Ajak Perempuan Cerdas Atasi Dampak Karhutla, BKOW Sumsel Gelar Sosialisasi dan Edukasi
- Kesehatan dan Ketahanan Keluarga dalam Mengatasi Dampak Karhutla/Asap
- Pada Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi
Teks foto: Ketua BKOW Sumsel, Hj Lidyawati Cik Ujang, S Hut, MM saat sambutan sekaligus membuka acara sosialisasi dan edukasi, Kamis (8/10).
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – BKOW Sumsel kembali mengajak perempuan Sumsel menjadi sosok yang berkualitas, cerdas dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Seperti yang kali ini dilakukan BKOW Sumsel melalui Bidang Sosial, Kesehatan, Kesejahteraan Keluarga dan Lingkungan Hidup menggelar Sosialisasi dan Edukasi tentang Kesehatan dan Ketahanan Keluarga dalam Mengatasi Dampak Karhutla/Asap.

Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan dan Ketahanan Keluarga dalam Mengatasi Dampak Karhutla/Asap Pada Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penguatan dan Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi digelar di Gedung Perjuangan Wanita Jalan Kapten Arivai Palembang, Kamis 8 Oktober 2026.

Teks foto: Laporan Ketua Panitia Hj. Tuti Rusdiana, SKM., M.Kes.
Ketua Panitia Hj. Tuti Rusdiana, SKM., M.Kes. dalam laporannya menyebutkan kegiatan sosialisasi dan edukasi ini merupakan Program Kerja Bidang Sosial, Kesehatan, Kesejahteraan Keluarga dan Lingkungan Hidup BKOW Sumsel. “Adapun kegiatan ini berdasarkan hasil rapat pengurus BKOW Sumsel yang merupakan program kerja Bidang Sosial Kesehatan Kesejahteraan Keluarga dan Lingkungan Hidup BKOW Sumsel. Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan dan ketahanan keluarga dalam mengatasi karhutla. Selain itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melindungi kesehatan fisik dan menjaga stabilitas mental dan ekonomi keluarga saat menghadapi kabut asap,” ujarnya.
Hj Tuti Rusdiana juga menyebutkan kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan warga di Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Adapun biaya kegiatan berasal dari APBD Sumsel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sumatera Selatan.
Teks foto: Ketua BKOW Sumsel, Hj Lidyawati Cik Ujang, S. Hut, MM
Di tempat yang sama, Ketua BKOW Sumsel, Hj Lidyawati Cik Ujang, S. Hut, MM dalam sambutan sekaligus membuka acara mengatakan tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah supaya ketahanan keluarga tetap terjaga dan mengurangi pengeluaran keluarga. Kalau sehat biaya berobat ditiadakan. “Sumsel adalah wilayah yang memiliki tantangan tahunan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Asap akibat karhutla sangat berbahaya terhadap kesehatan balita, ibu hamil dan lansia. Ancaman bagi kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Di sinilah peran keluarga menjadi penting untuk pertahanan pertama. Dari sisi ekonomi,bagaimana keluarga mampu beradaptasi dari ancaman kabut asap,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai wadah organisasi perempuan di Sumsel, BKOW memiliki tanggungjawab moral untuk mendampingi masyarakat termasuk dengan mengedukasi para perempuan dalam mengatasi kabut asap dan bahaya karhutla. “Sosialisasi ini sangat penting, jadi kita tidak bicara soal teoritis tapi bagaimana taktis dan cara menghadapi kabut asap ini. Bagaimana keluarga mampu beradaptasi seperti menggunakan masker standar saat keluar rumah, memberikan asupan makanan bergizi agar kesehatan atau imunitas tubuh terjaga dan menjaga suhu rumah agar terhindar dari bahaya kabut asap,” tambahnya.

Hj Lidyawati Cik Ujang pada kesempatan ini juga mengimbau agar menjadikan momentum sosialisasi dan edukasi ini sebagai kesempatan untuk menyerap ilmu dan kemudian menyebarkan kembali ke lingkungan atau organisasi masing-masing. “Bersama-sama kita bisa mencegah penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Mari kita perkuat ketahanan keluarga demi mewujudkan keluarga di Sumsel menjadi sejahtera. Usai kegiatan sosialisasi, Ketua BKOW Sumsel bersama para peserta sosialisasi membagikan sekitar 300 masker kepada masyarakat yaitu titik pembagian di Simpang DPRD Sumsel. Ini tanda kepedulian BKOW Sumsel kepada masyarakat terhadap kabut asap. Ada 5 masker dan air mineral. Sebagai tanda sayang dan semoga diikuti 51 organisasi yang ada di bawah naungan BKOW Sumsel dan organisasi lain di Sumsel. Kita berdoa bagi masyarakat Sumsel semua sehat dan para pejuang yang memadamkan titik api (hospot) diberikan kesehatan dan keselamatan dalam berjuang memadamkan api di titik-titik kebakaran hutan dan lahan di Sumsel,” ujar Lidyawati seraya membuka acara secara resmi.

Teks foto: Narasumber.
Sosialisasi dan Edukasi ini menghadirkan narasumber yaitu Dian Novayanti dan Dr Povi Pada Indarta, Sp.P (K) Onk.T.FISR. (saf)




