HeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Jelang Natal Gereja Santo Yoseph Laksanakan Perayaan Ekaristi dan Novena Kanak-Kanak Yesus

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Menjelang perayaan Natal pada beberapa tahun ini Gereja Santo Yoseph Palembang yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman 128 Palembang selalu mengadakan kegiatan devosi kepada Kanak-Kanak Kudus Yesus. Kegiatan berupa perayaan ekaristi dan Novena Kanak-kanak Yesus atau di kenal Misa Ayam Berkokok dimulai sejak Romo Tarsisius Leisubun,MSC tahun 2008 dan berlangsung sampai sekarang. Untuk menjelang Natal tahun 2023 mengambil tema “ Keluarga Kristiani sebagai Gereja Rumah Tangga “ dilaksanakan sejak 13-22 Desember 2023 pukul 04.30 -06.00 WIB dengan pendamping Mgr Yohanes Harus Yuwono (Uskup Agung Palembang), RP A.Yohanes Rettob,MSC, RD Gono Pratowo, RD Sukari, RD Agung Apriyanto, RD Surawan. Materi sub tema yang disampaikan selama novena kanak-kanak Yesus adalah :

13 Desember 2023 Keluarga disatukan dalam doa
14 Desember 2023 Kuluarga yang dipulihkan
15 Desember 2013 Keluarga yang menginspirasi
16 Desember 2023 Keluarga yang mengampuni
18 Desember 2013 Keluarga yang mengasihi
19 Desember 2023 Keluarga yang meneguhkan
20 Desember 2023 Keluarga yang memberkati
21 Desember 2023 Keluarga yang melayani
22 Desember 2023 Keluarga bertumbuh dalam rencana Allah.

RD Gono Pratowo pastor paroki Santo Yoseph Palembang menjelaskan bahwa Novena Kanak – Kanak Yesus merupakan suatu tradisi yang telah berabad-abad lamanya dalam spiritualitas Katolik. Para Bapa Gereja awali, seperti St Atanasius dan St Hieronimus,berdevosi secara istimewa kepada Kanak-kanak Kudus Yesus. Beberapa para kudus besar sesudahnya, di antaranya St Bernardus dari Clairvaux, St Theresia dari Kanak-kanak Yesus (si Bunga Kecil), St Fransiskus Assisi, St Antonius Padua dan St Theresia Avila, berperan dalam mempopulerkan devosi kepada Kanak-kanak Kudus ini. (St Theresia Avila bepergian dengan membawa serta patung Kanak-kanak Kudus apabila ia mengunjungi biara-biara lain.) Sekitar tahun 1300-an, patung Kanak-kanak Kudus, yang biasanya dibuat dari lilin atau kayu, menjadi populer.

Ada suatu legenda saleh mengenai asal usul patung KANAK-KANAK YESUS. Di sebelah selatan Spanyol, bangsa Moor menyerang sebuah biara Karmelit; hanya empat biarawan saja yang berhasil meloloskan diri. Seorang dari antara mereka, yang bernama Yosef, berdevosi secara istimewa kepada Kanak-kanak Kudus. Suatu ketika, kala Yosef sedang bekerja di halaman, seorang kanak-kanak menampakkan diri kepada Yosef dan memintanya untuk berdoa bersama-Nya. Yosef mendaraskan “Salam Maria,” dan pada kata-kata, “terpujilah buah tubuhmu Yesus,” kanak-kanak itu berkata, “Itulah Aku.” Yosef mengerti bahwa ia telah melihat Kanak-kanak Kudus dan karenanya berusaha membuat gambaran-Nya. Selama bertahun-tahun Yosef mencoba tanpa hasil yang berarti untuk membuat sebuah patung sesuai gambaran-Nya, hingga suatu hari Kanak-kanak Kudus menampakkan diri kembali. Yesus mengatakan, “Aku datang untuk memperlihatkan Diri-Ku kembali kepadamu, agar engkau dapat menyelesaikan patung sesuai gambaran-Ku.” Yosef segera mulai bekerja, dan ketika ia telah selesai, Kanak-kanak Kudus menghilang. Yosef teramat lelah hingga ia tertidur, dan tidak pernah bangun kembali dalam kehidupan ini. Kanak-kanak Kudus datang untuk membawa sahabat-Nya ke rumah surgawi-Nya. (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *