HeadlinePalembangPendidikanSUMSEL

Pemberdayaan Kelompok Usaha Budidaya Lele Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lebung Gajah, Pkm Dosen Prodi Administrasi Publik Universitas Sriwijaya

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  – Kelompok warga di Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Melalui program pengabdian masyarakat yang digagas oleh dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Sriwijaya (Unsri), warga diberdayakan dalam mengelola usaha budidaya ikan lele. Program ini bertujuan memberikan keterampilan, teknologi, dan strategi pemasaran modern agar usaha budidaya lele milik warga dapat berkembang lebih pesat. Kegiatan ini didanai oleh BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) sebagai bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Tim pengabdian yang dipimpin oleh Dr. Atrika Iriani, M.Si., bersama anggota dosen Annisa Larasati Chairani, M.Si., dan Ina Masruroh, MPA., serta dua mahasiswa Raditya Dwi Pangestu dan Elivia Pasma Putri, melihat potensi besar pada kelompok usaha budidaya lele di Lebung Gajah.

Selama ini, para pembudidaya menjalankan usahanya secara tradisional tanpa pengetahuan mendalam tentang teknik modern. Dengan adanya PKM ini, para pembudidaya mulai tahu cara budidaya ikan, mengelola keuangan, sampai memasarkan lewat media sosial.

Program yang berlangsung pada 25 hingga 27 Juli 2025 ini diawali dengan sosialisasi dan diskusi untuk memahami kebutuhan riil masyarakat. Berdasarkan masukan tersebut, tim pengabdian menyelenggarakan tiga pelatihan utama. Pertama, pelatihan peningkatan produksi yang fokus pada teknik pemeliharaan modern dan efisiensi pakan. Kedua, pelatihan laporan keuangan digital untuk membantu warga mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rapi. Ketiga, pelatihan digital marketing yang membekali warga dengan kemampuan membuat konten foto, video, dan promosi kreatif untuk menjangkau pasar daring yang lebih luas.

Pendampingan intensif juga diberikan kepada warga dalam penggunaan alat dan teknologi baru untuk budidaya. Hasilnya mulai terlihat signifikan; lele-lele yang dibudidayakan menjadi lebih sehat, masa panen lebih cepat, dan pesanan mulai berdatangan dari luar kelurahan. Menurut Dr. Atrika, inti dari kegiatan ini adalah membangun kemandirian. “Kami ingin mereka bisa berdiri di atas kaki sendiri, bukan sekadar menunggu bantuan,” katanya. Program ini tidak hanya tentang budidaya ikan, tetapi juga tentang menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Antusiasme warga Lebung Gajah menunjukkan bahwa budidaya lele bukan hanya sekadar komoditas perikanan, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kerja sama untuk masa depan ekonomi yang lebih mandiri. Dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi, serta LPPM Universitas Sriwijaya, menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan semakin banyak kelompok usaha mandiri yang dapat tumbuh dan berkembang di Palembang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *