HeadlineHukum&KriminalPalembangPolda SumselSUMSEL

Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan Ribuan Jamu dan Obat Kuat Tanpa Izin Edar

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan (Sumsel), mengamankan puluhan ribu sachet jamu dan obat kuat mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) tanpa izin edar di kawasan Musi Banyuasin (Muba) Sumsel bersama seorang pemilik jamu Agus Susanto, Rabu (17/5) sekitar pukul 15.00 Wib

Penangkapan tersangka Agus Susanto, berdasarkan termuan petugas dilapangan, jika telah terjadi peredaran dan perdagangan jamu dan obat kuat tanpa izin. Dari hasil penyelidikan petugas langsung melakukan pengerebekan dan penangkapan di dua lokasi berbeda milik tersangka.

Di TKP pertama dimana tersangka sedang berdagang di kawasan Pasar Sekayu Jalan Merdeka Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba dari tangan tersangka petugas berhasil menyita jamu dan obat kuat tampa izin dagang dan edar sebanyak 4.670 sachet. Di TKP ke dua kembali petugas menemukan lokasi penyimpanan di Jalan Kol Wahid Udin Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu sebanyak 70.830 sachet. “Kita berhasil mengungkap kasus jamu dan obat kuat tanpa izin yang beredar di wilayah sekayu Muba TKP pertama di Pasar Sekayu dan TKP kedua dirumah tersangka berinisial AS yang mengedarkan ataupun berdagang jamu tidak ada izinnya, jadi kita mengamankan 1 orang tersangka danbbarang bukti total 75.500 sachet jamu,” ungkap AKBP Bagus Suryo Wibowo, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel. Rabu (24/05).

Dikatakan AKBP Bagus, tersangka memperdagangkan jamu dan obat kuat di Pasar Sekayu dan sebagian di simpan di rumah. Sedangkan usaha tersangka Agus Susanto ini sudah berlangsung sejak tahun 2013 silam hingga sekarang.

Untuk pasokan jamu dan obat kuat, diperoleh tersangka dari luar sumsel tepatnya dari Cilacap Jawa Tengah, tepatnya dari dua pelaku atas nama Sobirin dan Kenyot yang masih dalam perburuan petugas. “Barang ini dari cilacap di dapat dari sales, ini masih dalam pengembangan, kita yakin ini berasal dari home industri, ini akan kita kembangkan sampai ke pelaku pembuatannya,” jelasnya.

Untuk keuntungan selama berjualan jamu dan obat kuat, setidaknya tersangka Agus Susanto meraup keuntungan perbulan mencapai puluhan juta.”Tersangka ini jualan jamu sejak tahun 2013, keuntungan dari 5 ribu hingga 15 ribu perkotak, untuk omset perbulan sekitar 20 juta,” terang Kasubdit 1 Indagsi.

Sementara itu, Tedy Wirawan, Kasi Pengawas Farmasi Dan Makanan Ahli Madya BPOM Palembang, mengatakan jika jamu atau obat tanpa izin edar itu mengandung BKO yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti kerusakan fungsi hati dan ginjal. “Jamu dan obat ini harus diawasi juga dilakukan pengujian labortorium, ini produk produk tanpa izin edar walau ini ada dicatumkan izin edar dari BPOM. Tapi tidak teregristrasi di BPOM jadi itu palsu. Ini beresiko pada organ tubuh khususnya hati dan ginjal, karena organ itulah yang mengeluarkan bahan kimia dari tubuh kita,” tegasnya.

Atas pembuatan tersangka dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 106 Ayat (1) Jo Pasal 197 dan Pasal 106 Ayat (1) UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Dan Pasal 8 Ayat (1) hirup F Jo Pasal 62 Ayat (1) UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara minimal 8 tahun maksimal 15 tahun dan denda Rp 1.5 Miliar. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *