Guru Harus Kreatif di Era Digital, Kemenkominfo Siap Support
- Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Palembang
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Guru Digugu dan Ditiru. Pepatah ini menggambarkan betapa peran guru sangat vital dalam membentuk anak didik menjadi generasi berkualitas Itu sebabnya apa pun yang diberikan guru akan menjadi panutan bagi anak-anak didiiknya. Di masa pandemic Covid seperti ini, pola pembelajaran menuntut serba digital, sehingga guru pun dituntut untuk kreatif memainkan peran sebagai pendidik di dunia pendidikan dengan fasilitas digital. Hal ini diakui salah seorang narasumber pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Palembang, Drs Sugiyono.M.M., Kepala SMA Negeri 3 Palembang, Sabtu (14/8).
“Guru kreatif mampu menghadirkan cinta pada profesinya dan kepada para peserta didik,” tutur Drs Sugiyono MM, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Palembang saat menjadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Sumatera 1 di Palembang, Sabtu (14/8).
Webinar kali ini mengangkat tema “Menjadi Pendidik Kreatif di Era Digital” dipandu moderator Muhammad Habib Hidayatullah. Selain Sugiono, tampil secara bergilir tiga narasumber lainnya yakni Aulias Siska SSos (Founder Yayasan Graha Kupu, Master Mentor Sigap UMKM), Nida Nidiana (Higher Primary Academic Coordinator Sekolah Madania) dan Hayatun Nufus MPd (Dosen Universitas PGRI Palembang).
Dalam materi berjudul “Menjadi Pendidik Kreatif di Era Digital Melalui Gerakan Four G (4G)”, pria kelahiran 25 Oktoberi 1966 ini menjelaskan, seorang guru yang kreatif mampu mengajar dengan memadukan penguasaan pengetahuan, penguasaan public speaking, memiliki beragam ice breaking, menampilkan slide yang komunikatif, memiliki video menarik, membuat semua peserta didik bisa berpendapat, serta memanfaatkan teknologi dan internet sebagai media pembelajaran.
Sementara narasumber lainnya, Hayatun Nufus MPd menyampaikan materi berjudul “Etika dalam Pembelajaran Daring”. Dosen Universitas PGRI Palembang ini mengatakan, pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada peserta didik untuk mencapai hasil belajar. “Dalam pembelajaran terdapat interaksi timbal balik antara keduanya. Jika tidak ada interaksi itu bukanlah pembelajaran,” tukasnya.
Seperti webinar-webinar sebelumnya, webinar kali ini dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Muhammad Habib Hidayatullah. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI).
Kemudian, keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan dan memotivasi peserta webinar yakni Joddy Caprinata (Founder & COO of Bicara Project) sebagai Key Opinion Leader (KOL).
Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, pemandu acara mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.
Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemprov Sumsel diikuti secara daring oleh 1296 orang peserta dari kalangan pelajar dan guru.
Untuk webinar selanjutnya diselenggarakan Rabu (18/8) dengan tema “Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital” yang bakal menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Ninuk Wiliani SSi MKom (Dosen dan Youth Education Observer), Uli Hartati Panggabean (Blogger, Content Creator), Dra Maria Magdalena Estri Murwani MSi (Kepala SMA XAVERIUS 1 Palembang) dan Nur Aslamiah Supli BIAM MSc (Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya). (sf)







