Ngaku Anggota Polri bertugas di Polda Sumsel, Oknum Brigadir AS Melakukan Aksi Pemerasan Disertai Pengancaman
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Ngaku Anggota Polri bertugas di Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Oknum Brigadir AS melakukan aksi pemerasan disertai pengancaman ternyata bukan ANGGOTA POLDA SUMSEL.
Hal ini diketahui setelah pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel mendapatkan laporan dari Aplikasi Bantuan Polisi (Banpol – red), mengenai aksi pemerasan disertai pengancaman yang dilakukan oknum pelaku yang mengaku berdinas di Polda Sumsel.
Akhirnya pihak Polda Sumsel angkat bicara. Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan jika pihaknya mendapat laporan dari seorang warga Lumajang yang berprofeai sebagai TKW di Singapura. “Kita mendapatkan laporan korban kalau dia di peras dan diancam menyebarluaskan foto/video tidak senonoh korban, oleh pelaku yang mengaku berdinas di Polda Sumsel,” ujarnya, Jumat (27/01/2023).
Dijelaskan Kabid Humas, pihaknya melalui Satker SDM Polda Sumsel telah melakukan pengecekan data pelaku atas nama oknum Brigadir AS, NRP 88060390 berdasarkan KTA. “Setelah dilakukan pencarian, kita dapatkan pelaku bukan anggota Polda Sumsel karena tidak ditemukan data pelaku, namun untuk NRP pelaku terdapat kecocokan tapi nama yang berbeda yaitu di Polda Sulsel,” aku dia.
Untuk kronologinya sendiri korban dan pelaku berkenalan di Media Sosial (medsos). Kemudian sering berkomunikasi dan pelaku selalu menggunakan pakaian dinas Polri dan mengaku bertugas di Polda Sumsel. Suatu saat korban diminta mengirimkan foto/video tidak senonoh kepada pelaku. Kemudian pelaku memeras korban dg ancaman bila tdk diberikan akan menyebarluaskan foto/video tidak senonoh tersebut. “Dari informasi yang kita dapatkan sesuai laporan korban di Banpol, korban mengirimkan Dolar kepada keluarga di Jawa Timur, selanjutnya di transfer ke rekening pelaku,” tambahnya.
Untuk itu lanjut dia mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat secara luas agar berhati-hati dengan berbagai modus yang dilakukan, khususnya berkenalan di medsos. “Kita harus waspada jangan terlalu percaya dengan seseorang yang baru dikenal, kita harus mencari tahu terlebih dahulu orang tersebut hingga tidak terjebak dan menjadi korban kejahatan,” ujarnya. (Ly).





