HeadlineinternasionalNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Antrian CHJ Sumsel Babel Sudah Capai 21 Tahun dengan Total 144.583 Orang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  – Subhanallah, sungguh besar karunia Allah Swt terhadap umatnya yang ingin menjalankan Ibadah Haji. Bayangkan saja, antre umat Islam di wilayah Sumsel Babel saja sudah mencapai 21 tahun lamanya dengan total 144.583 orang yang sudah resmi mendaftar menjadi Calon Jemaah Haji Sumsel Babel. Demikian informasi dari Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Deni Priansyah, kemarin.

Menurutnya, Kementerian Agama Kantor Wilayah Sumatera Selatan (Kemenag Kanwil Sumsel) bersama Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU mulai menyiapkan skema keberangkatan setelah Pemerintah Pusat menerima izin keberangkatan CJS ke Arab Saudi.

“Antrian haji di Sumsel dan Babel di bawah naungan Kanwil Kemenag Sumsel Babel sudah mencapai 21 tahun dengan jumlah pendaftar 144.583 orang. Keberangkatan CJH ke Arab Saudi harus mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disepakati bersama oleh Kemenag dan Pemerintah Arab. Seperti kebijakan aturan karantina, jenis vaksinasi, dan beberapa aturan lain. SOP-nya harus disepakati bersama, agar jemaah umrah dan haji tak dirugikan dan jemaah bisa berangkat sesuai yang diharapkan,” ujar Deni.

Deni  menambahkan,  keberangkatan umrah dikoordinir langsung Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing yang dilakukan Tim AMPHURI, atau Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia. “Amphuri yang saat ini ikut uji coba sudah berangkat agar tahu SOP sebelum kita berangkat, ketika berada di pesawat, dan saat tiba di Tanah Suci, atau karantinanya  di Mekkah dan Madinah,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pemberangkatan jemaah umroh, Deni mengatakan pasca pandemi COVID-19 yang hampir berjalan selama dua tahun, Indonesia akhirnya bisa memberangkatkan 100 persen jemaah umrah. “Di Sumsel ada 7 ribuan jemaah atau sebanyak 17 kloter, termasuk dari Babel,” kata Deni.

Sementara itu, Irwansyah, seorang petugas PPIU di Palembang sekaligus Pimpinan Travel Umrah Zamzam Indah Abadi menerangkan, pihaknya sudah menyiapkan skema keberangkatan calon jemaah. Walaupun kabar penambahan atau pengurangan kuota jemaah belum dapat dipastikan.”Karena kuota tetap disediakan Arab saudi seperti tahun sebelumnya, belum ada perubahan. Perubahanya soal teknis pelaksanaan di masa pandemi yang belum klop,” terangnya.

Menurut Irwansyah, sudah ada 500 lebih jemaah yang terdaftar di perusahaan dan menginginkan segera diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan dalam teknis pemberangkatan jamaah sebanyak itu, pihaknya baru mendata siapa saja yang paling siap memenuhi persyaratan.”Baik dalam menjalani karantina dan penerbangan pergi maupun pulang sesuai protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran COVID-19,” jelas dia.

Dalam kondisi masih pandemi COVID-19, pihaknya bakal memberangkatkan jemaah secara hati-hati sesuai dengan ketentuan dan mengikuti protokol kesehatan. Jika tidak ada hambatan, kemungkinan pihaknya akan mulai memberangkatkan jemaah umrah pada Februari 2022. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *