BKOW Sumsel Gelar Musyawarah Paripurna IX Tahun 2026
Teks foto: H Cik Ujang, Dewan Pertimbangan BKOW Sumsel saat sambutan sekaligus membuka resmi kegiatan Musyawarah Paripurna IX BKOW Sumsel.
-
Pada Kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan kepada Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Musyawarah Paripurna IX Tahun 2026 yang dihadiri H Cik Ujang, Dewan Pertimbangan BKOW Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru, Dewan Penasehat BKOW Sumsel, serta seluruh organisasi yang bernaung di bawah BKOW Sumsel. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Perjuangan Wanita Jalan Kapten Arivai Palembang, Kamis (12/2/2026).
Musyawarah Paripurna IX menggusung tema “Transformasi Organisasi Wanita di Era Digital: Kolaboratif, Inovatif, dan Kontribusi Nyata Menuju Sumsel Maju untuk Semua”. Acara ini diisupport oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan.

Teks foto: Laporan Ketua Panitia.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Ir. Endang Pratiwi, Musyawarah Paripurna IX diikuti Ketua dan Sekretaris organisasi di bawah BKOW Sumsel masa bakti 2021-2025 dengan membawa mandat dari organisasi masing-masing, serta para Pengurus BKOW Sumsel masa bakti 2021-2025. “Kegiatan Pada Kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan kepada Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan di antaranya Menyempurnakan dan menetapkan AD/ART BKOW Sumsel masa bakti 2026-2030, Menyusun dan menetapkan program kerja umum BKOW Sumsel masa bakti 2026-2030, Menyampaikan paparan Ketua Umum BKOW Sumsel masa bakti 2021-2025, serta Mengesahkan Ketua Umum BKOW Sumsel masa bakti 2026-2030,” katanya.
Ketua BKOW Sumsel, Hj Lidyawati, S.Hut.,M.M. dalam sambutannya mengatakan kegiatan dilaksanakan 5 tahun sekali dengan sudah memenuhi ketentuan yang disyaratkan yaitu sudah memenuhi kuorum. “Hadir 41 anggota dari 45 organisasi. Peninjau ada 24 orang dari GOW yang ada di Sumsel. Selanjutnya ada 1 orang dari Organisasi yang baru bergabung. Berarti, telah memenuhi kuorum karena lebih dari ½ anggota organisasi ditambah 1 yang hadir,” ujarnya saat membuka sambutan.
Menurut Lidyawati, Agenda 5 tahun sekali dengan tujuan menyempurnakan dan menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga AD/ART BKOW Sumsel. Selanjutnya bertujuan untuk menyusun dan menetapkan program kerja umum, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus 2021-2025, serta mengesahkan kepengurusan periode 2026 – 2030.

Teks foto:Hj Lidyawati,S.Hut.,M.M. saat sambutan.
Musyawarah Paripurna dilaksanakan selama tahun sekali sebagai amanat yang tertuang dalam AD/ART sebagai pedoman organisasi BKOW Sumsel masa bakti 2026-2030. Program Umum dan kebijakan umum BKOW Sumsel. BKOW melalui program-programnya tetap konsisten dalam memperjuangkan peningkatan kualitas peran perempuan sebagai mitra sejajar pria dalam pembangunan khususnya di pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan. “Diharapkan dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan. Akhirnya kami mohon kepada Dewan Pertimbangan BKOW Sumsel Bapak H Cik Ujang untuk memberikan arahan dan membuka secara resmi,” ujarnya.
H Cik Ujang, selaku Dewan Pertimbangan BKOW Sumsel dalam sambutannya mengatakan atas nama pemerintah provinsi Sumsel dan selaku Dewan Pembina/ Dewan Pertimbangan menyampaikan apresiasi terhadap BKOW Sumsel dan jajaran yang selama ini sudah menunjukkan dedikasi dan pengabdian mendukung pembangunan di Sumsel. “Tema yang sangat relevan dan visioner. Kita menyadari bahwa kemajuan digital membawa perubahan besar terhadap dunia kehidupan termasuk dalam tata kelola dan pemberdayaan masyarakat. Organisasi wanita tidak hanya berperan dalam kemasyarakatan tapi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Membangun jejaring dan ikuti perkembangan zaman agar organisasi berdampak baik dami kemajuan ke depannya,” kata Cik Ujang.
Dirinya berharap BKOW Sumsel mampu mewujudkan itu. Mampu bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan semua pihak dengan program-program yang mampu langsung menyentuh perempuan. “Perempuan adalah agen perubahan dan sejumlah peran positif lainnya sehingga harus terus kita dorong. Saya berharap BKOW Sumsel dapat menjadi motor penggerak tersebut. Musyawarah ini hendaknya jangan hanya jadi wacara pertemuan tapi mampu mewujudkan program kerja yang positif dan adaptif sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan perempuan di Sumsel dan mendukung program pemerintah Sumsel. Kami siap memberikan dukungan dan arahan namun tetap ditentukan oleh semangat kebersamaan dan integritas seluruh anggota dan kepengurusan BKOW Sumsel,” kata Cik Ujang.


Teks foto: Hj Lidyawati (tengah) saat memimpin pemilihan pimpinan sidang.


Usai acara pembukaan, Hj Lidyawati, S.Hut.,M.M., memimpin pemilihan pimpinan sidang Musyawarah Paripurna IX. “Sesuai dengan susunan acara, kita akan melaksanakannya sesuai dengan jadwal yaitu pembacaan susunan acara, pengesahan tata tertib acara, serta pemilihan pimpinan sidang paripurna yang langsung saya pimpin,” ujarnya.
Pelaksanaan Musyawarah Paripurna IX BKOW Sumsel berlangsung sampai sore hari dengan berbagai keputusan dan rumusan yang disepakati bersama para peserta musyawarah. (adv)









