DPC dan PUK KSPSI Sumsel Rayakan HUT KSPSI ke 49 dan Harpenkindo Tahun 2022
PALEMBAMG, MEDIASRIWIJAYA – 50 Perwakilan DPC dan PUK Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti momen perayaan HUT K SPSI Ke 49 dan Hari Pekerja Indonesia (Harpenkindo) tahun 2022 berempat di Aula Kantor DPD KSPSI Sumsel Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang, Sabtu (26/2).
Momen HUT K SPSI Ke 49 dan Harpenkindo Tahun 2022 juga dihadiri Disnaker Provinsi Sumsel diwakili Kabid HI, Ekki Zakiah.,Disnaker Kota Palembang,diwakili Kabid Satker, Fahmi. Kanwil BPJS diwakili Asisten Deputi Kanwil Jamsostek, Muhammad Hanafi, Kacab Jamsostek Kota Palembang, Fiter. Gakki dan Apindo Sumsel dihadiri oleh Wakil Ketua.
Abdullah Anang, Ketua DPD K SPI Provinsi Sumsel, mengatakan dengan usia 49 tahun diharapkan persoalan ketenagakerjaan dapat di sikapi dengan dewasa apalagi di tengah suasana pandemi covid – 19 banyak persoalan tenaga kerja yang di PHK pihak perusahaan. “Dengan usia cukup dewasa 49 tahun ini, mudah mudahan kami beserta perangkat lebih dewasa dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan khusus yang ada di provinsi Sumsel dampak covid banyak pekerja/buruh yang di-PHK. Oleh karena itu harapan kami SPSI selalu ke depan dalam rangka membela hak pekerja yang terzolimi.” ungkap Abdulah Anang.
Dicontohkan Ketua Umum DPD K SPSI Provinsi Sumsel. Pekerja / Buruh yang di PHK dampak dari pandemi covid 19, pihaknya juga banyak melakukan advokasi untuk menyelesaikan persoalan para pekerja/buruh seperti pekerja/buruh karyawan Koprasi PT Pusri yang dapat diselesaikan dengan baik, perusahaan memenuhi hak- hak normatif para pekerja/buruh. “Tentu kami akan advokasi mereka, hak-hak mereka akan kita perjuangkan seperti baru-baru ini kita dapat menyelesaikan karyawan koperasi Pusri yang selama ini tidak jelas siapa dan tempat mereka bekerja dan dengan siapa? Setelah kita advokasi kejelasan mereka perlindungan atas hak-hak mereka. Alhamdulillah dapat diselesaikan dengan baik.” jelasnya.
Diakuinya, selama memimpin DPD KSPSI Provinsi Sumsel, banyak persoalan tenaga kerja para pekerja/buruh dapat diselesaikan di meja perundingan Lembaga Kerjasama (LKS) Tripatit, antara Pekerja dalam hal ini Serikat Pekerja/Buruh. Perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha (Apibdo) dan Pemerintah.”Alhamdulillah selama ini semua persoalan dapat kita komunikasikan terutama kita yang tergabung di dalam LKS Tripartit yang terdiri dari tiga unsur yaitu pekerja Serikat Pekerja/Buruh, kemudian Apindo dan pemerintah. Inilah lembaga yang sangat strategis dalam menanggulangi atau menyelesaikan persoalan tenaga kerja yang ada di Sumsel sebelum persoalan itu timbul dapat kita antisipasi dan kita selesaikan secara internal di dalam lembaga LKS tripartit tersebut,” jelasnya.
Momen HUT K SPSI Ke 49 Tahun 2022 dengan tema ‘Bergerak dan Terus Berjuang’. Puncak acara pemotongan tumpeng, sebelum DPD K SPSI Sumsel telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti Bakti Sosial di tingkap PUK bersama masyarakat sekitar dan Lomba Gaplek Berhadiah. “Hari ini puncak HUT KSPSI, sebelumnya kita pernah melaksanakan beberapa kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di tingkat PUK, kita melaksanakan kegiatan bersama masyarakat setempat seperti membersihkan lingkungan dan juga pertemuan dan silaturahmi di tingkat tingkat pusat.” ujar Abdullah Anang.
Untuk itu Abdulah Anang, dengan usia 49 tahun, diharapkan para pekerja / buruh dapat menghadapi tantangan ke depannya dengan meningkatkan skill dan produktivitas serta mampu berkompetisi. “Pesan kami terutama para pekerja dan buruh khususnya anggota kami. Mari kita tingkatkan produktivitas kita bekerja dengan baik tunjukkan bahwa kita adalah pekerja yang baik yang memang mempunyai kompetensi mempunyai skill, sehingga kita dapat diperhitungkan oleh pihak perusahaan,” jelasnya
Bukan hanya itu, para pekerja/buruh juga mengharapkan kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terkait ketenagakerjaan. “Untuk tingat pengawasan sekali lagi harus ditingkatkan karena jujur kami katakan pengawasan dari dinas tenaga kerja baik dari provinsi maupun kabupaten kota masih lemah, masih banyak perusahaan-perusahaan yang nakal namun ada juga perusahaan-perusahaan yang sudah baik.” harapnya. (Ly)





