OPINI: Perkembangan danTren Terbaru dalam Penggunaan Dompet Digital di Masa Sekarang
Ket foto: Ilustrasi (IST)
Ditulis Oleh Mahasiswa/i Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas IBA Palembang yang terdiri dari :
- Purnama Sari 21210004
- Dewi Ariska, NPM. 21210005
- Bagus Fajarhya, NPM. 21210011

Bagus Fajarhya Dewi Ariska Purnama Sari
Latar Belakang Dompet Digital
Dengan kemajuan inovasi pembayaran non-tunai, dompet digital kini sudah menjadi kebutuhan di masyarakat. Pada tahun 2014, Bank Indonesia meluncurkan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran akan perangkat non-tunai guna mewujudkan masyarakat dimana perangkat non-tunai semakin banyak digunakan dalam transaksi ekonomi (cashless society). Salah satu alasan mengapa transaksi uang elektronik semakin marak adalah semakin populernya produk teknologi finansial (fintech) berupa dompet digital (e-wallet). Di Indonesia sendiri terdapat 38 dompet digital berlisensi resmi, namun lima yang terpopuler saat ini adalah OVO, Go-PAY, LinkAja, DANA, dan SakuKu. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) bekerja sama dengan Global Consumer Insights, 47% responden Indonesia menggunakan pembayaran dompet digital untuk bertransaksi pada tahun 2019.
Apa Itu Dompet Digital
E-wallet atau dompet digital adalah salah satu jenis teknologi pembayaran yang memungkinkan penggunanya menyimpan, mengirim, dan menerima uang secara digital. E-wallet memungkinkan penggunanya melakukan transaksi keuangan tanpa harus membawa uang tunai atau kartu kredit.
Perkembangan dan Tren Terbaru dalam Penggunaan Dompet Digital di Masa Sekarang
Dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak COVID-19 dan hingga saat ini, penggunaan dompet digital terus berkembang pesat di seluruh dunia. Salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya penggunaan dompet digital adalah kemajuan teknologi dan keterjangkauan ponsel pintar.
Deddy Sahat, Direktur Pengembangan Bisnis Dana, mengatakan pertumbuhan tersebut tidak lepas dari munculnya pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas transaksi keuangan secara digital.
“Jadi pandemi COVID-19 ini ternyata menjadi sebuah kebahagiaan sekaligus peluang. Dengan bertambahnya jumlah pengguna dan meningkatnya jumlah transaksi di sini, masyarakat sebenarnya sudah mulai melakukan transaksi secara digital,” Dedi ungkapnya dalam FinTech Show Week CNBC Indonesia, Selasa (19 Juli 2022).
Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memiliki akses terhadap ponsel pintar, dompet digital menjadi lebih mudah dan populer untuk digunakan. Selain itu, kemajuan infrastruktur pembayaran dan keamanan online telah meningkatkan kepercayaan konsumen dalam menggunakan dompet digital.
Banyak toko fisik dan usaha kecil telah menerapkan sistem pembayaran yang menerima dompet digital sebagai pembayaran. Hal ini memberikan kemudahan dan kemudahan kepada konsumen serta mengurangi penggunaan uang tunai fisik yang beresiko hilang atau dicuri.
Menurut HSBC, cashless society dapat diartikan sebagai fenomena dimana seluruh atau sebagian besar masyarakat yang tinggal di dalamnya tidak lagi menggunakan uang tunai untuk bertransaksi. Secara sederhana, cashless society dapat diartikan sebagai fenomena dimana masyarakat melakukan transaksi dengan menggunakan uang elektronik.
Selain dampak positif, dompet digital juga mempunyai dampak negatif. Dampak negatif ini bisa berupa kemungkinan hilangnya kartu. Jika seseorang menggunakan kartu debit untuk pembayaran, ada risiko kehilangan kartu tersebut. Selain itu penggunaan dompet digital akan menyebabkan lebih banyak pemborosan. Saat membayar dengan uang fisik, kita biasanya menghitung jumlah uang yang kita miliki dan sisa saldo transaksi. Namun, seiring berkembangnya masyarakat non-tunai, penyimpanan uang dalam bentuk fisik menjadi semakin jarang. Oleh karena itu, ada kecenderungan untuk terus mengeluarkan uang tanpa disadari dan berakhir dengan pemborosan. (Kamila Sayara Avicena, 2022)
Secara keseluruhan, dompet digital saat ini telah mengalami perkembangan signifikan dalam penggunaan dan fungsinya. Cakupan penggunaan dompet digital yang semakin luas, fungsionalitas tambahan, peningkatan keamanan, dan kolaborasi dengan lembaga keuangan tradisional telah menjadikan dompet digital sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat perkembangan dan tren terkini, dompet digital diperkirakan akan tetap menjadi bagian integral dari sistem pembayaran di masa depan.
Bibliography
Acehtrend, R. (2022, Februari 18). Berbagai Fungsi E-Wallet Dalam Kehidupan Sehari-hari. Retrieved November 23, 2023, from https://www.acehtrend.com/news/berbagai-fungsi-e-wallet-dalam-kehidupan-sehari-hari/index.html
Eqqi Syahputra, C. I. (2022, July 22). Transaksi Digital Meningkat, Pengguna Dana Tumbuh 200% Lebih. Retrieved November 23, 2023, from https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220719124925-37-356716/transaksi-digital-meningkat-pengguna-dana-tumbuh-200-lebih
ONE, A. (2023, September 02). Apa Itu Dompet Digital? Ini Kelebihan dan Kekurangannya. Retrieved November 23, 2023, from https://www.acc.co.id/accone/InfoTerkini_Detail?Id=6325&title=Apa-itu-Dompet-Digital-Ini-Kelebihan-dan-Kekurangannya
YOGATAMA, B. K. (2022, November 28). Peluang Inovasi Dompet Digital Masih Terbuka Lebar. Retrieved November 23, 2023, from https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2022/11/28/peluang-inovasi-dompat-digital-masih-terbuka-lebar




