EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Pengurus FKUB Sumsel Periode 2021-2026 Dilantik

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – KH Mal’an Abdullah, Kamis (7/10), dilantik Gubernur H Herman Deru menjadi Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Periode 2021-2026. Acara pelantikan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel ini, dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kamis (7/10), di Pendopo Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun No 9 Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang

Pada pelantikan di Griya Agung itu, Gubernur menekankan kerukunan umat harus menjadi prioritas utama. Setelah itu barulah soal kesejahteraan. Kerukunan harus dijaga dulu dalam internal masing-masing agama barulah kemudian keluar. Sementara itu Ketua FKUB Sumsel yang baru dilantik K.H Mal’an Abdullah, menjelaskan bahwa pelantikan ini adalah amanah bagi dirinya dan semua pengurus yang dilantik. Ia memaparkan bahwa pesan dasar forum ini adalah kerukunan dan kesejahteraan. Kedua hal itu menurutnya bukan hanya harus sejalan tapi senafas agar tercipta kerukunan yang otentik dan sejati. “Jadi kerukunannya bukan hanya di permukaan saja melainkan memang terjadi dalam kehidupan masyarakat sosial kita,” jelas Mal’an.

Acara pelantikan turut menghadiri acara pelantikan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel Periode 2021-2026 antara lain Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto, Kajati Sumsel M.Basri Akib Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol M Arif Rahmadani, Kasiter Korem 044 Gapo Kol Inf Arif Susanto, Kabintaldam II Sriwijaya Kol Inf Julkifli, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko.

Tantangan yang harus dihadapi pengurus saat ini pun diakuinya tidak mudah. Terlebih masyarakat Sumsel ini sangat heterogen. Dengan segala perbedaan yang ada melalui FKUB ia menginginkan Sumsel tetap bersatu, rukun dan damai.  Tidak ada agama mana pun yang mengajarkan kekerasan antar umat beragama, kita sadar bahwa kerukunan agama adalah modal utama dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai daerah zero konflik. Selama acara pelantikan berlangsung para pejabat maupun undangan yang hadir tetap mempedomani Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. Kerukunan  sebagai kunci membangun peradaban. Karena itu jika  Indonesia khususnya Sumsel ingin maju dan beradab, kerukunan harus diutamakan. Upaya kerukunan sebagai panggilan namun bukan hanya panggilan kemanusiaan, tetapi lebih dari itu. Panggilan suci yang lahir dari kesadaran iman yang mendalam dan sejati. Selanjutnya perlu dibangun jaringan kerja kerukunan yang konkret di semua tingkatan. “Harus diwujudkan sebuah jaringan kerja sosial yang akrab sampai tingkat terbawah, di akar rumput. Dengan melibatkan semua pihak,” kata Rm Guido Supapto PR dan Drs Alfonsus Supardi.MM.  (daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *