google-site-verification: google09076e6a44bdb237.html Peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 di Sumsel: Momentum Menjaga Marwah Guru di Tengah Perubahan Zaman – Mediasriwijaya
HeadlineNasionalOgan Komering IlirPalembangPendidikanSUMSEL

Peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 di Sumsel: Momentum Menjaga Marwah Guru di Tengah Perubahan Zaman

Teks foto: Ketua PGRI Sumsel Assocc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM.Msi.

 OKI, MEDIASRIWIJAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Gedung Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (2/12/2025), tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga marwah guru di tengah tantangan dunia pendidikan modern. Tema “Mari Kita Jaga Marwah Guru Untuk Mewujudkan Guru Hebat Indonesia” menjadi roh seluruh rangkaian acara yang dihadiri ribuan guru dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Acara diawali dengan penampilan seni, Video ucapan terimakasih guru dan siswa kepada Gubernur Sumatera Selatan dilanjutkan upacara penghormatan bagi para pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan pembentuk karakter bangsa.

Ketua PGRI Provinsi Sumsel Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si. menggugah para peserta dengan penekanan bahwa marwah guru adalah harga diri profesi yang harus terus dijaga oleh semua pihak. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi agen perubahan. Menjaga marwah guru berarti menjaga martabat pendidikan itu sendiri. Guru perlu dihormati, diberdayakan, dan didukung agar dapat mengembangkan kreativitas dan membentuk masa depan bangsa,” tegas Bukman dalam sambutannya.

Teks foto:Ketua PGRI Sumsel bersama Bunda Guru Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru dan Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Ia menambahkan bahwa menjaga marwah guru tidak cukup dilakukan oleh PGRI atau pemerintah saja. Ada tiga pilar penting yang harus bersinergi, yaitu Pemerintah Provinsi Sumsel, Dewan Pendidikan, dan PGRI sebagai organisasi profesi. Ketiganya memiliki peran strategis menciptakan iklim pendidikan yang sehat, bermartabat, dan melindungi hak-hak guru.

Ketua PGRI Sumsel kembali menyoroti pentingnya keberlanjutan regulasi nasional yang melindungi profesi guru. Ia mengusulkan kepada Gubernur agar implementasi Undang-Undang Guru dan Dosen, termasuk sertifikasi serta tunjangan profesi, tetap dipertahankan demi menjaga marwah dan kualitas pendidik. “Atas nama seluruh guru di Sumsel, kami mengapresiasi berbagai inovasi pembangunan daerah yang turut mendukung dunia pendidikan,” ujarnya.

Teks foto: Ketua PGRI Sumsel menyerahkan SK penobatan Bunda Guru Kota Palembang kepada Dewi Sastrani Ratu Dewa.

Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki yang turut hadir menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, menjaga marwah guru berarti menyediakan akses pelatihan, teknologi, serta lingkungan pembelajaran yang memungkinkan guru berkembang. “Pemerintah akan terus berkolaborasi dengan PGRI agar guru memiliki ruang untuk tumbuh dan dihargai,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, dalam pernyataan resminya, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh guru. Ia menegaskan bahwa tema tentang menjaga marwah guru sangat relevan dengan komitmen pemerintah saat ini yang mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar guru semakin sejahtera. Kita ingin menghapus stigma bahwa menjadi guru itu identik dengan kemiskinan. Guru harus berdiri tegak dengan martabat yang terhormat,” tegas Gubernur. Sebagai Pembina PGRI Sumsel, ia berkomitmen melanjutkan program insentif guru dan memastikan kebijakan daerah berpihak pada tenaga pendidik.

Teks foto: Penampilan siswi di sela kegiatan puncak HUT PGRI dan HGN 2025.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai penyerahan Penghargaan Guru Inspiratif serta pameran inovasi pendidikan yang menampilkan karya kreatif guru dan siswa. Seluruh kegiatan ini menjadi bukti bahwa marwah guru bukan hanya slogan, tetapi diwujudkan melalui prestasi, dedikasi, dan inovasi nyata di lapangan. Pengurus PGRI Sumsel hadir di antaranya

Wakil Ketua, Drs. H. Lukman Haris, M. Si.,

Wakil Ketua, Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M. Pd.

Wakil Ketua, Syahrial, S. Pd.,M.M

Sekretaris Umum, Drs. Hery Amirul, M. M.

Wakil Sekretaris I, H. Ahmad Kamil, S. Pd.,M.Si

Bendahara, Dr. Hetilaniar, M.Pd.

Wakil Bendahara, Dr. Eni Heldayani, M.Sc.

Teks foto: Wakil Ketua Drs H Lukman Haris, MSi (kanan) saat menyerahkan penghargaan.

Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi PGRI Provinsi Sunsel, Dewan Pendidikan, dan Komite Sekolah tentang menjaga marwah guru dengan “Peresmian draf aplikasi keputusan penguris komite sekolah tentang perlindungan marwah guru dalam melaksanakan tugas pada satuan pendidikan” dan nyanyian massal “Hymne Guru” serta “Terima Kasih Guruku”. Seluruh peserta berdiri, menyanyikan lagu dengan haru, seolah menegaskan kembali tekad kolektif untuk menjaga martabat dan kehormatan profesi guru.

Peringatan HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga marwah guru. Sebab ketika marwah guru dihormati, dihargai, dan dijaga, maka kualitas pendidikan bangsa akan melangkah semakin maju.(*))

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *