EkonomiHeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPendidikanSUMSEL

UIN RF Palembang Siap Dukung Program Menko PMK RI untuk Aksi Nyata Revolusi Mental

img

Keterangan foto: Dok Humas UIN RF Palembang.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA —  Dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045, peran perguruan tinggi menjadi salah satu unsur penting penguatan SDM pada kerangka nation and character building. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.  saat memberikan sambutan sekaligus memberikan arahan pada Kuliah Umum bertempat di Aula Gedung Perpustakaan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (20/10).

Hadir dalam ruangan tersebut, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang Dr. Hj. Hamidah, M.Ag., Ka. Biro AUPK Dr. Abd. Rasyid,.M.Ag., Ka. Biro AAKK Drs. H. Jumari Iswadi, M.M. Ada pula Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Prof. Dr. Dian Natalisa, MBA., Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah, Rofi Alhanif, S.Pi., M.Sc., Ditjen Polpum Kemendagri, Biro Perencanaan Kemenko Perekonomian, serta seluruh civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang. “Kegiatan Kuliah Umum ini diharapkan mampu memperkuat peran dan fungsi perguruan tinggi dalam rangka menciptakan SDM unggul, berakhlak mulia, berkualitas, inovatif, berdaya saing, dan berjiwa Pancasila dalam menjawab tantangan masa depan dalam memasuki Era Revolusi Industri 4.0,” ujar Menteri PMK.

Dalam konteks ini, dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa juga diharapkan mampu tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan kontribusi terbaik dalam pengembangan pendidikan di perguruan tinggi berlandaskan nilai-nilai Revolusi Mental, yaitu etos kerja, gotong-royong, dan integritas.   “Saya ucapkan terimakasih atas ketersediaan UIN Raden Fatah Palembang untuk membantu program yang ada di Kemenko PMK. Sebetulnya banyak paket program yang bisa diikuti jika perguruan tinggi ingin terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penanganan sumber daya manusia,” tambah Muhadjir Effendy.

Terkait dengan aksi nyata tersebut, saat ini pemerintah mendorong pada tiga hal, yakni “Penanaman Sepuluh Juta Pohon untuk mengurangi dampak bencana dan meningkatkan kemandirian pangan melalui tanaman produktif, Gerakan Ayo Berkoperasi untuk menjadikan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, dan Gerakan Positif Bermedia Sosial untuk meningkatkan keadaban digital,” tambahnya.

Melalui berbagai aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat, “Dengan begitu, kita bisa melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental ini bisa berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat. Revolusi mental itu intinya adalah kejujuran dan kemandirian. Adanya intoleransi yang terjadi di negara kita dapat menimbulkan disintegrasi bangsa, oleh karena itu perlu dilakukan revolusi mental oleh kita sebagai generasi muda, dimana negara ini nantinya akan berada di tangan kita semua,” jelasnya.

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa ia sangat senang melihat antusiasme dari para mahasiswa meski perlu ‘pancingan’ terlebih dahulu. “Melihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ataupun komentar-komentar yang dilontarkan, mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang  ini cerdas dan kritis terhadap permasalahan bangsa,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Nyayu memaparkan, saat ini pemerintah telah membangun program yang dinamai dengan Revolusi Mental. senada dengan tema yang digelar dalam acara ini. Unmul pun mendukung penuh program tersebut dan siap menjadi Pelopor Revolusi Mental. Aktivitas kuliah umum di awal proses perkuliahan menurut Rektor juga perlu untuk rutin dilakukan dengan tujuan untuk kemajuan universitas ini dengan pengetahuan-pengetahuan yang disampaikan para pakar sebagai narasumber dalam acara yang digelar. “Simak dan cermati apa yang disampaikan beliau. Sebagai pimpinan universitas, kami akan mendukung penuh untuk sering menghadirkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu yang tidak lain tujuannya adalah untuk kemajuan universitas,” urai Nyayu Khodijah. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *