Pecah Kaca dan Pemukulan, Dua Pihak Saling Lapor Polisi
Keterangan foto: Anggota Polsek IB 1 Palembang memperlihatkan alat bukti besi yang dipergunakan untuk memukul salah satu pihak yang berseteru.
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Video viral kasus pemecahan kaca mobil truk, saat dalam konvoi kendaraan menuju Jembatan Musi 2, oleh pengemudi motor vario Nomor Polisi (Nopol) BG 5712 ADW, di kawasan Jalan Seokarno Hatta tepatnya di seberang Jalan Lubuk Bakung Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang, pada hari Senin (26/09) sekitar pukul 17.00 Wib. Berbuntut panjang. Antara pelaku dan korban saling lapor polisi atas Kasus Pecah Kaca dan Kasus Pengeroyokan.
Hal ini dibenarkan langsung Kapolsek ILir Barat (IB) 1 Palembang, Kompol Roy A Tambunan, melalui Kanit Reskrim Iptu Ardiansyah, Selasa (27/9). Terkait video pemecahan kaca mobil truk, yang sempat viral dimana anggota saat di TKP mendapatkan pelaku pecah kaca atau korban 170 bapak dan anak (Ismed dan Sobri) berada di dalam selokan atau genangan air menghindari amukan massa. “Kita mendapat laporan dari masyarakat telah terjadi pembegalan, ternyata anggota di TKP, ada seorang berinisial IS dengan anaknya berinisial S, berada di dalam sebuah selokan atau dam, mereka korban 170, menghindari amukan,” ungkap Kanit Reskrim Iptu Ardiansyah.
Dijelaskan Kanit Reskrim, Iptu Ardiansyah, untuk kasus pecah kaca yang disangkakan begal, berawal korban Ismed (50) warga Jalan Sei Betung Kelurahan Siring Agung Kecamatan IB 1 Palembang membonceng anaknya Sobri, dengan mengunakan motor Honda vario Nopol BG 5712 ADW. Saat berada di TKP berusaha menyalip mobil iringan mobil truk, yang mana mobil pertama dikemudikan pelaku Edi (50) dan anaknya Hidayatulah (28) warga Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Motor korban Ismed sempat dipepet mobil truk, menyebabkan motor oleng dan keduanya terjatuh. Akibatnya korban Ismed marah dan mengejar mobil truk sambil menunjuk- nunjuk ke arah truk. Saat mobil berhenti anak korban mengambil batu dan melempar ke arah kaca mobil truk bagian kiri hingga pecah.
Tidak terima, sopir truk Edi dengan anaknya Hidayatulah dibantu sopir Pandu, mengejar kedua korban (pelaku pecah kaca) sambil berteriak dan memukul kedua korban dengan mengunakan besi, akibat teriakan ketiga pelaku warga berdatangan dan ikut mengejar kedua korban. Untuk menghindari amukan warga kedua korban menceburkan diri. Kedua korban dapat terselamatkan setelah petugas tiba di TKP. “Korban ini mau menyalip mobil truk milik Edi yang sama- sama mengarah ke Musi 2, karena tidak mau disalip S ini menunjuk -nunjuk ke arah mobil. Di situlah mungkin terjadi kesalahpahaman, saat mobil dihentikan Ismed mengambil batu dan memecahkan kaca mobil truk, kemudian sopir dan anaknya mengejar pelaku dan terjadilan prihal pengeroyokan,” jelasnya.
Atas kejadian ini, pihaknya telah menerima dua laporan dari kedua belah pihak, atas kasus Pecah Kaca dan kasus Pengeroyokan dimana saat ini pengemudi motor masih dalam perawatan pihak medis mengingat luka akibat pukulan benda tumpul menyebabkan tulang patah. “Saat ini kita menerima dua laporan. Untuk laporan korban Ismed terkait kasus pengeroyokan, namun di sisi lain untuk sopir truk melaporkan Ismed (terlapor) dalam kasus pecah kaca, laporan keduanya tetap kita terima dan kita proses,” terangnya. (Ly)




