EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

JKN Kembali Bantu Warga, Keluarga Kotimah Empat Kali Operasi dalam Setahun Dicover JKN

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  – Kotimah, warga KM 12 Kota Palembang, mengaku terbantu dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah anaknya menjalani operasi penyambungan usus atau anastomosis usus. Dalam satu tahun terakhir, anaknya telah menjalani empat kali operasi dan seluruh tindakan medis tersebut ditanggung oleh JKN.

Pengalaman itu menjadi bukti pentingnya kepesertaan JKN dalam memberikan perlindungan finansial bagi keluarga, terutama ketika anggota keluarga membutuhkan penanganan medis berulang. Bagi Kotimah, jaminan pembiayaan kesehatan tersebut membantu dirinya berfokus mendampingi proses pengobatan anak tanpa harus menghadapi kekhawatiran tambahan mengenai biaya tindakan medis yang dijalani. “Dalam satu tahun terakhir anak saya sudah menjalani empat operasi dan yang terakhir adalah Operasi Penyambungan Usus, Alhamdulillah semuanya ditanggung JKN. Sebagai orang tua, tentu saya ingin anak saya segera pulih. Dengan adanya JKN, saya merasa sangat terbantu karena biaya operasi ditanggung sehingga saya bisa lebih fokus mendampingi anak selama menjalani pengobatan,” ujar Kotimah.

Ia juga menceritakan pengalamannya ketika membawa sang anak ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit. Saat itu, Kotimah lupa membawa kartu JKN. Namun, ia tetap membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) sebagai dokumen identitas.

Kondisi tersebut tidak menjadi kendala berarti dalam proses penanganan anaknya. Menurut Kotimah, petugas rumah sakit segera memberikan penanganan medis.“Saat di IGD, saya lupa membawa kartu JKN. Saya hanya membawa KTP dan KK. Alhamdulillah, hal itu tidak menjadi kendala dan anak saya langsung ditangani dengan cepat. Saya merasa terbantu karena dalam situasi seperti itu, yang paling saya harapkan adalah anak segera mendapat pertolongan,” katanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya pemahaman peserta bahwa identitas kependudukan seperti KTP dapat digunakan untuk membantu proses verifikasi dan validasi kepesertaan JKN. Namun peserta tetap perlu memastikan status kepesertaan aktif dan mengikuti prosedur administrasi yang berlaku di fasilitas kesehatan. Dalam kondisi gawat darurat, pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis sesuai kebutuhan klinisnya.

Anastomosis usus sendiri merupakan prosedur bedah untuk menyambungkan kembali dua bagian usus agar saluran pencernaan dapat berfungsi kembali. Tindakan ini dapat dilakukan antara lain, setelah bagian usus tertentu diangkat atau ketika terdapat kondisi medis yang mengharuskan penyambungan usus. Pelaksanaannya tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien, hasil pemeriksaan serta pertimbangan dokter.

Kotimah menilai pelayanan yang diterimanya selama mendampingi sang anak sudah cukup memuaskan. Ia mengapresiasi penanganan yang diberikan tenaga kesehatan, termasuk ketika anaknya harus mendapatkan pertolongan melalui IGD. Ia berharap kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.“Sejauh ini, saya cukup puas dengan pelayanan yang kami terima. Harapan saya, ke depannya pelayanan bisa semakin baik, semakin bagus, dan masyarakat bisa terus mendapatkan penanganan yang cepat. Semoga JKN terus membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan, seperti yang kami alami saat ini,” ujar Kotimah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *