OPINI: Semangat Pramuka Harus Terus Berbakti Tanpa Henti, (HUT PRAMUKA KE-60 Tanggal 14 Agustus 2021)
Oleh ; ANDREAS DARIS AWALISTYO, S.Pd
Pembina Pramuka Pangkalan SDK Frater Xaverius 2 Palembang
SETIAP tanggal 14 Agustus segenap insan Kepanduan di Indonesia penuh rasa kegembiraan merayakan HUT Gerakan Pramuka. Tahun 2021 ini tpat 60 tahun lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 238 th 1961 , Presien Ir Sukarno menyerahkan panji Gerakan Pramuka kepada Kak Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwarnas Gerakan pramuka yang pertama. Hari tersebut menjadi penanda bersatunya 60 organisasi kepanduan ke dalam satu wadah bernama Gerakan Pramuka sampai hari ini. Tema peringatan pada Hari Pramuka ke 60 di tahun 2021 ini adalah :“Berbakti Tanpa Henti” Tema tersebut mendefenisikan semangat Pramuka untuk terus berbakti tanpa henti di segala bidang. Gerakan Pramuka sejak lahir 60 tahun lalu diharapkan berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia, sesuai dengan pesan presiden, Sukarno, kepada Gerakan Pramuka. Saat ini, dengan zaman yang penuh tantangan terutama bagi generasi muda yang dikenal sebagai generasi milenial. Tantangan yang paling utama adalah pudarnya karakter bangsa akibat pengaruh arus budaya luar yang begitu masif. Gerakan Pramuka tetap konsisten dan tentu saja seiring sejalan dengan dunia pendidikan kita saat ini, yakni, pembentukan karakter bangsa.
Sebagai insan Pramuka dengan berdasarkan Tri Satya dan Dasa Dharma diharapakan terus berupaya membangun karakter bangsa. Pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai moral dan sikap yang menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan Gerakan Pramuka. Seorang pramuka harus memiliki sikap nasionalisme dan bela negara, dalam arti haruslah mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Setiap warga Negara harus turut serta menunjang pelaksanaan pembangunan nasioanal melalui berbagai kegiatan dengan bidangnya masing-masing, keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional di antaranya rajin belajar bagi pelajar/mahasiswa, bekerja dengan tekun sesuai keahlianya, membayar pajak, memelihara hasil pembangunan, dan menciptakan situasi aman dan damai. Harapan bagi segenap insan pramuka saat ini agar dapat meneladani hidup kaum muda tempo dahulu yang memiliki semangat membara menyatukan hati dan tekad, bahwa hidup bukan untuk berorientasi individual tetapi berorientasi yang lebih luas yaitu bangsa dan negara . Adanya kohesi sosial yang menjadi pengikat bangsa Indonesia yang begitu beragam, kini semakin mengendur akibat menguatnya pragmatisme politik dan ikatan-ikatan primordial. Kondisi ini semakin diperparah lagi oleh lebarnya kesenjangan sosial ekonomi. Ini membuktikan bahwa penyebab kendurnya ikatan kebangsaan di Indonesia disebabkan semakin kuatnya nilai pragmatisme, termasuk pragmatisme kekuasaan. Begitu juga kesadaran untuk melestarikan kekayaan budaya, terutama kebudayaan daerah yang beraneka ragam. Sehingga hal ini bisa mencegah adanya pengakuan dari negara lain yang menyebutkan kekayaan daerah Indonesia sebagai hasil kebudayaan asli mereka. Untuk para pelajar, bisa diwujudkan dengan sikap rajin belajar. Sehingga pada nantinya akan memunculkan sumber daya manusia yang cerdas serta mampu menyaring berbagai macam informasi yang berasal dari pihak asing. Dengan demikian, masyarakat tidak akan terpengaruh dengan adanya informasi yang menyesatkan dari budaya asing. Adanya kepatuhan dan ketaatan pada hukum yang berlaku. Hal ini sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan bela bangsa. Karena dengan taat pada hukum yang berlaku akan menciptakan keamanan dan ketentraman bagi lingkungan serta mewujudkan rasa keadilan di tengah masyarakat. Meninggalkan korupsi. Korupsi merupakan penyakit bangsa karena merampas hak warga negara lain untuk mendapatkan kesejahteraan. Dengan meninggalkan korupsi, kita akan membantu masyarakat dan bangsa dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Seperti harapan Gubernur Sumsel sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel, H. Herman Deru menghimbau agar gerakan Pramuka tetap aktif di masa pandemi. Ia bahkan berharap Pramuka dapat menjadi garda terdepan mengkampanyekan prokes di kalangan masyarakat. Pernyataan itu dikatakan Herman Deru saat menerima Plt Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel Riza Pahlevi dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pagaralam, Muhammad Fadli dalam rangka melaksanakan peringatan Hari Pramuka ke-60, Tahun 2021 di Kota Pagaralam, di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Selasa (3/7/2021). Keberadaan anggota Pramuka ungkap Herman Deru hendaknya terus menjadi teladan bagi masyarakat. Termasuk Pramuka Siaga, Penggalang maupun Penegak. Untuk terus meningkatkan eksistensi. Bukan hanya menunjukkan keberadaan Pramuka saja. Tapi jiwa kepramukaan juga harus ditanamkan kembali ke para siswa didik.
Dari sejak bernama Pandu, Pramuka Indonesia selalu mencetak generasi yang Tangguh. Tangguh menghadapi setiap tantangan, disiplin dalam bertindak, tidak gentar untuk menghadapi setiap rintangan, selalu peduli, siap berkorban untuk sesama. Dan di era pandemi Covid-19 yang berat sekarang ini, jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan. Kita disiplin mengikuti protokol kesehatan, disiplin memakai masker, disiplin jaga jarak, dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama disiplin melaksanakannya. Di era pandemi Covid-19 yang mengakibatkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini, jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan. Kita harus selalu peduli terhadap masyarakat sekitar, peduli terhadap kepentingan bersama. Kita harus saling membantu dan bergotong-royong menyelesaikan masalah bersama. Jika gerakan kedisiplinan dan kepedulian ini terus kita jalankan, insyaallah kita bisa menghambat penyebaran Covid-19 dan mengurangi risiko-risiko ikutannya. Pengalaman selama pandemi Covid-19 ini, selain mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kepedulian, juga mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyelesaian masalah kesehatan membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyelesaian masalah perekonomian juga membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semoga melalui peringatan Gerakan Pramuka tahun ini, dapat membangun manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia atau kaum muda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga kaum muda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia. Pramuka yang keren, gembira, asyik dan menyenangkan perlu terus dikembangkan sehingga kaum muda bangga menjadi Pramuka. Wujud bakti dan pengabdian kita kepada negeri, dapat dilakukan dengan :“Berbakti Tanpa Henti” melalui semangat Pramuka untuk terus berbakti tanpa henti di segala bidang. SELAMAT HUT PRAMUKA KE- 60 .




