OPINI: Membangun Jiwa Wirausaha bagi Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan
Oleh: Drs. N. Suseno
PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA – Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan “Entrepreneurship”, dapat diartikan sebagai “the backbone of economy”, adalah syaraf pusat perekonomian atau pengendali perekonomian suatu bangsa. Secara epistimologi, kewirausahaan merupakan suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha atau suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan berbeda. Menurut Thomas W Zimmerer, kewirausahaan merupakan penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi sehari-hari. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, keinovasian dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.
Pendidikan formal menjadi salah satu institusi yang mempunyai peranan yang sangat penting. Karenanya sekolah diharapkan dapat mentranformasikan karakteristik wirausaha kepada peserta didiknya. Terlebih SMK yang mempunyai tujuan menghasilkan tamatan yang siap untuk memasuki dunia kerja, dalam konteks bekerja secara mandiri, maka tamatan tersebut harus bisa menjadi wirausaha. Dalam upaya menumbuhkan Kartakteristik wirausaha diri peserta didik, maka di SMK perlu diciptakan situasi dan kondisi yang membiasakan peserta didik untuk berfikir, bersikap dan bertindak, sebagaimana karakteristik seorang wirausaha. Penerapan karakteristik wirausaha di SMK dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran. SMK mempunyai peranan yang sangat penting dalam melahirkan generasi wirausaha. Maka proses pembelajaran di SMK perlu direncanakan secara matang, dilaksanakan dan dikendalikan untuk mencapai tujuan yaitu menghasilkan tamatan yang bermental wirausaha. Peran guru SMK dalam melahirkan tamatan yang bermental wirausaha sangat strategis, untuk itu perlu pembiasaan penerapan wirausaha bagi peserta didik . Pembiasaan penerapan wirausaha di sekolah dapat ditempuh melalui kegiatan pembelajaran, penerapan nilai-nilai karakteristis kewirausahaan di sekolah dan praktik kewirausahaan. Jika sikap-sikap tersebut dapat diterapkan dengan baik dan konsisten, serta dapat terwujud dalam kehidupan keseharian di sekolah, maka secara bertahap akan tumbuh menjadi kebiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, untuk menunjang keberhasilan dalam membentuk karakteristik wirausaha. Maka, untuk melahirkan peserta didik yang bermental wirausaha, diperlukan adanya pembiasaan penerapan wirausaha di sekolah yang dapat ditempuh melalui kegiatan belajar mengajar, penerapan karakteristik kewirausahaan di sekolah dan praktik berwirausaha.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan menghasilkan tamatan yang siap memasuki lapangan kerja secara mandiri sebagai wirausaha (entrepreneur). Dengan usia peserta didik yang rata-rata masih produktif untuk menerima ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk di dalamnya ilmu wirausaha, maka SMK menjadi sangat penting dalam menyiapkan tamatan yang siap berwirausaha, untuk itu, karakteristik wirausaha di SMK perlu dikondisikan baik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang relevan . Sehingga dengan kondisi lingkungan yang menerapkankan karakteristik wirausaha, peserta didik menjadi terbiasa menerapkan dalam hidupnya dan pada akhirnya akan menjadi karakter kepribadian peserta didik .
Berkaitan dengan Pilar-pilar belajar UNESCO yang dikenal dengan istilah “four pillars of learning” merupakan upaya untuk mewujudkan tatanan dunia, di mana peserta didik sebagai generasi penerus bangsa, tidak hanya sukses sebagai peserta didik di sekolah, tetapi juga sebagai individu dan masyarakat sosial. Artinya peserta didik tidak hanya belajar agar dapat memiliki prestasi akademik yang bagus, tetapi juga mampu belajar secara mandiri di luar sekolah dan berkontribusi dengan memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya, untuk menjadi warga negara yang produktif (Zhao dan Sun, 2001).
Karakteristik wirausaha merupakan bagian dari pendidikan kecakapan hidup ( life skills). Life skills dalam pendidikan kewirausahaan adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik, yang menjadi bekal bagi mereka dapat hidup mandiri sebagai wirausahawan. Berkaitan dengan hal tersebut , ada empat prinsip penting yang tidak bisa ditinggalkan dalam menjalankan pembelajaran kewirausahaan sebagai life skills, yaitu Learning to know (belajar untuk mengetahui kewirausahaan), learning to do (belajar untuk melakukan kegiatan wirausaha), learning to be (belajar untuk mempraktekkan kegiatan wirausaha), and learning to live together (belajar untuk bersama dengan yang lain dalam interaksi sosial dalam berwirausaha). Belajar kewirausahaan bukan hanya sekedar mengajari bagaimana peserta didik dapat membuat kemudian menjual, melainkan memberikan pengalaman dan kecakapan langsung bagaimana merancang dan mengelola sebuah usaha secara utuh.
Pelaksanaan life skill kewirausahaan di SMK dapat dilaksanakan melalui pendekatan Reorientasi pembelajaran, pengembangan budaya sekolah, pengembangan manajemen sekolah dan hubungan sinergis dengan masyarakat. Melalui reorientasi pembelajaran pada prinsipnya bagaimana mengupayakan kurikulum yang berlaku, agar kewirausahaan dapat ditumbuhkan secara terprogram. Yaitu dengan mengkaitkan topik diklat dengan karakteristik wirausaha yang akan mendorong pembelajaran lebih kontekstual dengan kehidupan bermasyarakat dan realistik, karena memang itulah yang diperlukan ketika peserta didik bekerja di dunia nyata. Terkait dengan pengembangan budaya sekolah, pembelajaran kewirausahaan di sekolah perlu dikaitkan dengan sikap dan perilaku seperti : disiplin diri, tanggung jawab, kerjakeras, semangat untuk belajar dan menemukan cara kerja yang lebih baik, peduli lingkungan dan lain sebagainya. Dengan demikian warga sekolah harus memahami hal-hal tersebut , kemudian menjadikannya sebagai nilai-nilai kehidupan dan mewujudkanya dalam perilaku keseharian.
Sebagai upaya menginternalisasi kartakteristik wirausaha dalam diri peserta didik di SMK, maka harus diciptakan situasi dan kondisi yang membiasakan untuk berfikir, bersikap dan bertindak sebagaimana karakteristik seorang wirausaha. Adapun bentuk pembiasaan penerapan karakteristik wirausaha di SMK dapat dilakukan melalui mata pelajaran kewirausahaan, pengintegrasian ke dalam mata pelajarann dan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (IDUKA).
Di era globalisasi saat ini, wirausaha tidak asing lagi dijumpai di lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan banyaknya orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan suatu pekerjaan di sebuah perusahaan, namun tidak semua orang dapat diterima di perusahaan tersebut. Sehingga timbul banyak pengangguran dan mereka memilih untuk beralih menjadi wirausahawan. Di dunia pendidikan, wirausaha telah dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran, tujuannya yaitu melahirkan pesertra didik yang siap untuk berwirausaha. Untuk itu, karakteristik wirausaha pada peserta didik perlu diterapkan melalui kegiatan-kegiatan di sekolah, dengan harapan agar peserta didik menjadi terbiasa untuk menerapkannya dan peserta didik memiliki karakter yang siap menjadi wirausaha.
Dunia pendidikan dalam hal ini Sekolah Menegah Kejuruan mempunyai peranan yang sangat penting dalam melahirkan generasi wirausaha, maka Sekolah Menengah Kejuruan perlu merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan agar menghasilkan tamatan yang bermental wirausaha. Guna melahirkan tamatan yang bermental wirausaha, maka perlu pembiasaan penerapan wirausaha bagi peserta didik . Pembiasaan penerapan wirausaha di sekolah dapat ditempuh melaui kegiatan belajar mengajar, penerapan nilai-nilai karakteristis kewirausahaan di sekolah dan praktik berwirausaha. Agar efektifitas dan mutu tamatan bisa diandalkan, maka di SMK diperlukan sinergi dan kerjasama dengan IDUKA yang ditindak lanjuti dengan link and macht dan didampingi perguruan tinggi yang relevan.
Kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui : Pertama, pelaksanaan mata pelajaran kewirausahaan yang dirancang untuk membuka wawasan kewirausahaan, menanamkan sikap kewirausahaan, memberikan bekal pengetahuan praktis dan memberikan pengalaman awal berusaha. Kedua, pengintegrasian nilai-nilai karakteristik wirausaha ke dalam semua mata pelajaran. Penerapan nilai-nilai karakteristik kewirausahaan di sekolah dengan membuat peraturan yang memuat nilai-nilai kewirausahaan dan mengikat kepada seluruh warga sekolah dan siapa saja yang ada di lingkungan sekolah. Peraturan tersebut meliputi tata tertib siswa, kode etik guru dan karyawan, serta peraturan lain yang mengatur terhadap siapa saja yang pada saat itu berada di lingkungan sekolah. Kegiatan praktik berwirausaha dilakukan melalui upaya mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan unit produksi dan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler kewirausahaan. Dengan melibatkan peserta didik dalam unit produksi, diharapkan penanaman konsep, penanaman sikap, pemahaman teknis serta pembekalan pengalaman awal berwirausaha dapat dilakukan. Sedangkan dengan kegiatan ekstrakurikuler, maka diharapkan dapat menanamkan sikap, pemberian pembekalan teknis dan memberikan pengalaman berwirausaha.
Berkenaan upaya untuk melahirkan generasi wirausaha yang handal dan dapat dibanggakan, maka pembiasaan penerapan karakteristik wirausaha, yang harus dilakukan mulai dari sedini mungkin dan sebagai lembaga pendidikan formal sekolah harus dapat mempersiapkan diri sebagai lembaga yang mampu menginternalisasi nilai-nilai wirausaha kepada peserta didiknya. Semoga tamatan-tamatan SMK semakin berkualitas, memiliki kemampuan berwirausaha, mampu bekerja serta professional dibidangnya dan keberadaaanya dapat menjawab kebutuhan dunia usaha industri. SMK Bisa !, SMK Hebat !
Penulis adalah Kepala SMK Xaverius Palembang




