PEMBERDAYAAN BERBASIS MASYARAKAT OLEH DOSEN UNANTI BERTEMA INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN TEKNOLOGI ZERO WASTE DI TPA KECAMATAN AIR KUMBANG
Gambar 1. Tim Pelaksana Bersama Camat Air Kumbang dan Kades Sidomulyo
Universitas Tridinandi (Unanti) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat. Kegiatan ini didanai oleh Program Hibah Kemendikbud Ristek Tahun Anggaran 2024. Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Djatmiko Noviantoro, S.E,M.Si (Manajemen) dan beranggotakan Selvia Aprilyanti, S.T,M.T (Prodi Teknik Industri Unanti) dan Irnanda Pratiwi , S.T,M.T (Prodi Teknik Industri Unanti), serta mahasiswa dari Prodi Teknik Industri Unanti.
Kegiatan program kemitraan masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin. Khalayak sasaran strategis yaitu Kepala Desa Sidolmulyo di Kecamatan Air Kumbang, Banyuasin yang diharapkan memberikan arahan lebih lanjut ke masyarakat agar peduli lingkungan.
Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam merealisasikan solusi yang ditawarkan terhadap permasalah terkait penerapan Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dengan Teknologi Zero Waste Berorientasi Pada Good Management-Garbage Practices di Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin dilaksanakan antara lain sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi, Pendampingan dan Evaluasi, Serta Keberlanjutan Program. Pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat ini merupakan upaya perubahan sosial yang bertujuan merubah seluruh aspek kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik dengan sasaran pokok menciptakan kesejahteraan masyarakat. Terkait dengan hal itu, kesejahteraan masyarakat dapat dicapai melalui kolaborasi masyarakat dan akademik untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Guna mewujudkan pembangunan yang merata, dibutuhkan kreativitas dan inovasi pada semua lini.


Djatmiko menjelaskan (26/6/2024), timnya membawa inovasi berupa metode pengelolaan sampah terutama di TPA Kec Air Kumbang dalam manajemen kelompok sampah yang dapat direcycle maupun didaur ulang sehingga menghasilkan produk daur ulang yang bernilai ekonomis dan membantu dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.


Kecamatan Air kumbang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dengan luas wilayah ± 355.56 Km dan jumlah penduduk ± 27.952jiwa. Semakin padatnya jumlah penduduk dikecamatan tersebut maka akan semakin banyak pula sampah rumah tangga yang dihasilkan. Secara umum paradigma masyarakat terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga biasanya akan dibuang agar tidak lagi berada di lingkungannya. Pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga yang dikelola melalui konsep open dumping, incenerator atau dibakar secara konvensional belum menjadi solusi yang baik. Praktek pengelolaan sampah yang baik adalah yang mampu meminimalkan penumpukan timbulan sampah di tempat penampungan dan zero waste. Konsep zero waste merupakan praktek pengelolaan sampah yang baik dengan pendekatan teknologi pengolahan.
Dari hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini terjadi peningkatan wawasan oleh warga mitra dalam pengelompokkan sampah yang tergolong dalam kategori sampah organic, sampah an organic dan sampah B3. Dari masing-masing limbah ini terdapat beberapa sampah yang dapat dipergunakan Kembali seperti ember bekas cat, pembuatan kompos dari sampah organic, memberikan inovasi pada limbah sampah bungkus minuman sachet dan bungkus deterjen menjadi tas plastik daur ulang dan pemanfaatan sampah plastic menjadi conblok. (*)




