Kakak Kandung Perkosa Saudara Kandung, Dulu Bapaknya Perkosa Anak Bawah Umur

MURATARA, MEDIASRIWIJAYA –  Sempat viral di medsos berita perbuatan asusila keluarga M. Jemi Warga Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terkait kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, kini giliran anak kandungnya sendiri yang memperkosa saudara kandungnya, Selasa (19/10).

Pemerkosaan terjadi, Minggu (3/10) sekitar pukul 10. 00 wib saat rumah dalam keadaan sepi , saat itu tersangka mengajak saudaranya ke dalam kamar mandi pada saat itulah tersangka malakukan aksi bejatnya.

Tersangka Unzero Satria (15) bin M. Jami ditangkap aparat Polres Muratara berdasarkan laporan Laporan Polisi Nomor : LP/B/ 60 /X/2021/SPKT/Polres Muratara/Polda Sumsel.

Atas perbuatannya tersangaka melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 82 ayat 1 UU RI NO 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak

Siti Rojiah (41) ibu asuh korban i Bunga (13) Bukan nama sebenarnya , yang mendapat laporan dari keponakannya Bunga , pada saat kejadian dirinya sedang di Lubuk Linggau langsung melaporkan kejadian memalukan keluarga itu ke Polres Muratara. Pada saat ini ibu kandung dari saudari Bunga yang menjadi korban biadab saudara kandungnya sendiri sudah meninggal dunia dan bapak Bunga pada beberapa bulan lalu harus berurusan dengan polisi karna perbuatan cabulnya terhadap tetangganya sendiri , makanya hak asuh dari saudari Bunga, diambil alih oleh bibinya.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto S.I.K Melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat mengatakan “Benar pada hari Minggu tanggal 03 Oktober 2021 sekitar pukul 10:00 telah terjadi tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh saudara Unzero Satria terhadap adik kandung pelaku yaitu saudari Bunga. “Kejadian itu yang dilakukan oleh tersangka dengan cara mengajak korban ke kamar mandi dan melakukan persetubuhan dengan dan penyebab terjadinya perbuatan pencabulan tersebut dilandasi akibat seringnya menonton film porno yang ada di internet,” kata Kasat Dedi RH.

Kasat juga mengatakan Setelah menerima laporan tersebut kemudian anggota Reskrim melakukan penjemputan pelaku yang diamankan di Desa Kerta Sari guna untuk dibawa ke Mako Polres Muratara untuk proses penyidikan. “Korban mengalami trauma dan rasa takut serta malu untuk bertemu orang, nanti kita akan berkomunikasi dengan Psikolog dan Dinas Perlindungan Anak,” ujarnya. (mud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *