Menjelang NATARU Harga Cabai Mengalami Kenaikan Yang Cukup Signifikan
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Perayaan Natal dan Tahun Baru (NATARU) tinggal beberapa hari lagi, menjelang perayaan NATARU ibu-ibu dibuat kesal akan kenaikan harga sembako dan sayuran yang makin meroket naik. Terlebih saat mempersiapkan kebutuhan pangan. Tidak terasa enak apabila tidak ada sambal. namun harga cabai rawit di pasaran Palembang saat ini sedang menyala seperti cabai yang sedang digoreng. Harganya yang menembus angka Rp 60.000 per kilogram membuat banyak warga mengeluh.
Kenaikan harga yang tajam ini tak lepas dari pengaruh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia dalam beberapa minggu ini. Kenaikan harga cabai ini tidak hanya berdampak pada para pedagang, tetapi juga dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Ibu rumah tangga, misalnya, harus memutar otak untuk menyiasati tingginya harga cabai agar dapat menghidangkan makanan yang enak dan sedap.
Para pedagang di Pasar pagi KM 5 Palembang yang jurnalis kunjungi pada Minggu, (22/12/2024) menyatakan bahwa harga cabai rawit terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. “Dulu, saya bisa jual Rp 38.000 per kilogram. Sekarang, paling enggak Rp 60.000, sampai tahun baru nanti belum tahu berapa lagi naiknya ?” ungkap Aan, salah seorang pedagang.
Cuaca Ekstrem Jadi Biang Kerok, Cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas hujan yang tinggi dan perubahan suhu yang drastis menjadi penyebab utama meroketnya harga cabai. Hujan lebat yang berkepanjangan menyebabkan tanaman cabai banyak yang rusak dan gagal panen. Selain itu, perubahan suhu yang ekstrem juga membuat pertumbuhan tanaman cabai terhambat.
Selain cuaca yang buruk, juga karena pasokan yang terlambat akibat transportasi yang mengalami kemacetan di jalan serta gelombang laut yang ekstrem tinggi sehingga perjalanan ekspedisi menjadi terhambat. “Saya jadi sering mengurangi penggunaan cabai di masakan. Atau kalau terpaksa pakai cabai, ya cuma sedikit banget,” ujar Bu Sulis, seorang ibu rumah tangga.
Aan (30 th), salah satu pedagang di Pasar KM 5 Palembang menyebut seluruh harga cabai melonjak “gila-gilaan” sejak akhir November hingga saat ini. Dari pengakuannya, harga cabai naik 35% dari harga normal. Deni sendiri mematok harga cabai rawit per kilogram sebesar Rp 60.000. Selain itu harga sayuran lain seperti tomat, kobis, labu siam, wortel, sawi juga mengalami kenaikan namun tidak semahal cabai. (daris)





