Audiensi dengan Mgr. Yohanes Harun Yuwono, LP3KD Sumsel Siap Gelar Pesparani II di SMA Kusuma Bangsa
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA, — Langkah pemantapan terus dilakukan jajaran pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sumatera Selatan menjelang helatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi. Pada 23–25 Oktober 2026 mendatang, pesta paduan suara dan seni budaya gerejani ini bakal kembali menghentak Bumi Sriwijaya yang rencananya pada pembukaan akan dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru
Guna memohon restu serta arahan pastoral, jajaran pimpinan LP3KD Sumsel bertandang langsung menemui Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono., di kediaman resmi Keuskupan, kawasan Jalan Tasik, Palembang.
Pertemuan strategis tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua LP3KD Sumsel, P. Harmadi, bersama Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag Sumsel, Leo Sutrisno. Tampak mendampingi jajaran pengurus daerah yakni Aryo Mahir, Alfonsus Supardi, dan Andreas Daris. Rombongan disambut hangat oleh Mgr. Yuwono yang didampingi Vicarius Generalis (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, RD. Yohanes Kristianto, serta RD. Agustinus Giman.
Dalam tatap muka tersebut, P. Harmadi memaparkan kesiapan panitia dalam menggarap ajang bergengsi tiga tahunan ini. Kompleks sekolah SMA Kusuma Bangsa di Jalan H. Abdul Rozak, 8 Ilir, Palembang, ditunjuk sebagai pusat kegiatan yang diproyeksikan bakal menyedot kehadiran sekitar 1.000 partisipan, mulai dari kontingen, pendamping, hingga juri dan panitia dari 9 kabupaten/kota se-Sumsel. “Pesparani II bukan sekadar panggung olah vokal, melainkan wahana komprehensif pendalaman iman dan budaya,” jelas Harmadi.

Sebanyak 14 cabang perlombaan telah disiapkan panitia, terbagi dalam tiga kategori utama:
1. Pendalaman Kitab Suci & Ajaran Gereja: Bertutur Kitab Suci, Cerdas Cermat Rohani Anak, dan Cerdas Cermat Rohani Remaja.
2. Seni Mazmur Liturgi: Lomba Mazmur Anak, Remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dan Dewasa.
3. Paduan Suara & Musik Etnik: Paduan Suara Anak, Remaja Gregorian, OMK Campuran, Dewasa Pria Gregorian, Dewasa Wanita, Dewasa Campuran, hingga Paduan Suara OMK Etnik.
Ajang kali ini mengemban ekspektasi tinggi. Pasalnya, pada Pesparani Nasional III lalu, kontingen Sumatera Selatan berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menembus peringkat 5 besar nasional berkat raihan 10 medali emas dan 4 perak.
Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumsel, Leo Sutrisno, menegaskan bahwa helatan tingkat provinsi ini menjadi batu loncatan penting menuju ajang Pesparani Nasional IV yang akan digelar di Sulawesi Utara pada 2027. Melalui ajang seleksi daerah ini, para duta terbaik Sumsel akan disaring dan dipersiapkan lebih matang.”Lebih dari sekadar kompetisi, Pesparani adalah perwujudan visi seni budaya gerejani yang hidup di tengah gereja, masyarakat, dan negara. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan internal umat Katolik sekaligus memperkokoh toleransi dan kebersamaan dengan masyarakat luas dalam koridor Pancasila dan UUD 1945,” kata Leo.

Menanggapi paparan tersebut, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menyambut baik dan memberikan peneguhan moral bagi seluruh panitia dan pengurus. Mengutip tema pastoral “Pengharapan yang Tidak Mengecewakan”, Uskup Agung berpesan agar seluruh persinggungan persiapan digerakkan oleh keteguhan iman dan semangat pantang menyerah. “Dalam situasi apa pun, umat beriman tidak boleh kehilangan gairah hidup apalagi putus asa. Persiapan di SMA Kusuma Bangsa harus dimatangkan dengan cermat, sehingga seluruh rangkaian acara betul-betul menjadi wujud nyata dari pertolongan dan penyertaan Tuhan bagi kita semua,” tegas Mgr. Yuwono.(daris)




