HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

Proyek Independen UKMC: Kolaborasi Membangun Sinergi, Berkarya Bagi Bangsa

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Menutup tahun 2024, lima tim proyek independen UKMC hasil hibah pendanaan ISS MBKM 2024 telah menuntaskan karya mereka dengan cemerlang. Presentasi akhir proyek indepeden pada Hari Kamis, 19 Desember 2024 pukul 09.00 di Ruang Conference Fakultas Sains dan Teknologi UKMC dilakukan di depan PIC Proyek Independen Bp Andri Wijaya S. Kom., M.T.I dan Ketua Unit MBKM UKMC Ibu Dr Retno Ika Sundari S.E., M.Si. Adapun Tim Proyek Independen UKMC merupakan tim yang unik karena kolaborasi lintas studi yang membutuhkan sinergi antar anggota tim dalam proyek bersama di mana kepakaran tiap anggota tim tercermin dari luaran proyek independen.

Seperti yang dilakukan oleh tim 1 yang berhasil membuat proyek indepeden berupa digitalisasi system penjaminan mutu internal instituasi pendidikan. Tim 1 ini terdiri dari Laurentius Dika Andreano Vega (Prodi Infornatika sekaligus ketua tim); Caprio Jones Sibarani (Prodi Teknik Industri) dan Deo Anggoro (Prodi Sistem Informasi). Ide proyek independen ini muncul dari hasil observasi keberadaan system penjaminan mutu internal UKMC yang masih menggunakan system konvensional yang bersifat manual dan kurang terintegrasi. Hal ini berdampak pada kerentanan kesalahan manusia dan inkonsistensi data yang akan menghambat proses pengumpulan data, analisa dan pengambilan keputusan. Setelah timber diskusi dengan DPL tim 1 yakni Yohanes Dicka Pratama S.T., M.T diusulkanlah proyek independen berupa digitalisasi system penjaminan mutu.

Sementara itu,tim 2 yang terdiri dari Arnoldus Julio Pratama sebagai ketua (Prodi Informatika); Maudi Astadia (Prodi Teknik Industri) dan Bryan Oktavianus (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) menghasilkan luaran Pengembangan Game Mobile Edukasi untuk pembelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP menggunakan model Waterfall. Bp Wawan Nurmansyah S.Kom., M. Cs selaku dosen pendamping mengungkapkan ketika melakukan diskusi bersama tim 2, mereka berupaya untuk membuat proyek yang mencakup kepakaran dari tiap anggota. Pemilihan Model Game Edukasi dilakukan karena banyak anak yang terpapar dampak negatif game dari gadget yang digunakan. Pemilihan game edukasi diharapkan dapat menghalau kesan negative dari dampak gadget, sedangkan pemilihan penggunaan bahasa inggris digunakan karena tim 2 menyadari kemampuan bahasa inggris menjadi kebutuhan utama dalam pembelajaran di bangku sekolah. Dengan keberadaan game edukasi, diharapkan siswa mempelajari bahasa inggris dengan nyaman. Hingga saat tim 2 ini melakukan presentasi, model game tersebut sedang dalam tahapan di daftarkan dalam google play store.

Selanjutnya, tim 3 terdiri dari Anggita Ratu (Prodi Sistem Informasi); Rachells Haryenitha Vega (Prodi Arsitektur) dan Dominicus Sendy Wirawan (Prodi Psikologi) menghasilkan luaran Ruang Ideal: Desain Apartemen yang Mengutamakan Kesejahteraan Penghuni. Tim 3 dibawah bimbingan IbuTheresia Widyastuti S. Psi., M.Psi., PSikolog menekankan pemilihan Apartemen dilatarbelakangi dampak urbanisasi yang pesat telah mengubah lanskap perkotaan, mendorong peningkatan permintaan akan hunian, seperti apartemen. Namun, seiring dengan pertumbuhan ini, muncul tantangan baru dalam menciptakan ruang hidup yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung kesejahteraan penghuninya. Dalam konteks ini, desain apartemen yang mengutamakan kesejahteraan penghuni menjadi semakin krusial, mengingat dampak langsung lingkungan tempat tinggal terhadap kualitas hidup seseorang. Apabila dilihat dari sudut pandang psikologi lingkungan telah menunjukkan bahwa desain ruang memiliki pengaruh terhadap perilaku, emosi, dan kesehatan manusia. Elemen-elemen seperti pencahayaan, warna, tata letak, dan konektivitas dengan alam terbukti mempengaruhi tingkat stres, produktivitas, dan kebahagiaan secara keseluruhan. Untuk itulah tim 3 memberikan salah satu temuan perlu adanya perhatian khusus terhadap bagaimana desain ruang dapat berkontribusi pada kesejahteraan.

Berikutnya, tim 4 yang terdiri dari Andreas Alessandro Fernandito Putra (Prodi Sistem Informasi) Victoria Madeline Beatrice (Prodi Arsitektur) dan Siti RahmaAyu (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) menghasilkan luaran Penerapan Teknologi Manajemen Digital dan Sistem Informasi untuk meningkatkan Bangunan Universitas yang terstruktur. Di bawah pendampingan Bp. Arif A Liyanto M.Kom selaku DPL, Tim 4 mengemukakan penerapan utama teknologi manajemen digital dan sistemin formasi bagi keberhasilan sarana digital dalam pendidikan. Namun, keberhasilan strategi peningkatan kualitas pendidikan ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada desain fisik bangunan yang efektif.Bentuk desain fisik bangunan yang efektif tentunya mencakup berbagai aspek seperti bentuk, ruang, dan struktur harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Hal ini akan memungkinkan bangunan tidak hanya terlihat estetis tetapi juga fungsional dan efisien terhadap penggunaan, khususnya pada bidang pendidikan. Perhatian terhadap detail seperti proporsi bentuk, alokasi ruang yang tepat, dan kekuatan struktur dapat mempengaruhi kualitas dan efektivitas penggunaan bangunan tersebut. Dengan adanya desain bangunan yang memperhatikan kebutuhan teknologi, seperti ruang yang memadai untuk infrastruktur IT dan fasilitas yang mendukung interaksi digital, efektivitas Sistem Informasi Manajemen dapat ditingkatkan.

Terakhir, Kelompok 5 yang terdiri dari Putra Aditya (Prodi Sistem Informasi) Ardian Firdaus (Prodi Teknik Industri) dan Falendsya Putri Purba (Prodi Arsitektur) mempersembahkan hasil proyek indepeden berupa Integrasi sistem dan teknologi informasi untuk mewujudkan bangunan cerdas multi fungsi bagi bisnis modern. Di bawah bimbingan Bp. Abdul Rachmat ST., MT, tim 5 mengemukakan latar belakang proyek indepeden yang mereka angkat berawal dari peningkatan urbanisasi di Palembang menyebabkan lonjakan kebutuhan energi yang signifikan, sementara system energi yang ada masih kurang efisien. Manajemen energi pada gedung pintar merupakan tantangan yang kompleks dan penting. Di tengah pesatnya pertumbuhan populasi perkotaan dan meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, efisiensi energi di ruang kita tidak bisa lagi diabaikan. IoT telah muncul sebagai solusi yang menjanjikan, memungkinkan penggunaan sensor cerdas yang terhubung untuk memantau ,mengukur, dan mengendalikan aspek-aspek penting pada bangunan. Selain masalah energi, pengelolaan ruang dan fasilitas di Palembang masih menghadapi keterbatasan. Banyak gedung perkantoran dan hunian tidak dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis modern seperti fleksibilitas ruang kerja dan system komunikasi yang andal. Kebutuhan akan lingkungan yang adaptif semakin meningkat, terutama dengan perkembangan pola kerja hibrida yang memerlukan ruang yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dengan mempertimbangkan permasalahan ini, penting bagi kota Palembang untuk memanfaatkan teknologi bangunan pintar tidak hanya sebagai alat untuk mendukung bisnis modern, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kota yang berkelanjutan dan selaras dengan budaya lokal.

Di akhir sesi, semua tim yang terlibat mengungkapkan kelegaan ketika proyek mereka dinyatakan berhasil. Seru, haru, bahagia terpancar di wajah para mahasiswa. Hal ini menegaskan peran pentingnya MBKM dalam kurikulum merdeka. Kemampuan bereksplorasi dan bersinergi dalam proyek bersama menggambarkan kehidupan dunia kerja dalam mengembangkan suatu proyek yang harus terintegasi dengan semua aspek kehidupan. Tiap mahasiswa berharap proyek seperti ini akan berlanjut karena mereka menyadari banyak hal didapatkan ketika proses proyek independen dilakukan, mulai dari tahapan merencanakan proyek hingga bagaimana kepakaran anggota tercermin dalam proyek bersama tersebut.(daris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *