HeadlineHukum&KriminalPalembangPolda SumselSUMSEL

Dua Sopir Angkut Batubara Ilegal Ditangkap Ditreskrimsus Polda Sumsel

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Dua orang sopir pengangkut batubara ilegal tanpa dokumen sah ditangkap jajaran Unit 2 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumsel, bersama dua truk bermuatan 50 ton batubara, di dua TKP di Kecamatan Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Barang bukti yang diamankan, dua unit mobil truk milik kedua tersangka yaitu, satu unit mobil truk tronton merek gini warna merah dengan nomor polisi (Nopol) BG 8691 NQ, bermuatan batubara sebanyak 30 ton, dikemudikan oleh tersangka Lukman (50) warga Jalan Sersan Zaini Lorong Mawar Palembang. Dan satu unit mobil fuso merek hino warna hijau dengan Nopol BG 8729 IJ, bermuatan batubara sebanyak 20 ton yang dikemudikan oleh tersangka Sukri Yadi (35) warga Dusun 1 Pemulutan Kabupaten OKI Sumsel. “Ini pengungkapan kasus batubara ilegal yang diangkut oleh dua tersangka berinisial L dan SY, dari pengungkapan ini ada 50 ton batubara yang kita sita, dan dua kendaraan jenis puso,” ungkap AKBP Putu Yudha P, Wadir Reskrimsus Polda Sumsel, didampingi Kasubdit IV, Tipidter. AKBP Tito Dani dan Kanit 2, AKP Dwi, Senin (28/8).

Pengungkapan ini berawal adanya laporan masyarakat, jika di tempat tinggal mereka banyak dilalui kendaraan besar mengangkut batubara ilegal, tanpa memiliki dokumen yang sah. Yang kemudian ditindaklanjuti pihak kepolisian. Pertama petugas berhasil mengamankan tersangka Lukman, saat melintas di Jalan Lintas Sumatera Desa Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat Kecamatan OKU Sumsel (15/8), selang beberapa hari tepatnya tanggal 25 Agustus 2023, petugas menangkap tersangka Sukri Yadi di Jalan Garuda Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Kabupaten OKU Sumsel.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian/batubara diambil dari lokasi atas stockfile dengan nama ‘Kandang Ayam’, dimana pemilik berbeda, di Desa Penyanding Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim ternyata ilegal. “Kami sudah mengecek TKP stockfile ke lokasi tambang ternyata tidak ada izinnya. Jadi kami ambil kesimpulan batubara yang diangkut ini ilegal, mereka mengambil batubara ada istilahnya ‘kandang ayam’, dua pengungkapan ini lokasinya sama tapi stockfile yang berbeda,” jelasnya.

Tersangka Lukman, dilengkapi Surat Jalan diduga palsu, atas nama CV Gumilang Sakti Perkasa, dengan tujuan Kota Cirebon. Sedangkan tersangka Sukri Yadi, menggunakan surat jalan dari CV Mantap 88 dengan tujuan stockfile di Bandung Provinsi Jawa Barat. “Batubara ini akan diangkut ke Bandung dan Cirebon, salah satu tersangka ini sudah 10 kali melakukan pengangkutan batubara ilegal ini,” jelas AKBP Putu.

Sementara itu, tersangka Sukri Yadi, mengaku dirinya sudah 10 kali melakukan pengangkutan batubara dari Muaraenim ke luar Sumatera tujuan Pulau Jawa. Dari pengangkutan tersebut dirinya mendapat upah bersih sekitar 850 ribu saja. “Kalau ke Bandung baru satu kali pak, biasanya ke Jakung, Cilegon, Kerawang, itu diantar ke stockfile, upah sekali angkut bersihnya 850 ribu, kalau termasuk uang makan, jalan dan BBM sekitar Rp  5.650.000, kalau saya sudah 10 kali,” akunya.

Saat ini petugas penyidik Unit 2 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, masih melakukan pendalaman terkait, pemilik lokasi atau stockfile, pengusaha ekspedisi pengangkutan serta siapa pemesan batubara tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 161 Undang Undang No 03 Tahun 2020, tentang perubahan atas Undang Undang No 04 Tahun 2009, tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara. Dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 miliar. (Ly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *