HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

Media Sriwijaya Berbagi Ilmu dan Pengalaman dengan Peserta PKPLA ICRP se-Indonesia

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Media Sriwijaya meski baru  seumur jagung dalam keberadaannya namun membuka diri untuk berbagi pengalaman. “Kami hadir sejak tahun 2018, baru seumur jagung namun berbekal pengalaman berkecimpung di dunia pers selama lebih kurang 30 tahun, saya ingin membagikan pengalaman bersama para generasi muda yang ikut pelatihan ini. Selain berbagi pengalaman kami juga berbagi sedikit ilmu dengan bagaimana mengelola video sehingga bisa disajikan dalam bentuk berita youtube di chanel kami MEDIASRIWIJAYATV. Kami hadir dalam bentuk koran Harian Media Sriwijaya yang terbit setiap hari kerja, media online mediasriwijaya.com dan channel tv youtube mediasriwijayatv,” ujar Pemimpin Perusahaan Media Sriwijaya, Saftarina saat menjadi narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) diselenggarakan oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) didukung oleh Ford Foundation, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk  pertama di Palembang diadakan di Wisma Podomoro pada 7 – 11 Juni 2023 diikuti sekitar 40 pemuda lintas agama yang berasal dari Padang, Payakumbuh, Pariaman, Bukit Tinggi Medan, Lampung, Jambi, Riau, Bangka Belitung dan Palembang.

Menurut Saftarina, pentingnya menekankan fungsi pers sebagai media bukan saja penyebar informasi ke public namun juga berperan sebagai wahana penyejuk dan penangkal semua informasi yang tidak benar (hoaks). “Apalagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi Pemilu sehingga sangat perlu kehati-hatian dalam menyampaikan informasi ke khalayak ramai. Jangan sampai ada unsur-unsur yang bukan menjadi penyejuk tapi sebaliknya. Makanya, kami menerapkan slogan Jurnalist Friendly dengan menyajikan semua informasi yang bersahabat tanpa ada unsur hujatan atau bersifat tendensius,” tambahnya.

Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (PKPLA) yang memiliki tema “menyiapkan pemimpin muda lintas agama yang inklusif, pluralis, dan pancasilais” ini dilaksanakan di 3 Provinsi yaitu Sumatera Selatan (Palembang), DIY Istimewa Yogyakarta (Yogyakarta), Sulawesi Selatan (Makassar); serta satu tambahan pelatihan penguatan di Bali untuk peserta terpilih. Diadakannya PKPLA di provinsi tersebut bertujuan untuk menarik sebanyak mungkin keterwakilan orang muda di pulau Nusantara.

Materi pembelajaran yang disajikan antara lain pemimpin dan kepemimpinan, karakter pemimpin masa depan, pemimpin dan kepemimpinan berjiwa pancasila, pemimpin iklusif-pluralis, belajar dari tokoh bangsa, membangun organisasi pembelajar, merancang organisasi masa depan (keadilan, perdamaian, dan kepedulian lingkungan), dan pengelolaan media  Saftarina pemimpin umum Media Sriwijaya Palembang dan pembuatan video oleh Budi Darmawan (Pengelola Youtube Media Sriwijaya TV). Hasil dari kegiatan ini akan mewajibkan para peserta untuk membuat sebuah video kampanye sinergi komunitas lintas agama dalam isu penyelamatan lingkungan

Alexander Irwan, selaku Regional Director di Ford Foundation Indonesia mengatakan, “Perlu ada upaya serius dan berkesinambungan untuk mendorong lahirnya para pemimpin – terutama pemimpin muda – dari berbagai latar belakang etnis dan agama yang memiliki karakter inklusif- pluralis, dan pancasilais. PKPLA ini memberikan ruang untuk mendapatkan pendampingan dan pembinaan bagi orang muda untuk membangun kepemimpinan dan memahami nilai keberagaman. Kami mengapresiasi para peserta PKPLA dan ICRP yang telah membangun wadah ini dan mendampingi generasi muda kita”

Nourish Haritua Sitinjak, salah satu peserta dengan latar belakang agama Kristen Protestan yang berasal dari Medan, Sumatera Utara berharap PKPLA ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi orang muda calon pemimpin Indonesia. “Perasaan saya bisa ikut PKPLA ini tentu senang. Ada banyak hal yang perlu dieksplor, mulai dari mengasah kepemimpinan diri sampai mencari relasi sebanyak-banyaknya untuk memperkaya silaturahmi,” komentarnya. Selain itu, Ni Putu Eka Budi, selaku peserta asal Padang yang beragama Hindu menguraikan keterlibatannya di PKPLA, “ Perasaan saya pastinya sangat senang bisa ikut PKPLA karena bisa bertemu teman-teman baru dan mendapatkan pengalaman berharga. Selain itu akan ada program kunjungan ke tempat ibadah yang akan mengajarkan saya arti toleransi dan keberagaman.”

Selain pelatihan kepemimpinan, PKPLA juga akan mengadakan kunjungan ke beberapa tempat ibadah di Palembang, antara lain Via Crucis Sukamoro, Gereja Ayam Orthodox, Kelenteng Chandra Nadi, Komunitas Sikh, dan Vihara Maitreya Duta. (saftarina)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *