PSE KaPal dan Koperasi Karya Kasih Palembang Adakan Sarasehan Pemberdayaan Masyarakat: Membangun Kemandirian Melalui Kolaborasi Gereja dan Koperasi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dalam semangat memperkuat solidaritas dan meningkatkan kesejahteraan umat, Seksi Sosial Paroki St Yoseph Palembang bekerja sama dengan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Palembang dan Koperasi Kredit Karya Kasih Palembang menyelenggarakan Sarasehan Pemberdayaan Masyarakat, Senin (12/5/2025) bertempat di Aula Pastoran Gereja St Yoseph Jalan Jenderal Sudirman 128 Palembang
Kegiatan yang dihadiri oleh RD Hyginus Gono Pratowo pastor Paroki St Yoseph Palembang, V.Eddy Cahyono, Intarso, dari Forum CU KaPal, T. Sulistyo Subandi, Al Purwonugroho, RD Laurentius Rakidi, Frans de sales Billy Jaya ketua DPP St Yoseph Palembang dan puluhan penggiat koperasi ini bertujuan untuk menggugah kesadaran dan partisipasi umat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis solidaritas dan nilai-nilai sosial Katolik. Dalam sarasehan ini, para peserta yang terdiri dari pengurus lingkungan, tokoh umat, serta anggota koperasi diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai strategi pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pastoral dan ekonomi sosial.

RD Laurentius Rakidi Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Palembang menyampaikan bahwa “Gereja tidak hanya hadir dalam pelayanan rohani, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.” Sementara itu, pengurus Koperasi Kredit Karya Kasih menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan solidaritas sebagai fondasi ekonomi umat.
RD Hyginus Gono Pratowo yang juga deken dekanat Palembang dalam sambutannya mengatakan bahwa sarasehan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jejaring antar paroki dan memperkenalkan berbagai program pemberdayaan, termasuk pengembangan koperasi umat, pelatihan kewirausahaan, serta akses pembiayaan mikro berbasis komunitas.

Sulistyo Subandi pengurus Koperasi Karya Kasih Palembang berharap melalui kegiatan ini, terbentuk sinergi antara Gereja dan umat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera.(daris)




