HeadlineHukum&KriminalMuaraenimPalembangPolda SumselSUMSEL

Ditreskrimsus Polda Catat Total Kerugian Rp 2,5 M Korban Investasi Online FEC

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Subdit I Tindak Pidana Indagsi Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan mencatat terdapat 94 korban Investasi online Future E-Commerce (FEC) dengan kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. Rencananya Mentor Senior berinisial AS akan datang memenuhi panggilan penyidik.


Kasubdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Bagus Suryo Wibowo membenarkan jika pihaknya hingga Jumat petang (15/9) telah menerima laporan korban Investasi FEC mencapai 94 orang. Dan tidak menutup kemungkinan korban Investasi FEC ini akan terus bertambah dan berdatangan ke Ditreskrimsus Polda Sumsel. “Saat ini kami masih menerima laporan dari beberapa korban, perhari ini total ada 94 koran, kerugian mencapai Rp 2,5 Miliar kurang lebih. Sampai saat ini masih kita katakan lagi di Posko yang kami bentuk,” ungkap AKBP Bagus.
Untuk para korban, Kasubdit I Tipid Indagsi mengatakan jika korban bukan saja berasal dari Kota Palembang dan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, akan tetapi tersebar di Provinsi Sumsel untuk mencari member (anggota) dengan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Atau dengan kata lain modus investasi FEC dengan skema ponzi adalah modus investasi palsu dengan memberikan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya. “Untuk korban ada di Palembang, Gelumbang dan tidak menutup kemungkinan di sekitar Sumsel, modus masih skema ponzi jadi mencari member- member ke bawahnya,” ujarnya.


Catatan pihak kepolisian, para korban menjadi member Investasi FEC ini bervariasi. Bahkan ada korban yang baru pertama kali ikut melalui aplikasi online FEC langsung menjadi korban.”Untuk waktu ada yang 2 bulan, ada 1 bulan, ada yang lebih 3 bulan, bahkan ada yang baru ikut pas aplikasinya take down,” tutur AKBP Bagus.
Untuk Mentor Senior di FEC, Aufah Syahrizal, juga seorang pejabat di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumsel, sesuai jadwal penyidik akan memanggil Aufah ke Krimsus. “Kita akan melakukan pemanggilan, kemarin sudah kita jadwalkan memang, yang bersangkutan sedang ada kegiatan perjalanan dinas. Jadi kami masih menunggu yang bersangkutan kembali. Mentor ini berinisial AS, dia pegawai di Sumsel, penjadwalan pemanggilan rencananya Senin (18/9) dan beliau bersedih hadir, ” terang Kasubdit I Tipid Indagsi, AKBP Bagus.

Karena banyaknya korban FEC yang datang ke Polda Sumsel, untuk itu diimbau bagi warga masyarakat yang menjadi korban, silakan datang ke Posko, dengan membawa beberapa dokumen dan barang bukti. “Untuk masyarakat yang merasa menjadi korban FEC silakan datang ke Polda Sumsel Krimsus di sini ada Posko, kami sudah membuat Posko Pengaduan, silakan datang nanti kami datakan dengan membawa bukti bukti transfer dan data KTP-nya,” imbaunya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *