Perkuat Keadilan Gender di Akar Rumput, IPeKB Bengkulu dan Institut KAPAL Perempuan Gelar Pelatihan Penyuluh KB Transformatif
BENGKULU, MEDIASRIWIJAYA – DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan Institut KAPAL Perempuan sukses menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Penyuluh KB untuk Pembangunan Keluarga yang Transformatif Gender. Kegiatan intensif ini berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 bertempat di Ruang Belajar LATBANG Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, H. Dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan diikuti oleh 25 orang Penyuluh KB perwakilan dari lima wilayah, yaitu Kabupaten Seluma, Lebong, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu.

Agenda strategis ini merupakan langkah nyata sekaligus tindak lanjut dari inisiatif Alumni Training KAPAL Perempuan. Tujuannya adalah membekali para penyuluh dengan pemahaman mendalam dalam mengintegrasikan prinsip keadilan gender pada program pembangunan dan ketahanan keluarga yang inklusif.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, H. Dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam penyuluhan di lapangan.”Penyuluh KB adalah ujung tombak program di masyarakat. Melalui perspektif transformatif gender ini, kita ingin memastikan bahwa program pembangunan keluarga tidak lagi melanggengkan ketimpangan, melainkan mampu menciptakan ruang yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Zamhir.


Selama tiga hari pelaksanaan, pelatihan ini menghadirkan para pakar dan praktisi kompeten sebagai fasilitator, antara lain:
Budhis Utami, M.Hum.* (Direktur Institut KAPAL Perempuan)
Evi Elvina Dwita, S.H.* (Advokat Cahaya Perempuan WCC Bengkulu)
Rosita Mulya Ningsi, S.Ikom.* (Pengurus DPD IPeKB Provinsi Bengkulu sekaligus Alumni Training KAPAL Perempuan yang menjadi inisiator utama kegiatan)
Melalui sinergi para fasilitator tersebut, ke-25 peserta diajak mengelaborasi berbagai materi analisis gender dan strategi pengarusutamaan gender di tingkat tapak. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan oleh para penyuluh di daerah masing-masing demi mempercepat terwujudnya keluarga Indonesia yang lebih maju dan responsif gender. (*)





