OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel Beberkan Hasil SNLIK Tahun 2022 dan Update Kinerja Industri Keuangan Wilayah Sumbagsel
Keterangan foto: Untung Nugroho Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan saat melakukan konferensi pers, Jumat (9/12).
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Bertempat di Aula Serbaguna Lantai 3 Gedung OJK KR 7 Sumbagsel, Untung Nugroho Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan membeberkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 dan Update Kinerja Industri Keuangan Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Jumat (9/12).
Melibatkan sekitar 34 media massa baik lokal maupun nasional dari beberapa wilayah seperti Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan serta ada juga dari Jawa Barat, OJK selain membeberkan hasil SNLIK Tahun 2022 dan Update Kinerja Industri Keuangan di Wilayah Sumbagsel, juga sharing perkembangan terkini dengan para insan pers yang dilibatkan dalam pertemuan ini baik secara offline maupun zoom meeting. “Dalam rangka meningkatkan informasi kepada publik mengenai perkembangan sektor jasa keuangan terkini beserta kebijakan OJK dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan perlindungan konsumen, kami melaksanakan Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) November 2022 dengan narasumber seluruh Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK,” kata Untung.
Para kesempatan ini didampingi Staff bagian Hubungan Masyarakat, Andes, Untung membeberkan banyak hal di antaranya perkembangan perbankan dengan pertumbuhan Kredit Usaha Kecil (KUR) yang diakuinya mengalami pertumbuhan sepanjang tahun 2022 sebesar Rp 9,4 triliun untuk wilayah Sumsel dan Bangka Belitung. Diakuinya, Capaian tersebut mengalami peningkatan dibanding pertumbuhan KUR dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 4 Triliun. Salah satu penyebab minimnya penyaluran KUR pada tahun 2020 dikarenakan minimnya keterlibatan pihak terkait. Namun pada tahun 2022 berkat dukungan dari berbagai pihak penyaluran KUR sukses tumbuh sebesar 9,4 Triliun.
Sekadar ilustrasi, BRI selaku bank plat merah milik pemerintah yang intens menjemput bola dengan berbagai upaya berhasil merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp 5.41 triliun sampai September 2022 untuk sektor pertanian. “Jika banknya rajin dapat nasabah banyak, jika banknya tidak rajin maka nasabah juga akan lebih sedikit. Namun memang perlu diingat bahwa perbankan tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlu dukungan semua pihak seperti dinas-dinas terkait. Namun pemerintah tidak tinggal diam, dalam rangka memberikan kemudahan pelaksanaan Kredit Program khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemerintah menyediakan sebuah aplikasi dengan nama Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang bertujuan SIKP menjadi basis data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terpercaya dan dapat dijadikan rujukan bagi bank untuk penyaluran kredit yang efektif. Dengan adanya Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) akan semakin memudahkan Kabupaten/ Kota dalam melakukan penginputan data calon Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nantinya dapat biayai oleh perbankan. Semakin aktifnya kabupaten/kota yang melakukan penginputan maka makin banyak masyarakat yang menikmati Kredit Usaha Rakyat (KUR) , karena pada akhirnya semua perbankan di seluruh Indonesia dapat melihat data masyarakat yang legible untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tambah Untung yang juga sempat mengulas selintas tentang website Rumah LIMAS (Literasi dan Inklusi Masyarakat Sumatera Selatan) yang merupakan inisiasi OJK, Pemerintah Daerah Sumatera Selatan beserta pemangku kepentingan lainnya yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Menurutnya, Rumah LIMAS merupakan infrastruktur percepatan akses keuangan daerah dan pengembangan UMKM berbasis teknologi informasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
Pada kesempatan ini Untung juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan mapping untuk sektor-sektor yang literasinya masih rendah sebagai upaya untuk meningkatkan literasinya.
Terkait situasi perekonomian terkini, Untung juga sempat menyoroti keberadaan asuransi yang saat ini sedang bermasalah seperti Asuransi Bumi Putera. Disebutkannya pihaknya sudah meminta manajemen asuransi untuk melakukan penyehatan dalam rangka memulihkan kondisi kepercayaan masyarakat dan mengatasi persoalan keuangan yang terjadi. Diakuinya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kerja pengawasan industri jasa keuangan dan perlindungan konsumen serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah. OJK juga memiliki peran sangat strategis sebagai perpanjangan tangan untuk membangun perekonomian daerah. Untung juga menyebutkan bahwa keberadaan Kantor OJK KR 7 Sumbagsel ini dapat menjadi tempat dialog dan berkumpul diskusi berbagai hal utamanya terkait sektor jasa keuangan, serta diharapkan jajaran OJK di KR 7 Sumbagsel dapat meningkatkan target atas pelaksanaan tugas dan fungsinya seperti perlindungan konsumen, literasi keuangan termasuk sharing bersama insan media seperti yang dilakukan ini. (sf)

Keterangan foto: Salah satu pemaparan yang dilakukan OJK KR 7 Sumbagsel, Jumat (9/12).




