HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Pelatihan Dasar Manajemen dan Audit Energi Dorong Transisi Energi Berkeadilan di Sumatera Selatan

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA— Upaya memperkuat kapasitas pengelolaan energi yang efisien dan berkeadilan terus dilakukan di Sumatera Selatan melalui Pelatihan Dasar Manajemen dan Audit Energi yang akan berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di Hotel Grand Daira, Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari unsur organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, pengelola rumah ibadah, organisasi masyarakat sipil, serta perguruan tinggi dan komunitas.

Pelatihan ini bertujuan membangun pemahaman dasar peserta mengenai isu Transisi Energi Berkeadilan, efisiensi energi, serta mendorong aksi nyata pengurangan konsumsi energi dan emisi karbon di institusi masing-masing. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen energi gedung, efisiensi energi, hingga praktik perhitungan jejak karbon menggunakan aplikasi cahayamu.id.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Mitra Hijau (YMH) dengan Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah dalam kerangka Proyek IKI-JET yang didukung pendanaan dari Pemerintah Jerman. Proyek IKI-JET merupakan kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman untuk mempersiapkan implementasi Transisi Energi Berkeadilan, khususnya di daerah penghasil energi fosil, termasuk Sumatera Selatan.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi dari para narasumber yang berpengalaman di bidang energi dan kebijakan publik, mencakup topik transisi energi dan dekarbonisasi, energi baru terbarukan, efisiensi energi bangunan, hingga audit energi dan penghitungan jejak karbon.

Salah satu materi kunci adalah Audit Energi, yang diperkenalkan sebagai proses evaluasi sederhana dan sistematis untuk memahami pola penggunaan energi di bangunan serta mengidentifikasi peluang penghematan yang realistis dan dapat segera diterapkan. Audit energi diposisikan sebagai langkah awal yang paling efektif dan berbiaya rendah dalam upaya efisiensi energi. “Pemahaman dasar tentang manajemen dan audit energi sangat penting karena dari sanalah kita bisa melihat di mana energi digunakan, di mana terjadi pemborosan, dan langkah apa yang paling rasional untuk dilakukan lebih dulu. Audit energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal tata kelola dan cara berpikir yang lebih adil dalam mengelola energi,” ujar Dicky Edwin Hindarto, narasumber audit energi sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau.

Senada dengan itu, Ahmad Ahid Mudayana dari Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak tingkat pengelola institusi. “Manajemen energi yang baik dimulai dari pemahaman dasar. Ketika pengelola gedung, sekolah, atau rumah ibadah memahami prinsip efisiensi dan audit energi, maka perubahan perilaku dan penghematan energi bisa terjadi tanpa harus menunggu investasi besar” ujarnya.

Melalui pendekatan yang mudah dipahami dan dapat langsung ditindaklanjuti, peserta didorong untuk mampu melakukan audit energi dasar secara mandiri, mengidentifikasi pemborosan energi, serta menyusun rekomendasi penghematan tanpa mengurangi kenyamanan dan kualitas layanan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi penggerak awal penerapan manajemen dan audit energi di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat jejaring aksi lintas sektor dalam mendukung percepatan Transisi Energi Berkeadilan di Sumatera Selatan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *