Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital, Yuk Simak Tipsnya!

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Semua serba digital. Begitupun dunia pendidikan. Mengajar digital, bikin bahan pelajaran digital, bikin PR digital, kursus digital, bahkan akreditasi juga digital. Sebagai seorang pendidik kitapun dituntut cerdas dan cakap digital. Ingin tahu bagaimana caranya?
Kemenkominfo RI melalui gerakan Literasi Digital Nasional yang digelar, Selasa (12/10) pukul 09.00 – 12.00 WIB memberikan tips dan pengetahuan tentang itu. Dengan tema yang diambil “Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital”, Webinar Literasi Digital di Kota Palembang digelar dengan peserta 912 dari kalangan pelajar, mahasiswa, pendidik baik guru maupun dosen serta masyarakat umum antusias mengikuti webinar kali ini.
Narasumber yang dihadirkan pun tak kalah seru karena kompetensi dan eksistensi masing-masing sudah tidak diragukan lagi. Adapun keempat narasumber di antaranya Dr. Desi Rahmawati, M.Pd ( Akademisi Bid.Manajemen Pendidikan dosen UNJ ), Feri F. Alamsyah, M.I.Kom (Dosen Ilmu Komunikasi), Drs. H. Riza Fahlevi, M.M. (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili Awaluddin, SPd, MM (Kasi Kurikulum SMK Diknas Provinsi Sumatera Selatan) serta Farizal Imansyah, M.Pd. (Kaprodi. Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang).
Moderator Azzura Intan pun tak mau ketinggalan. Dengan kepiawaian bermain kata-kata dan menghidupkan suasana, Azzura tak terasa membawa para peserta selama lebih kurang 4 jam mengikuti webinar.
Key Opinion Leader, Tommy Ristanto yang dikenal sebagai Moderator Debat Capres dan Cawapres 2019 memulai webinar dengan sapaan akrabnya. Pada kesempatan ini Tommy mengomentari tentang perubahan yang paling dirasa selama pandemi dengan memanfaatkan digital. “Di awal pandemi takut bingung khawatir tentang wabah tapi setelah 2 tahun lewat, sudah vaksin, sudah prokes maka sudah saatnya bangkit. Kita meminimalisir jangan tertular tapi tetap aktif di dunia digital. Cari peluang -peluang bagus yang bisa dimanfaatkan. Secara pribadi ada hikmah dari pandemi bahwa kegiatan sudah bisa lintas tempat lintas birokrasi dll. Contoh mendatangkan narsum atau moderator seperti Azzura, kalau tidak pandemi seperti sekarang bukan webinar maka panitia akan kerepotan mempersiapkan akomodasi, transportasi dan sebagainya. Sekarang kan tinggal masuk link sudah bisa bergabung,” ujar Tommy.
Selanjutnya, narasumber pertama, Dr. Desi Rahmawati, M.Pd ( Akademisi Bid.Manajemen Pendidikan dosen UNJ ) yang membawakan materi tentang Kecakapan Digital selama 20 menit awali dengan pantun “Sarapan pagi pake pempek Palembang minunnya teh hangat selamat pagi peserta di Palembang salam hangat dan sehat,” ujar Desi.
Ia memulai dengan pemaparan ada brosur tentang bagi-bagi kuota gratis. Desi mengajak peserta berpikir apakah info kuota itu benar atau penipuan? Desi mengatakan cakap digital. “Harus tau karena info ini klik dulu link jadi tau apakah benar atau tidak info itu dari lembaga yang ditulis,” ujarnya.
Feri F. Alamsyah, M.I.Kom (Dosen Ilmu Komunikasi) yang memaparkan perkembangan pembelajaran daring. “Ke depan itu masa depan pembelajaran secara daring itu akan lebih baik karena dari sisi teknologi juga sudah baik. Kemudian dari sisi kreativitas pendidik dan peserta didiknya begitu ya itu juga semakin berkembang jadi inovasi-inovasi itu akan terus meningkat seiring berkembangnya waktu begitu ya nah jadi masa depan kita. Yang paling penting dalam sistem ini adalah siswa atau peserta didik itu akan banyak sekali belajar secara mandiri. Bahwa pembelajaran kita materi pembelajaran kita ini akan sangat sangat luas dari yang dulu mungkin kita terbatas dari apa harus masuk ke perpustakaan konvensional begitu ya dan seterusnya gitu atau beli buku tapi sekarang itu sumber-sumber pembelajaran juga sudah banyak berkembang termasuk ke pendidik juga mengembangkan cara apa mengajar,” ujarnya.
Drs. H. Riza Fahlevi, M.M. (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili Awaluddin, SPd, MM (Kasi Kurikulum SMK Diknas Provinsi Sumatera Selatan) yang memaparkan tentang Etika Digital. “Kita pahami sebagaimana dulu saya pernah mengatakan ada apa namanya etika digital ya bahwa etika tidak hanya ada di kehidupan nyata tapi juga anda di dunia maya dalam hal ini ketika di dunia digital demikian pula halnya dengan budaya digital sedikit mungkin saya sampaikan bahwa secara konseptual bahwa budaya itu adalah hasil Cipta Rasa dan Karsa manusia dalam konteks budaya digital adalah hasil olah pikir kreasi dan Cipta Karya karya manusia berbasis teknologi internet ini berarti bahwa apapun yang dihasilkan oleh pemikiran manusia kreativitas manusia yang berbasis internet dia disebut dengan budaya digital dan disinilah letaknya bahwa budaya itu yang dihasilkan dalam konteks budaya digital adalah sesuatu yang baik indikator baik itu adalah memberi wawasan tambahan pengetahuan bermanfaat bagi semua Lini kehidupan manusia itu yang disebut dengan budaya yang baik,” ujarnya.
Farizal Imansyah, M.Pd. (Kaprodi. Pendidikan Jasmani FKIP Universitas PGRI Palembang) yang membawakan materi tentang Literasi Digital. “Saya ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Walikota kota Palembang sudah memberikan kesempatan juga mengundang acara kegiatan digital ini ya terima kasih juga kepada pihak panitia dan para peserta dan tidak lupa yang saya hormati dan saya banggakan Bapak Ibu narasumber yang sudah memberikan materinya. Kata digital berasal dari kata digitus dalam bahasa Yunani berarti jari-jemari apabila kita hitung jari jemari orang dewasa maka berjumlah 10 10 tersebut terdiri dari dua adik yang dilakukan oleh karena itu digital merupakan penggambaran dari suatu bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1,” ujarnya.
Webinar yang secara nasional sudah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, yang sengaja bertujuan mencerdaskan masyarakat Indonesia ini, tetap diselenggarakan dengan memberikan fasilitas gratis kepada seluruh peserta bahkan para peserta diberikan e-sertifikat dari Kementerian Kominfo dan juga bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan voucher menarik dari panitia.
Dukungan penuh pun diberikan Pemerintah Kota Palembang melalui Walikota Palembang H Harnojoyo SSos yang dengan setiap menjadi Keynote Speech pun pada kesempatan ini tetap antusias menyemangati peserta webinar yang mayoritas warga kota Palembang. “Saya mendukung kegiatan ini sebagai sebuah pencerahan. Bijak gunakan media dan makin cakap digtal Indonesia. Saya sebagai Walikota Palembang sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dimulai pada Mei 2021 dan berakhir hingga Desember 2021 mendatang,” ujarnya.
Webinar ini dibuka moderator dengan dilanjutkan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar. Selanjutnya dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.
Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 912 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat untuk selalu menjadi peserta pada webinar yang kami selenggarakan ini. Mudah-mudahan di webinar selanjutnya, masyarakat masih tetap setia menjadi peserta dalam rangka pencerahan dalam program Webinar Nasional Literasi Digital Kemenkominfo 2021 khususnya di kota Palembang,” ujar Suryati, Selasa (12/10).
Selanjutnya, webinar Literasi Digital Kemenkominfo RI akan digelar Rabu, 13 Oktober 2021 pukul 09.00-12.00 WIB dengan tema Literasi Digital: Ubah Konsumtif Menjadi Produktif. Narasumber Dian Natale (Strategic Brand Identity, Founder TokozioDesign.com) , Titik Nurpita Dewi, S.P., S.Pd., M.Pd. (Praktisi Pendidikan), ST. Reno Irawan. (CEO Belido.id dan Belijek) dan Hj. Alma Sundari, S.Pd., M.Si. (Kepala SMA Negeri 21 Palembang).
Pendaftaran melalui tautan : https://s.id/lidigpalembang13oktober, Link Zoom:
https://us02web.zoom.us/j/6450392706. (sf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *