Muswil Muhammadiyah ke 16 se-Sumsel Dipusatkan di Kota Prabumulih
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Musyawarah Wilayah (Muswil) Muhammadiyah ke 16 akan digelar di kota Prabumulih pada 16-17 Desember 2022 dengan dihadiri sekitar 3000 peserta yang terdiri dari 600-an peserta ditambah pengembira se-Sumsel. Sesuai jadwal akan dibuka Ketua Umum DPP Muhammadiyah dan dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Demikian dikatakan, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Selatan (Sumsel) Prof. Dr. Romli SA., M.Ag saat menggelar konferensi pers di Sekretariat PWM Sumsel Jalan A Yani Plaju Palembang, Senin (12/12).
Didampingi Ketua Panitia Pelaksana Muswil Dr. H. Suroso PR.,M.Pd.I , Ketua Majelis Informasi PWM Sumsel Dr.Gunawan Ismail, M.Pd. serta salah seorang pengurus PWM Muhammadiyah Sumsel, Yudha Mahrom, DS,SE.M.Si, Prof Romli menambahkan bahwa Muswil Muhammadiyah ke 16 akan dilaksanakan dengan sejumlah agenda di antaranya laporan kinerja dan pertanggungjawaban serta membuat program kerja baru. “Yang paling seru adalah pemilihan pengurus baru untuk 5 tahun ke depan,” katanya.
Menurut Prof Romli, Musyawarah Wilayah (muswil) Muhammadiyah ke 16 dan Aisyah ke 14 yang akan berlangsung di Prabumulih 16-17 Desember mendatang memiliki sejumlah tantangan penting yang akan dibahas salah satunya yakni penguatan UMKM dan kaderisasi. Ia mengatakan penguatan UMKM harus dilakukan karena ekonomi Indonesia kuat berkat keberadaan UMKM sehingga meski diterpa Covid-19 namun pertumbuhan ekonomi masih tetap baik. Oleh sebab itu muswil ini akan menjadi peluang membawa UMKM bangkit sehingga bisa terus eksis menggerakkan roda perekonomian di Sumsel. “Ada tiga tantangan yang akan kita bahas nantinya oleh sebab itu butuh sinergi dan dukungan semua pimpinan juga peran pemerintah dan lainnya,” kata Romli.
Tantangan lain yang juga butuh perhatian kata Romli yakni menguatkan pendidikan Muhammadiyah. Dia mengakui dampak Covid-19 membuat sistem pendidikan jauh tertinggal dari segi sarana dan prasarana karena dikelola oleh swasta. Berbeda dengan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah yang memiliki anggara khusus dari negara, sedangkan Muhammadiyah harus berjuang sendiri karena dana berasal dari Muhammadiyah sendiri dan harus dikelola kembali untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tantangan lain yang akan dibahas pada Muswil lima tahunan nanti yakni pembinaan dan kaderisasi Muhammadiyah karena isme saat ini sangat banyak sekali. Jangan sampai angkatan muda terpengaruh terhadap hal negatif dan liberalisme terhadap demokratis yang menghilangkan norma agama. “Kita sudah punya lembaganya sehingga ke depan akan dikuatkan lagi kader ini dan tinggal mendidiknya saja,” kata Romli.
Sementara itu Ketua Panitia Muswil Dr H Suroso mengatakan akan ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam muswil nanti. Muswil nanti akan dilaksanakan di Prabumulih 16-17 Desember yang akan dihadiri oleh 3000 orang dan semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai aturan di Muhammadiyah tanpa kendala.”Persiapan saat ini sudah 100 persen dan tinggal pelaksanaan saja. Dipilihnya Prabumulih sebagai lokasi muswil karena pengurus Muhammadiyah Prabumulih menyanggupi melaksanakan muswil karena sebagai tuan rumah pastinya akan ada banyak keuntungan yang bisa didapat,” ujarnya. (saf)







