OPINI: Pentingnya Supervisi Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Guru
Oleh : Drs. N. Suseno
Kepala SMK Xaverius Palembang
Pengelolaan pendidikan dengan segala dinamikanya sangat menentukan kualitas pendidikan di sekolah yang berkaitan dengan hasil dan proses yang dilalui dalam meperoleh memperoleh hasil yang akan dicapai . Berbagai upaya yang ditempuh sekolah dalam mendidik dan mengajar peserta didik, tentu berdampak pada prestasi prestasi terbaik dan menghasilkan tamatan-tamatan yang memiliki kompetensi terbaik sesuai dengan program pilihan masing masing. Hal ini juga membawa dampak yang baik bagi perkembangan mutu pendidikan itu sendiri . Salah satu hal yang ikut menentukan kualitas terbaik dalam sebuah proses pendidikan adalah bagaimana pencapaian kualitas pembelajaran itu bisa secara terus menerus dan berkesinambungan dilaksanakan di semua jenjang pada satuan pendidikan
Diperlukan komitmen, kerja keras, dedikasi dan semangat juang yang tinggi dari para guru untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang unggul. Kehadiran para guru secara fisik dalam kegiatan proses belajar dan mengajar sangat diperlukan bahkan peran dan dan fungsinya dalam menanamkan nilai-nilai karakater dalam sentuhan-sentuhan kasih seorang pendidik belum tergantikan oleh alat secanggih apapun. Nilai-nilai kehidupan terlebih yang berkaitan dengan attitude sangat penting untuk bekal bagi peserta didik. Guru hadir tidak sebatas memberikan pengetahuan-pengetahuan atau teori-teori yang bersifat akademis saja, tetapi juga mendidik, mengajar, menyelesaikan tugas tugas yang bersifat administrasi persiapan mengajar, membuat rencana pembelajaran, membuat kisi-kisi dan soal, koreksi, melakukan analisis ulangan harian yang telah dilakukan. Lebih dari itu tuntutan bagi seorang guru professional juga harus terus dan terus belajar dan selalu mengupdate ilmu yang dimiliki, mengembangkan diri agar pelayananannya semakin hari semakin berkualitas
Peran guru sangat sentral dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, karenanya ia harus memahami tugas-tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru yang tentu berkaitan dengan kinerja sebelumnya yaitu: mampu merancang, melaksanakan, mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan dengan menggunakan metode, melakukan analisis evaluasi proses dan hasil belajar agar dapat menentukan tingkat ketuntasan belajar peserta didik, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki program
Kinerja guru berkaitan dengan kualitas, kuantitas keluaran, dan keandalan yang dimiliki guru dalam melaksanakan tugasnya. Guru yang memiliki kinerja tinggi dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil kinerja guru merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan keberhasilan proses pendidikan di sekolah ( Teguh Santoso) karena itu tidak boleh berada di zona nyaman dan bangga dengan apa yang sudah dicapai, tetapi harus terus belajar sepanjang hayat agar dapat selalu dapat mengikuti perkembangan dengan segala perubahan dan tuntutan yang harus dihadapi
Pentingnya Supervisi
Berkaitan dengan kualitas guru dan hasil kinerjanya, penilaiannya bisa dilakukan melalui Supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh Kepala Sekolah atau guru senior yang mempunyai kualifikasi serta komptensi untuk melakukan tugasnya sebagai seorang supervisor yang ditugaskan oleh oleh Kepala Sekolah untuk melakukan tugas tersebut. Supervisi merupakan suatu layanan dari atasan kepada bawahan dengan memberikan pengarahan guna mengembangkan kinerja menjadi lebih baik. Kegiatan supervisi disebut sebagai kegiatan mengawasi atau pengawasan. Supervisi pembelajaran adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi ini tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran Esensi supervisi dalam pembelajaran sebenarnya bukan untuk menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran. melainkan lebih merupakan upaya membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugasnya.
Ada sebagian sebagian yang masih merasa bahwa supervisi sebagai tindakan yang menakutkan dan menjadi momok, sehingga setiap guru yang akan disupervisi menjadi takut, sehingga supervisi dipandang sebagai beban bagi mereka. Sejatinya supervisi guru merupakan salah satu tugas yang sangat penting bagi seorang Kepala Sekolah dalam membantu guru untuk mengembangankan profesi mereka. Melalui supervisi Kepala Sekolah akan membantu guru memperbaiki kekurangan-kekurangan atau kelemahannya pada kegiatan belajar mengajar. Kepala Sekolah memiliki peran penting dalam memotivasi dan membantu guru untuk mengembangkan kompetensi serta keterampilan instruksionalnya. Maka kehadiran Kepala Sekolah dalam kegiatan supervisi di kelas seharusnya bukan menjadi sesuatu yang menakutkan tetapi justru membantu guru memperbaiki kekurangan-kekurangan serta kelemahannya dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. . Supervisi merupakan sebagian dari fungsi administrasi yang ditindak lanjuti dengan pemantauan kelas untuk mendukung pencapai kinerja para guru secara maximal, sehingga meningkatkan kemampuan kinerja guru dengan baik.
Berkaitan kegiatan Supervisi, kolaborasi merupakan salah satu jenis dari pengawasan yang dilakukan oleh seorang Kepala Sekolah sebagai seorang supervisor, untuk memecahkan masalah, bernegosiasi secara langsung. Kepala sekolah dan guru merumuskan ide-ide tentang bagaimana cara memecahkan masalah dengan saling bekerja bersama. Hal ini memungkinkan guru untuk mendapatkan masukan, juga memungkinkan kepala sekolah dan guru untuk mengembangkan hubungan lebih erat baik sebagai partner ataupun bawahan dan atasan. Itu membuat guru merasa lebih baik dengan mengetahui bahwa kepala sekolah atau atasan mereka menghormati pendapat mereka.
Salah satu faktor yang melaksanakan supervisi akademik adalah Kepala Sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/madrasah (Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia,2007) menyatakan bahwa seorang Kepala Sekolah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu, kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial.
Inti dari dimensi supervisi akademik adalah dalam rangka membina guru untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik pelaksanan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas.Â
Supervisi akademik guru akan membantu kepala sekolah dan pengawas untuk menilai kualitas pembelajaran yang dilakukan guru. Supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah kepada seorang guru adalah bagian penting dari keseluruhan proses kinerja guru yang bersangkutan, karena hasil yang diperoleh dari kegiatan pengawasan menjadi dasar bagi pengembangan guru profesional yang berkelanjutan. (*)




