BPDPKS Selenggarakan Pelatihan dalam Rangka Pengembangan SDM PKS Tahun 2024 Kerjasama dengan Ditjenbun dan 15 Lembaga Penyelenggara Pelatihan
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) bekerjasama dengan Ditjenbun dan 15 Lembaga Penyelenggara Pelatihan menyelenggarakan Pelatihan dalam rangka Pengembangan SDM PKS Tahun 2024 secara serempak dengan total peserta pelatihan sebanyak 6.437 orang. Khusus untuk wilayah Sumatera Selatan, pelatihan Angkatan II dan Angkatan III diikuti sebanyak 77 orang yang berlangsung selama lebih kurang 10 hari efektif bertempat di Hotel Beston Palembang. “Pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan 2 dan 3 Provinsi Sumatera Selatan ini kerjasama antara Badan Pengelola Dana dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP),” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Dr Dea Christina Jumissa, STP,MAP,M.AgrSc saat laporan pada acara Pembukaan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan 2 dan 3 bertempat di Hotel Beston Palembang, Minggu 29 Juni 2024.

Keterangan foto: Dr Dea saat menyematkan tanda peserta.
Dr. Dea dalam laporannya menyebutkan BPDPKS, melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Lembaga Penyelenggara Pelatihan Kementerian Pertanian menyelenggarakan pelatihan Angkatan II dan III ini dengan dana bersumber dari BPDPKS Tahun 2024. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara serentak dari tanggal 29 Juni – 9 Juli 2024. “Adapun tujuan pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan petani tentang kelembagaan petani dan penguatannya, tentang pentingnya kemitraan usaha, kemampuan kepemimpinan dan meningkatkan kemampuan pengelolaan ekonomi rumah tangga. Materi dengan 62 item teori dan 18 item praktek diikuti sebanyak 39 orang untuk Angkatan II dan 38 orang untuk Angkatan III. Peserta didampingi dan dibimbing praktisi dan pembimbing berkompeten dengan pendekatan Pendidikan orang dewasa yang dilakukan dengan berbagai cara. Peserta yang mengikuti sampai akhir dan tindak lanjut akan mendapatkan sertifikat,” tambah Dr Dea.

Keterangan foto: Ir Yusral Tahir, M. Agr saat menyematkan tanda peserta.
Sementara itu, Kepala BBPMKP Ir Yusral Tahir,M.Agr dalam sambutannya menegaskan bahwa ada tanggungjawab moral terhadap keberlangsungan tanaman sawit. “Peserta para petani dari berbagai daerah. Pelatihan ini cukup panjang selama lebih kurang 10 hari efektif dengan didanai dari BPDPKS. Dari sekitar 30 ribu petani sawit di Sumsel, 77 orang peserta berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin yang mengikuti pelatihan ini. Sehingga kalian diharapkan sharing dan tularkan ilmu ini. Kita berharap semua petani sama-sama mengangkat sawit lebih tinggi baik dari sisi harga, produksi, dan produktivitasnya. Bismillah hirohmanirohim, pelatihan ini saya buka dengan resmi,” ujar Yusral.

Keterangan foto: Dr Dea saat melaporkan kegiatan pelatihan.
Pada kesempatan ini Yusral juga mengatakan pihaknya menyelenggarakan kegiatan dari anggaran BPDPKS untuk wilayah Sumsel, Bengkulu, Sumut dan Jambi. “Jumlah petani yang dilatih masih sangat terbatas tapi diharapkan jadi sumber informasi bagi teman di desa, di kecamatan sampai di kabupatan bahkan jadi narasumber melakukan penguatan ekonomi. Tujuan kita bagaimana ke depan punya mainset yang sama terkait produksi dan kepemimpinan ketua-ketua kelompok tani ini. Ke depan harga mereka yang tentukan bukan pembeli. Tujuan pelatihan ini untuk tingkatkan sumber daya manusia di sektor kelapa sawit. Ke depan petani berkompeten di bidangnya sehingga ketika ada kebijakan mereka dengan mudah mencernanya. Dididik berkompetensi di pasar internasional karena karet itu komoditas unggulan kita,” tambah Yusral.

Keterangan foto: Kepala BBPMKP Ir Yusral Tahir,M.Agr sambutan sekaligus membuka acara pembukaan pelatihan.
Pada kesempatan ini Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan diwakili Kepala Seksi Penyuluhan dan Pembinaan SDM Rica Oktavia, SP usai acara pembukaan mengatakan pihaknya berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan seksama oleh para peserta. “Melalui kegiatan ini target produksi dan produktivitas petani pekebun di Sumsel diharapkan lebih baik lagi dari sebelumnya. Melalui dana BPDPKS program peremajaan sudah dilakukan. Sekarang SDM digali untuk mengikuti pelatihan ini dengan harapan mereka dapat meningkatkan kemampuan,” tambah Rica. (saf)







