YIM/PKBI DKI Jakarta Gelar Multi-Stakeholder Meeting
* Bahas berbagai Tantangan Terkait Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHIV
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Yayasan Intan Maharani (YIM) bersama PKBI DKI Jakarta menggelar Multi Stakeholders Meeting yang digelar Rabu 22 Juli 2026 bertempat di Hotel Aryaduta Palembang.
Ketua YIM, Drs Syahri, MSi dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini mengidentifikasi akar permasalahan, serta merumuskan strategi dan langkah tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara bersama. “Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan layanan HIV yang inklusif, berorientasi pada hak asasi manusia, serta mendukung percepatan pencapaian target nasional pengendalian HIV menuju eliminasi AIDS pada tahun 2030,” ujar Syahri saat membuka acara.
Menurutnya, pihaknya berharap pada akhirnya dengan menggelar kegiatan ini akan tercapai peningkatnya pemahaman para pemangku kepentingan mengenai isu stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) serta dampaknya terhadap akses layanan HIV. Selain itu, tersampaikannya hasil temuan Community-Led Monitoring (CLM) sebagai dasar dalam mengidentifikasi hambatan yang dihadapi ODHIV dan populasi kunci dalam mengakses layanan HIV. Teridentifikasinya akar permasalahan, tantangan, serta peluang perbaikan dalam upaya mengurangi stigma dan diskriminasi di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. “Yang paling penting adalah terbangunnya koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat sipil, organisasi profesi, akademisi, media, serta komunitas dalam mendukung penghapusan stigma dan diskriminasi,” tambah Syahri,
Teks foto: Ketua YIM, Drs Syahri, MSi.
Di tempat yang sama, Advocacy Offiver YIM Kamila Khoirunnisa didampingi Koordinator SSR YIM Leonardo S mengatakan dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan tersusunnya rekomendasi dan rencana tindak lajut bersama berdasarkan hasil diskusi sebagai bahan advokasi untuk meningkatkan kualitas layanan HIV yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada hak asasi manusia. Selain itu, meningkatnya komitmen para pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi kebijakan dan program yang bertujuan mengurangi stigma dan diskriminasi serta meningkatkan akses layanan HIV bagi ODHIV dan populasi kunci. “Tersedianya berita acara atau dokumen komitmen bersama sebagai acuan pelaksanaan tindak lanjut hasil Multi-Stakeholder Meeting dalam mendukung pencapaian target nasional pengendalian HIV,” ujarnya.
Selain hasil yang diharapkan itu, Kamila juga menyebutkan bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai dampak stigma dan diskriminasi terhadap akses layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan dukungan HIV. Mengidentifikasi berbagai faktor dan tantangan yang menyebabkan masih terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV di lingkungan masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stigma serta diskriminasi terhadap ODHIV. “Merumuskan rekomendasi dan rencana tindak lanjut bersama sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan HIV yang inklusif, setara, dan berorientasi pada hak asasi manusia. Selain itu, juga mendorong komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pencapaian target nasional pengendalian HIV melalui penyediaan layanan yang aman, bermutu, dan bebas diskriminasi,” katanya. \

Rangkaian kegiatan yang digelar ini dengan diawali perkenalan para peserta, penyampaian tujuan, agenda dan tata tertib pertemuan. Pada sesi pertama, dengan mengidentifikasi isu dan tantangan stigma serta diskriminasi terhadap ODHIV. Setelah rehat, dilanjutkan dengan diskusi peran dan kolaborasi lintas sector dalam mewujudkan layanan HIV yang inklusif dan bebas diskriminasi. Sesi selanjutnya indentifikasi solusi dan strategi bersama untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV dan presentasi hasil diskusi dan penyempurnaan rekomendasi. “Menyepakati komitmen bersama dan rencana tindak lanjut,” tambah Kamila.
Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini selain unsur dari YIM, juga hadir Dinas Kesehatan Kota Palembang bagian Promosi Kesehatan, HKBP XV Sumbagsel District, Bappeda Kota Palembang, GOW Kota Palembang, Puskesmas Multiwahana Palembang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palembang, Puskesmas Basuki Rachmat Palembang, Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama Sumsel, Wahana Cita Indonesia serta unsur media massa. (*)




