PANGDAM II SRIWIJAYA  VICON DENGAN PANGLIMA TNI, BAHAS PPKM MIKRO DAN PROGRAM SERBUAN VAKSINASI NASIONAL

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA -Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Mayjen TNI Agus Suhardi di dampingi Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni beserta para Pejabat Utama Kodam II/Swj antara lain, Irdam II/Swj, Kapok Sahli Pangdam II/Swj, Asops Kasdam II/Swj, Aster Kasdam II/Swj dan Kakesdam II/Swj melaksanakan Video Conference (Vicon) dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Senin (21/6) bertempat di  Ruang Gatot Subroto Makodam II/Swj Jln. Jenderal Sudirman KM. 2,5 Palembang.

Kegiatan Vicon tersebut membahas tentang kebijakan Pemerintah terkait dengan penanganan Covid-19 melalui, “PPKM Mikro dan Program Serbuan Vaksinasi Nasional”, yang diikuti juga oleh para Pangkotama dan seluruh Pejabat Utama TNI.

Dalam rapat yang dilakukan secara daring tersebut, Panglima TNI juga memberikan penekanan untuk dilaksanakan oleh seluruh satuan jajaran TNI agar mendukung Pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan mengimplementasi di lapangan PPKM Mikro dan pelaksanaan Vaksinasi berskala Nasional dengan target satu juta/hari.

Panglima TNI juga menegaskan para Pangkotama agar memastikan para Babinsa, Babinpotmal dan Babinpotwilga yang terlibat petugas Posko PPKM Mikro atau personil perkuatan di Posko PPKM Mikro memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. “Tugas sebagai penegak disiplin Protokol Kesehatan, tugas dalam melaksanakan Tracking, tugas dalam pengawasan isolasi Mandiri, melaksanakan pendataan atau khusus administrasi program vaksinasi harus dikuasai”, kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga meminta untuk membekali para petugas yang di lapangan dengan petunjuk teknis sesuai standart SOP yang mudah dipahami. “Maksimalkan pelaksanaan serbuan vaksinasi di seluruh daerah sesuai jumlah alokasi vaksin yang diberikan kepada TNI. Laksanakan koordinasi dengan baik dengan Polri Dinkes dan Pemda setempat agar vaksinasi nasional berjalan dengan baik”, tegas Panglima TNI.

Panglima juga meminta agar mewaspadai pelaksanaan Idul Adha yang disampaikan Bapak Presiden kemungkinan adanya kerumunan massa di tempat penyembelihan kurban agar Babinsa membantu pelaksanaan di sana. “Pembagian daging qurban supaya diatur tidak terjadi penumpukan, bila perlu diantar tempatnya masing-masing yang memiliki hak mendapatkan daging qurban,” tuturnya. (rel)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *