Webinar UKMC bersama SD Xaverius 3 Palembang “Optimalisasi Proses Belajar Anak : Orang Tua Tenang, ”
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Selama pandemic covid-19 berlangsung hingga saat ini mengakibatkan sector kehidupan baik mobilitas masyarakat, industri, maupun ekonomi menjadi lumpuh. Dampak pandemic juga melanda bidang pendidikan. Proses pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka di kelas, sekarang dialihkan ke Pembelajaran Jarak jauh (PJJ). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memberikan dampak yang luar biasa bagi orang tua dan siswa apa lagi pada tingkat dasar yaitu Sekolah Dasar (SD). Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anaknya ketika berlangsungnya pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, tidak dapat dipungkiri Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga membuat orang tua memiliki tantangan tersendiri dalam mendampingi anaknya belajar misalnya anak cepat bosan, anak lebih banyak bermain dari pada belajar sehingga anak sulit diatur untuk belajar dan intens-nya anak bermain gadget.
Sehubungan dengan hal tersebut, SD Xaverius 3 Palembang bekerja sama dengan Prodi Psikologi Universitas Katolik Musi Charitas mengadakan sebuah webinar yang bertajuk “Optimalisasi Proses Belajar Anak: Orang Tua Tenang, Anak Senang”. Sasaran utama dari webinar ini adalah orang tua dengan anak yang sudah bersekolah dan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Webinar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 November 2021 pukul 08:00 – 10:00 WIB dengan menggunakan fasilitas zoom meeting. Webinar ini dihadiri sebanyak 52 partisipan dari berbagai kalangan yaitu orang tua murid, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan guru dari berbagai kota / provinsi di Indonesia antara lain Palembang, Lampung, Yogyakarta hingga Lombok.

Nara sumber dalam webinar ini adalah Dwi Cahyani Setiawan, M.Psi., Psikolog Dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Musi Charitas dengan spesifikasi mengajar di bidang pendidikan dan perkembangan anak & remaja dan sekaligus sebagai founder Biro Psikologi Cahaya Hati. Webinar ini dipandu oleh mahasiswa Program Studi Psikologi yang sedang melakukan kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di SD Xaverius 3 Palembang yaitu Emi Retika sebagai moderator.
Menurut narasumber, terdapat empat poin penting yang perlu diperhatikan, yaitu “Kondisi dan tantangan pembelajaran selama pandemi, modalitas dalam belajar, peran orang tua dan strategi yang dapat dilakukan untuk membantu optimalisasi proses belajar anak”. “Kondisi dan tantangan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), anak hanya bisa bersandar pada orang terdekat yang berada disekitarnya, sedang orang yang berada di tempat jauh seperti guru sebagai pengontrol sehingga bantuan kepada anak lebih banyak diperoleh dari orang terdekatnya. Tantangan lain dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah kondisi psikologis anak, media pembelajaran yang kurang menarik, hingga koneksi internet yang saat ini sangat penting dan membutuhkan akses internet yang memadai dan stabil. Dan ketika transisi PTM (Pembelajaran Tatap Muka) anak memulai rutinitas baru sehingga pada saat masuk sekolah saat menerima pelajaran membutuhkan waktu untuk menangkap dan mencerna”, tuturnya.
Poin kedua yang dibahas adalah tentang modalitas belajar. Menurut Yani, “Modalitas merupakan dasar dan kemampuan belajar untuk mengoptimalkan proses belajar seperti koordinasi visual dan motorik”. Dalam penuturannya, Yani menggunakan analogi mangkok. “Ini seperti halnya regulasi emosi bermasalah perlu dibantu dari luar. Ketika anak lagi marah – marah, tantrum, karena HP diambil, seperti halnya air yang bergejolak. Siapapun yang menemani jangan ikut seperti air yang bergejolak. Orang tua harus tetap tenang dan berproses bersama anak. Karena anak mencontoh dari kita, anak belum bias meregulasi emosi. Pada saat anak marah dan menangis biarkan anak marah dan menangis sampai selesai. Sampaikan ke anak missal bahwa ketika jarum panjang ke angka 6 mama mau bicara, jadi berikanlah jeda agar anak tenang”, tuturnya. “Selain itu, perlunya mengecek modalitas seperti pada saat anak belajar yang ideal adalah anak duduk tegak seperti huruf L dan kaki menapak dengan lantai, udara yang tidak pengap, pencahayaan cukup, dan ruangan yang memadai”, tambahnya.
Poin ketiga yang menjadi bahasan dalam webinar ini adalah peran orang tua dalam mendampingi anak belajar. Menurut Yani, dalam mendampingi anak belajar, orang tua harus peka, telaten, dan sabar. Orang tua harus memberikan waktu yang banyak untuk menjalin “koneksi” dengan anak. Perlu diingat bahwa anak belajar dari melihat. Biasanya memberikan contoh lebih membekas dari pada memberikan sebuah kata-kata.
Poin terakhir yang disampaikan oleh nara sumber adalah strategi-strategi “ anti panik” saat mendampingi anak belajar. Menurut Yani, “ strategi yang pertama adalah diperlukan jadwal anak yang terstruktur pada saat beraktivitas. Dengan jadwal yang terstruktur diharapkan agar badan dan pikiran anak bias mengkoding dan beradaptasi. Kedua, melakukan aktivitas otot besar seperti olah raga bersama hingga anak berkeringat sehingga bisa menyalurkan energi yang berlebih pada anak agar membantunya untuk lebih focus serta mematangkan motoriknya. Ketiga, dibutuhkan kerjasama dan jeda bagi yang mendampingi anak atau istilahnya adalah adanya me time. Ke empat, perlunya komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, misalnya terkait materi yang diberikan. Dan yang terakhir adalah agar orang tua sehat dan tenang maka orang tua butuh break atau butuh jeda. Dalam hal ini suasana hati anak bias mempengaruhi proses belajar. Ketika anak senang maka setiap materi yang didapatkan akan lebih cepat tersimpan ke dalam memori Orang tua ketika mendampingi anak harus bisa menahan emosi, tenang, dan diharapkan untuk melakukan latihan agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Dalam sesi Tanya jawab, peserta webinar sangat antusias untuk bertanya lebih lanjut mengenai topik yang dibicarakan. Christina Tri Utami kepala Sekolah SD Xaverius 3 Palembang mengucapkan teimaksih atas kerjasama dengan Unika Musi Charitas yang sudah berlangsung selama ini. Semoga membawa kemajuan bagi dunia pendidikan dan pengetahuan bagi generasi emas Indonesia. (daris)





