PKm Mahasiswa Psikologi UKMC Dalam Mengembangkan Kreativitas dan Konsentrasi Dengan Psikologi Permainan Clay
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Sebagai bentuk kontribusi pengabdian kepada masyarakat (PKm) di perguruan tinggi yang merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu, pengetahuan, teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 47 dan 48. Mahasiswa program studi Psikologi UKMC Mellycent, Natalia Marchelly, Josephine Clarissa T.S, Yohana Lia Nathania, Sabina Aulia Permata Nugroho, dan Theresia Putri Anggraini, dengan dosen pendamping Theresia Widyastuti, S.Psi., M.Psi., Psikolog melakukan kegiatan di SD Xaverius 4 Jl,KH Dahlan Talang Semut Bukit Kecil Palembang.
Menurut Theresia Widyastuti kegiatan pengabdian bertajuk “Mengembangkan Kreativitas dan Konsentrasi dengan Psikologi Bermain Melalui Media Permainan Clay” diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa SD Xaverius 4 Palembang. Melalui Clay Factory, anak-anak dapat mengekspresikan kreativitas mereka dalam bentuk seni tiga dimensi serta meningkatkan keterampilan motorik halus. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat aspek psikologis dan sosial mereka dalam lingkungan sekolah.
Marchelly ketua tim PKm menjelaskan bahwa psikologi bermain adalah cabang psikologi yang mempelajari bagaimana bermain berkontribusi terhadap perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik individu, khususnya anak-anak dan remaja. dan psikologi bermain menyoroti bagaimana berbagai bentuk permainan mendukung pertumbuhan dan adaptasi individu dalam lingkungan sosial serta perkembangan kepribadian mereka. Bermain dianggap sebagai aktivitas penting dalam pembentukan motorik halus, berpikir logis, dan interaksi sosial
Supeno selaku Kepala SD Xaverius 4 Palembang mengatakan bahwa pelaksanaan PKm mahasiswa UKMC dalam hal permainan clay yang merupakan aktivitas kreatif yang melibatkan plastisin untuk membentuk berbagai bentuk dan objek, permainan ini tidak hanya bersifat reaksional tetapi juga memiliki manfaat edukatif dan terapeutuik. Semoga dalam dunia anak – anak permainan clay sering digunakan untuk mengembangkan kreatifitas, koordinasi motorik halus serta kemampuan berfikir abstrak dan spesial. Permainan clay bertujuan untuk mengindentifikasi manfaat, tantangan serta efektifitas, berdasarkan hasil.(daris)






