rumah susun ini,” ujar Dr. Johanes Widijantoro S.H., M.H., Perwakilan dari Ombudsman Sumatera Selatan yang sengaja datang untuk melihat keadaan Rusun 26 ilir Palembang, Senin (11/10).

Johanes menyampaikan, menurut informasi yang diterima pihaknya dari pihak Perumnas bahwa dana masih menjadi masalah dalam proses revitalisasi Rusun. “Namun kami tidak percaya begitu saja. Kami dari  Ombudsman akan menyelidiki kebenaran pernyataan ini. Kami akan konfirmasi apakah benar dana menjadi masalah pada proyek yang sudah berlangsung selama 5 tahun ini,” ujar Johanes lagi.

Menurutnya, Ombudsman merupakan Lembaga Negara yang berwenang untuk mengawasi segala pelayanan publik yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Salah satu contoh lembaga yang diawasi adalah Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perumnas) yang mengurusi pengembangan Rumah Susun 26 Ilir Palembang ini,” kata Johanes yang juga pada kesempatan ini melihat langsung kondisi Rusun 26 Ilir.

Kondisi rusun yang sudah tua, hilangnya sarana dan prasarana, serta tumpukan sampah menjadi tanda tanya akan kemajuan proses peremajaan rusun yang telah lama direncanakan Pemerintah Kota Palembang. “Pemerintah Kota Palembang sebagai pihak pengelola wilayah memiliki kepentingan untuk mendorong Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan rencana-rencana revitalisasi itu,” tambah Dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Diakui Johanes, peremajaan Rusun berguna untuk memberikan kenyamanan serta mencegah risiko kecelakaan yang dapat membahayakan kesejahteraan penghuni rusun. “Instalasi listrik yang sudah berusia puluhan tahun, serta bangunan Rusun sendiri yang telah ada semenjak 1984 menunjukan usia tuanya dan dalam keadaan kritis perlu pembaruan. Rendahnya kesehatan lingkungan juga mendapatkan perhatian, bertumpuknya sampah dan tersumbatnya selokan dapat menjadi sarang berbagai macam penyakit yang membahayakan masyarakat sekitar,” ujarnya prihatin. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *