Begal Sadis Tikam Korban Gunakan Pisau Dapur
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Vandea Helga Fani (23) perempuan remaja ini menjadi korban begal sadis, saat hendak pergi belanja diwarung, tidak jauh dari rumahnya di Jalan Aman Lorong Sosial Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang. Rabu (10/05) pukul 05.10 Wib.
Helga, akibat pembegalan sadis mengalami luka senjata tajam jenis pisau dapur dibagian kepala dan tangan kanan, tanpa perlawanan pulang kerumah berlumuran darah. Korban Helga, ditemani sang ayah, Rudi Hartono (53) mendatangi kantor kepolisian Polsek Sukarami, walau sempat di tolak, akhirnya laporan korban pun di proses pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Sukarami Palembang.
Korban Helga saat kejadian tanpa mengunakan helm berangkat mengunakan motor Honda Beat Street warna silver dengan nopol BG 2529 FAM, hendak pergi ke warung yang berjarak 30 meter dari rumahnya. “Keluar dari rumah untuk ke warung karena portal tutup jadi lewat lapangan belakang tapi tetap di depan portal, kejadiannya di depan itu, tiba tiba dari samping ada motor dengan dua laki laki,” ungkap Helga, usai menjalani BAP petugas reskrim Polsek Sukarami.
Dari rekaman CCTV, setiba di pengkolan korban Helga diiringi dari belakang oleh sebuah motor ditungangi oleh dua laki laki tidak dikenal mengunakan helm. Tiba tiba diserang mengunakan pisau dapur, walau sempat memberikan perlawanan akan tetapi korban tidak berdaya dan pasrah. “Yang duduk dibelakang langsung bacok kepala dan tangan sambil ngomong turun, karena dia (pelaku) pegang pisau dapur, saya langsung turun, dompet dan motor langsung diambil, kejadian tidak sampai satu menit, pelaku dua orang tahu tahu sudah di samping” ujarnya.
Korban Helga yang shock, walau sudah menjerit minta tolong, korban yang mengalami luka dibagian kepala bagian belakang dan tangan, pulang ke rumah dengan menahan rasa sakit. “Luka di kepala selebar 12 cm ini dapat 12 jahitan, dan luka di tangan,” terang Rudi, orang tua korban.
Dari penuturan Rudi, usai membegal putrinya kedua pelaku kabur ke arah jalan Murod membawa kabur sepeda motor korban. “Pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan letnan Murod dengan membawa motor anak saya Honda Beat street warna silver dengan nopol BG 2529 FAM,” katanya.
Disinggung soal Laporan sempat ditolak, dijelaskan Rudi. Setelah sang anak mendapat perawatan sementara, langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukarami sekira pukul 06.30, namun pada laporan pertama ini dia ditolak karena adanya berkas yang tidak dibawa. “Tadi kesini tapi sempat ditolak karena ngga bawa BPKB atau fotonya karena BPKB motor tersebut di rumah saya yang di Baturaja, jadi saya pulang dulu dan Kanit Sukarami juga datangi TKP dan akhirnya pada pukul 09.00 saya datang lagi dan laporan saya diterima,” terangnya. (Ly).




