Kapolda Pimpin Apel Patroli Gabungan Khusus Pengamanan Kawasan Perairan di Sumsel
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol A Rachmad Wibowo, pimpin upacara Apel Patroli Sinergitas Polda Sumsel bersama Kanwil DJBC Sumbagtim, BNNP Sumsel Lanal TNI AL Palembang dalam rangka pemberantasan narkoba di wilayah perairan Sumsel, bertempat di lapangan Parkir Multi Purpose Peti Kemas Boom Baru Palembang, Selasa (20/12).
Apel Patroli Gabungan ini, dilatarbelakangi oleh tantangan tugas yang semakin kompleks, untuk itu diperlukan sinergitas antara instansi. Mengingat kondisi Provinsi Sumatera Selatan khususnya di perairan yang berbatasan langsung dengan laut.”Kita menyadari bahwa tidak ada satu instansi pun yang bisa bekerja sendiri, semua instansi harus bersinergi dengan instansi lain. Kita dihadapkan pada geografis Sumsel khususnya di perairan ini yang cukup rumit berbatasan dengan laut, dengan segala bentuk pelanggaran pidana bisa terjadi di perairan,” ungkap Kapolda didampingi Brigjen Joko Prihatin, Kepala BNNP Sumsel dan Sugeng Apriyanro, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumbagtim.
Dikatakan Kapolda, dengan adanya Apel gabungan dengan sasaran peredaran gelap narkoba, termasuk juga gangguan kamtibmas seperti senjata api, bahan peledak dan komoditi yang diatur Pabean. Ini demi kesejahateraan masyarakat.”Bisa dibilang rencana kita hari ini, masalah penanggulangan perbedaan gelap narkotik, tetapi bukan itu saja, termasuk juga senpi, bahan peledak, komoditas -komoditas yang diatur oleh kepabean, ini untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Untuk itu diperlukan sinergi dan kerjasama antar instansi. “Harapnya kita akan lebih efektif dan harus didukung masyarakat bahkan Kapolda Sumsel. Apalagi masih banyak aset-aset kekayaan pribadi Sumsel tidak keluar sehingga dapat menimbulkan kerugian negara, seperti minyak ilegal. “Kita juga harua menjaga supaya aset sukses tidak bocor, ini banyak sekali minyak- minyak ilegal seperti di daerah Sekayu Musi Banyuasin, bahkan sudah terjadi kecelakaan dalam minggu ini saja sudah dua kali, terakhir di Muara Enim ada 3 orang meninggal dunia karena terbakar. Kita harus hentikan dari Hilirnya, kalau dari Hulunya kita sulit maka dari Hilirnya, ini akan kita lakukan secara bertahap. Selama saya bertugas di Provinsi Sumatera Selatan saya tidak akan berhenti menegakan ini,” tegas Kapolda Sumsel.
Bahkan Kapolda juga mengingatkan jajarannya untuk profesional dalam menjalankan tugas termasuk memberantas ilegal driling, jika tidak mau dirotasi.”Saya juga akan mengevaluasi aparatur di bawah saya, apakah itu Kasat Reskrim? Apakah itu Kapolsek?, Mereka itu pasti tahu di wilayah mereka itu ada, kalau dia tidak sanggup ya kita ganti,” ingatnya. (Ly).






